BREBES,GarudaXpose.com//– Gerakan Nasional Selamatkan Perempuan Indonesia (SPRIN) resmi digelar di Kabupaten Brebes, Selasa (12/5/2026). RSU Islami Mutiara Bunda dan Puskesmas Tanjung menjadi dua titik sentral pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.
Program berskala nasional yang diinisiasi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) ini hadir sebagai intervensi strategis untuk menekan tiga masalah kesehatan perempuan: Angka Kematian Ibu (AKI), stunting, dan kanker serviks.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Urgensi: Data BicaraAKI Indonesia: Masih berada di angka 189 per 100.000 kelahiran hidup.
Pergeseran Epidemiologi: Sekjen POGI dr Ulul Albab SpOG menegaskan, penyebab kematian ibu kini 32% didominasi komplikasi non-obstetri seperti penyakit jantung. Ini menggeser faktor klasik seperti perdarahan dan hipertensi dalam kehamilan.
Paradigma Baru: SPRIN mendorong kesadaran bahwa kesehatan perempuan bukan isu sektoral Dinas Kesehatan semata, melainkan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.
Apresiasi dan Catatan BPJS Kesehatan
Dirut BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) dr Prihati Pujowaskito mengapresiasi RSU Islami Mutiara Bunda sebagai motor penggerak SPRIN di Brebes.
“Ini aksi mulia sekaligus bukti konkret sinergi pemerintah dan swasta. SPRIN memperkuat Program JKN, khususnya layanan esensial bagi ibu hamil yang bersiap melahirkan,” ujarnya.
Untuk optimalisasi, dr Prihati menekankan tiga langkah kunci:
Cakupan JKN 100%: Tidak boleh ada satu pun ibu hamil di Brebes yang tidak terlindungi JKN.
Jemput Bola: Faskes harus proaktif berkoordinasi dengan Dinkes, pemda, hingga pemdes.
Prioritas Rentan: Pastikan ibu hamil dari keluarga kurang mampu terdaftar sebagai peserta JKN aktif.
Ia menambahkan, hasil kajian implementasi JKN terbukti meningkatkan persalinan di fasilitas kesehatan dan menurunkan out-of-pocket cost masyarakat secara signifikan.
Intervensi Gizi: 200 Ibu Hamil Terima Paket Nutrisi
Sebagai bentuk dukungan langsung, SPRIN menyalurkan paket nutrisi kepada 200 ibu hamil di Brebes. Paket berisi vitamin, susu hamil, telur, dan beras. Bantuan ini ditujukan untuk mencegah anemia, kekurangan energi kronik, dan memastikan tumbuh kembang janin optimal sejak dalam kandungan.
Tak hanya pembagian paket, kegiatan juga diisi edukasi gizi, screening kehamilan risiko tinggi, serta penyuluhan pencegahan kanker serviks melalui deteksi dini IVA dan HPV DNA.
Monitoring Lapangan oleh Pimpinan Daerah
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma bersama Dirut BPJS Kesehatan dan Sekjen POGI meninjau langsung proses screening ibu hamil di RSU Mutiara Bunda dan Puskesmas Tanjung.
Di ruang USG, Paramitha menyempatkan berdialog dengan salah satu ibu hamil. Ia berpesan:
“Pilih makanan yang sehat dan bergizi. Kurangi makanan instan seperti mi dan seblak. Perbanyak buah, sayur, dan ikan. Semoga sehat selalu dan persalinannya lancar.”
Paramitha juga menegaskan komitmen Pemkab Brebes untuk mengawal keberlanjutan SPRIN. “Kami siap mengalokasikan dukungan anggaran dan regulasi agar tidak ada ibu hamil yang tertinggal. Ini investasi generasi,” tegasnya.
Testimoni: Dampak yang Dirasakan Langsung
Tanti, warga Desa Sengon, mengaku terharu menerima bantuan tersebut.
“Saya dapat vitamin, susu hamil, telur, dan beras dari Ibu Bupati dan Rumah Sakit Mutiara Bunda. Terima kasih banyak. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk semua ibu hamil di Indonesia, khususnya Brebes,” tuturnya.
Menuju Kolaborasi Berkelanjutan
SPRIN menegaskan bahwa penurunan AKI tidak bisa dibebankan hanya pada tenaga kesehatan. Kanker serviks dan penyakit penyerta komplikasi non-obstetri menuntut pendekatan komprehensif lintas sektor.
Sekjen POGI dr Ulul Albab SpOG menambahkan, keberhasilan SPRIN sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat. “Edukasi harus sampai ke keluarga. Suami, orang tua, dan lingkungan wajib terlibat menjaga kesehatan ibu hamil. Deteksi dini penyakit jantung dan skrining serviks harus jadi budaya,” jelasnya.
Melalui gerakan ini, POGI mendorong terbangunnya ekosistem kolaboratif antara pemerintah pusat-daerah, faskes, BPJS Kesehatan, sektor swasta, dan masyarakat. Tujuannya satu: memastikan setiap perempuan Indonesia dapat menjalani kehamilan yang aman dan melahirkan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas.
“SPRIN bukan program seremonial. Ini gerakan moral untuk menyelamatkan ibu, menyelamatkan bangsa. Ketika ibu sehat, maka keluarganya kuat, dan Indonesia akan maju,” pungkasnya.red**
(Gus)










