SIRA Minta Kejati Sumsel Usut Tuntas Dugaan KKN di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI Sumsel Terkait Realisasi Pengelolaan Anggaran Dana APBN Tahun 2024 dan 2025

- Penulis

Jumat, 20 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Palembang, – Massa Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA), mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) untuk melakukan aksi damai di depan Kantor Kejati Sumsel dengan tujuan menyampaikan dukungan untuk menyelidiki adanya dugaan praktik-praktik tindak pidana Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang terjadi di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI Sumsel. Jum’at (20/02/26).

Dalam orasinya, Rahmat Sandi Iqbal, SH mengatakan kedatangan kami (SIRA) ke Kejati Sumsel terkait dugaan KKN di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI Sumsel yang mana diduga kuat terdapat banyak penyimpangan terkait realisasi pengelolaan anggaran dana APBN TA. 2024 dan 2025.

“Serta adanya dugaan pengadaan system outsorcing yang terindikasi KKN,”Ujar Rahmat Sandi Iqbal, SH Direktur SiRA.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun kegiatan-kegiatan menurut kami (SIRA) perlu untuk di atensi oleh pihak Kejati Sumsel adalah sebagai berikut :

1.Pekerjaan Penataan Gedung Koleksi Candi Bumi Ayu senilai Rp. 1.885.517.609,- APBN TA. 2024 yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana : CV. EXCON CONTRACO dan konsultan pengawas : CV. SRIWIJAYA KONSULTAN.

2.Pemeliharaan Masjid Agung Sultan Mahmud Badarudin I Jayo Wikramo Palembang, Senilai Rp. 384,910,000,- APBN TA. 2025 yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana : CV. EXCON CONTRACO dan konsultan pengawas : CV. SRIWIJAYA KONSULTAN.

3.Pemeliharaan Museum A. K. Gani, senilai Rp. 359,505,000 APBN TA. 2025 yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana : CV. Azfa Karya Emas dan konsultan pengawas : CV. Sasana Citra Mandiri.

4.Pengadaan Jasa Tenaga Kebersihan, Pengemudi dan Administrasi Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI, APBN TA. 2025 senilai RP. 199,500,000, yang dimenangkan oleh PT. CITRA INDAH CEMERLANG (OUTSORCING).

5.Pengadaan Jasa Security Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V, APBN TA. 2025 senilai Rp. 223,200,000 yang dimenangkan oleh PT. JAVA SECURITI SERVISE (OUTSORCING).

“Kami (SIRA) mengharapkan peran aktif kinerja Kejati Sumsel, bahwa pekerjaan-pekerjaan kontruksi yang kami sampaikan diatas tersebut diduga kuat terdapat penyimpangan, adanya dugaan pengurangan kualitas spek/RAB, pekerjaan dilapangan yang terkesan asal-asalan sehingga kuat dugaan kami untuk proyek kontruksi tersebut diduga kuat KKN (RAB, Spek, poto dokumentasi lapangan kami lampirkan) guna mempermudah tindak lanjut proses hukum selanjutnya oleh Kejati Sumsel,”pungkasnya.

Ditempat yang sama, Rahmat Hidayat, SE menambahkan dalam orasinya, selain itu, kami.(SIRA) juga sangat mengharapkan pihak Kejati Sumsel untuk memeriksa realisasi pengadaan system outsorching, sebab persoalan ini menyangkut hak-hak para pekerja yang diduga dimakan, bahwa menurut informasi yang kami terima para pekerja outsorcing ini tidak menerima gaji sesuai dengan UMR, ada indikasi bahwa gaji mereka para pekerja outsorcing ini telah dipotong oleh oknum yang ada di BPK Wilayah VI Sumsel.

“Menyikapi permasalahan yang sudah kami sampaikan tadi, karena ini menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan cagar budaya sumatera selatan yang mesti kita dukung pelestarian bukan malah dikorupsi pembangunannya serta menyangkut hak-hak pekerja yang dirampas haknya,”jelas Rahmat Sandi Iqbal, SE Seketaris SiRA.

Oleh Karena itu, kami (SIRA) mendesak Kejati Sumsel dan jajaranya untuk mengusut tuntas dugaan korupsi terkait 5 paket kegiatan yang kami laporkan hari ini di Kejati Sumsel, serta mendesak Kejati Sumsel untuk segera memeriksa Kepala BPK Wilayah VI Sumsel (selaku KPA), Kasubag Umum “IS” (selaku PPK) konsultan pengawas dan kontraktor pelaksana untuk diperiksa dan dimintai pertanggung jawabanya terkait adanya dugaan praktik-prakti korupsi yang ada di tubuh BPK Wilayah VI Sumsel,”pungkasnya.

Sementara itu, Kajati Sumsel yang di Wakili oleh Dr. Vanny Yulia Eka Sari SH MH Kasi Penkum Kejati Sumsel mengatakan mengucapkan terima kasih atas apresiasinya dari SIRA terhadap Kinerja Kejati Sumsel terhadap penangkapan oknum anggota DPRD Muara Enim aktip dan anaknya, dari situ kita menemukan slip pengiriman 1.6 M dari pencairan uang muka kegiatan pengembangan jaringan irigasi di Muara Enim yang mana totalnya proyek anggarannya 7 M serta pekerjaannya mangkrak cuman terlaksana 37 Persen.

“Terkait Laporannya mengenai dugaan KKN di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI Sumsel silahkan di masukan ke PTSP karena memang prosedurnya seperti itu sesuai dengan SOP yang ada di sertai dengan identitas diri dan data pendukung,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pegadaian Padukan Olahraga, Investasi, dan Kepedulian Sosial dalam Golden Run 2026
Bupati Palas Sampaikan LKPJ 2025 Realisasi APBD Capai 91,88 Persen 
Jembatan Gantung Garuda Diresmikan, Danrem 044/Gapo : Bukti Nyata Sinergi untuk Rakyat
Lahan Transmigrasi Diduga Diserobot, 18 Tahun Warga Kapas I Menunggu Kepastian: Pemerintah Dinilai Hanya “Main Sinetron”
Skandal Agraria Menganga, Dugaan Sulap HGU Jadi HGB Bisa Seret Banyak Nama Besar
Firdaus Hasbullah Menilai DPD Demokrat Stabil Dan Berkembang, Cik Ujang Layak Maju Dalam Pilgub Sumsel 2029
Perkuat Pembangunan Nasional, Kasdam II/Sriwijaya Ikuti Rakor Teknis Seleksi Rekrutmen SPPI TA 2026
Stop Buang Anggaran! Sekda Muba Gandeng BPKP, Siap ‘Babat’ Program Formalitas di 2026 ​

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 02:50 WIB

Pegadaian Padukan Olahraga, Investasi, dan Kepedulian Sosial dalam Golden Run 2026

Senin, 27 April 2026 - 15:54 WIB

Bupati Palas Sampaikan LKPJ 2025 Realisasi APBD Capai 91,88 Persen 

Senin, 27 April 2026 - 14:32 WIB

Jembatan Gantung Garuda Diresmikan, Danrem 044/Gapo : Bukti Nyata Sinergi untuk Rakyat

Senin, 27 April 2026 - 13:39 WIB

Lahan Transmigrasi Diduga Diserobot, 18 Tahun Warga Kapas I Menunggu Kepastian: Pemerintah Dinilai Hanya “Main Sinetron”

Senin, 27 April 2026 - 13:10 WIB

Skandal Agraria Menganga, Dugaan Sulap HGU Jadi HGB Bisa Seret Banyak Nama Besar

Berita Terbaru