Tanggapan Bupati Dinilai Belum Memuaskan, Warga Desak Dokumen Segera Ditindaklanjuti

- Penulis

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

GarudaXpose.com I Lumajang – Tanggapan Bupati terkait persoalan agraria yang mencuat dalam aksi demo warga dinilai belum memuaskan.

Pasalnya, menurut mereka, berbagai dokumen pendukung yang selama ini telah beberapa kali diserahkan melalui audiensi, seakan belum menjadi perhatian serius dalam penanganan persoalan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perwakilan warga menyampaikan kebingungan atas permintaan data yang kembali diminta, sementara menurut mereka dokumen-dokumen telah berulang kali diberikan kepada pihak terkait, termasuk kepada jajaran Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Ironisnya, sejumlah pejabat baru di lingkungan BPN disebut kembali menanyakan kelengkapan dokumen tersebut,” ungkap perwakilan warga, dengan nada kesal.

Supendi, selaku perwakilan P2T2, menyatakan kesiapan pihaknya untuk kembali menyerahkan seluruh dokumen yang diminta. Ia juga menyebut dukungan dari unsur pimpinan DPRD, salah satunya Wakil Ketua DPRD, Sudi dari Fraksi PPP, yang siap membantu mengawal persoalan ini.

Sudi, meminta kepada Supendi selaku perwakilan warga, agar segera mengumpulkan dokumen yang diperlukan terkait tanah tersebut.

“Silakan dokumen diserahkan kepada kami. Nanti akan kami tindak lanjuti. Mudah-mudahan melalui pengawalan GTRA, persoalan ini bisa mendapatkan kejelasan, kata Abah Sudi pada kami,” terang Supendi pada awak media, kamis (5/2/2026)

Persoalan yang disuarakan warga mencakup sejumlah lokasi di beberapa desa, di antaranya Desa Kalipenggung, Desa Ranulogong, Desa Sumberwingin di Kecamatan Randuagung, serta wilayah Kecamatan Tempeh dan Desa Besuk.

Warga mempertanyakan keberadaan bangunan pabrik yang diduga berdiri di atas tanah berstatus HGB, namun dalam praktiknya disebut menggunakan skema lain yang dinilai merugikan negara dari sisi pajak.

Selain itu, warga juga menyoroti belum adanya langkah audit atau penyelidikan dari pihak berwenang terkait dugaan tersebut.

Harapan warga melalui aksi ini sederhana, yakni agar mereka dapat kembali menggarap lahan yang selama ini mereka kelola.

Mereka mengaku aktivitas pertanian seperti menanam tebu, kopi, pisang, dan tanaman lainnya kini terhenti karena lahan telah dikuasai pihak tertentu.

Di wilayah Randuagung, warga menyebut lahan tersebut saat ini dikuasai oleh PT Perkebunan Kalijeruk.
“Padahal, menurut mereka, sebelum dikelola perusahaan, lahan tersebut telah lama digarap masyarakat selama puluhan tahun,” ujar salah satu warga yang ikut demo.

Warga menilai, secara ketentuan Undang-Undang Pokok Agraria, mereka telah memenuhi unsur untuk mengajukan permohonan hak garap atas tanah negara yang telah lama mereka kelola.

Melalui dukungan pimpinan DPRD, warga berharap dokumen yang telah disiapkan dapat menjadi dasar pengawalan serius agar persoalan agraria ini segera mendapatkan kepastian dan keadilan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkumpulan Penggarap Tanah Terlantar (P2T2) Demo di Depan Pendopo Arya Wiraraja, Tagih Janji Bupati
Balita Probolinggo Hanyut di Sungai Bayeman, Polsek Tongas dan BPBD Hingga Basarnas Lakukan Penyisiran
Kuasa Hukum Kurijanto ‎Akan Tuntut PT KAI dan PT KCI
Menu MBG di SDN Kalipenggung 01, Disorot Wali Murid, Dihitung Tak Sampai Rp10 Ribu
Wabup Lumajang : Filosofi Ngeliwet Sejalan dengan Semangat Kolaborasi yang Dibangun Pemda
Ferri Anggrianto, Ketua Komisi IV DPRD Brebes, Dukung Penanganan Banjir di Bumiayu dengan Alat Berat
Negara Hadir di Kawasan Perbatasan, Wamen Ossy: Telah Disahkan Perpres untuk Delapan Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara
Camat Jayanti dan Kapolsek Sambangi Rumah Dua Bocah Korban Tenggelam di Kali Cidurian

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:19 WIB

Tanggapan Bupati Dinilai Belum Memuaskan, Warga Desak Dokumen Segera Ditindaklanjuti

Kamis, 5 Februari 2026 - 05:36 WIB

Perkumpulan Penggarap Tanah Terlantar (P2T2) Demo di Depan Pendopo Arya Wiraraja, Tagih Janji Bupati

Rabu, 4 Februari 2026 - 10:01 WIB

Balita Probolinggo Hanyut di Sungai Bayeman, Polsek Tongas dan BPBD Hingga Basarnas Lakukan Penyisiran

Selasa, 3 Februari 2026 - 02:21 WIB

Kuasa Hukum Kurijanto ‎Akan Tuntut PT KAI dan PT KCI

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:17 WIB

Menu MBG di SDN Kalipenggung 01, Disorot Wali Murid, Dihitung Tak Sampai Rp10 Ribu

Berita Terbaru