Bali Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Garudaxpose.com | Bali – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus maupun suspek hantavirus di wilayah Bali. Meski demikian, pengawasan dan langkah preventif terus diperkuat menyusul laporan temuan kasus hantavirus di beberapa wilayah Indonesia.

Dalam pers rilis resmi di Denpasar pada Selasa 12 Mei 2026, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes menegaskan, pentingnya meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Penguatan surveilans dilakukan di berbagai pintu masuk, seperti bandara, pelabuhan, hingga area kerja yang dinilai memiliki risiko tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hingga saat ini belum ada kasus maupun suspek hantavirus yang terdeteksi di Bali,” kata dr. Anom.

Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Penularan ke manusia dapat terjadi melalui paparan kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi, termasuk debu yang terkontaminasi. Penyakit ini tidak menular antar manusia seperti Covid-19.

Gejala awal hantavirus disebut menyerupai flu berat, seperti demam, pusing dan nyeri otot. Dalam kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Provinsi Bali menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan guna mencegah berkembangnya populasi tikus. Warga juga diminta berhati – hati saat membersihkan rumah atau gudang yang lama tidak digunakan, dengan menggunakan masker dan sarung tangan serta menghindari menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering agar debu tidak beterbangan.

Selain itu, masyarakat yang mengalami demam tinggi disertai nyeri otot setelah kontak dengan lingkungan yang banyak tikus diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga memperkuat koordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota dan fasilitas kesehatan di seluruh Bali untuk memantau pasien dengan gejala flu berat yang memiliki riwayat kontak dengan tikus atau lingkungan tidak bersih.

Langkah lain yang dilakukan meliputi pengetatan skrining terhadap pekerja migran maupun kru kapal pesiar yang kembali ke Bali, serta edukasi kepada masyarakat terkait penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI guna memantau perkembangan situasi secara real-time. @ (suriasih)

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidak Komisi IV DPRD Brebes Soroti IGD Puskesmas Bulakamba dan Wanasari yang Panas dan Alkes Berkarat
IGD RSUD Brebes Membludak 55 Pasien, Lonjakan ISPA 30% Dipicu Abu Vulkanik – Wadir: Bukan Wabah Baru, Warga Jangan Panik
Homecare Gerak Cepat: Bupati Jember M. Fawait Pastikan Layanan Kesehatan Khusus Lansia Tersalurkan ke Masyarakat
Klarifikasi : Drg Reta Rianti Menegaskan Puskesmas Cisoka Tidak Lalai Dalam Menangani Nopi Haerani, Secara Medis Kita Tidak Bisa Meninggalkan SOP
Gubernur Koster Optimistis Bali Jadi Tuan Rumah WCD 2031
Marhaenisme Bergerak: DPC PDI Perjuangan Brebes Gelar Pengobatan Gratis Keliling, 120 Warga Pesantunan Disapa di Putaran Kelima
Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang
Khasiat Ajaib Si Biru Bunga Telang: Solusi Alami Kaya Antioksidan untuk Kesehatan Tubuh
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 04:09 WIB

Sidak Komisi IV DPRD Brebes Soroti IGD Puskesmas Bulakamba dan Wanasari yang Panas dan Alkes Berkarat

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:18 WIB

IGD RSUD Brebes Membludak 55 Pasien, Lonjakan ISPA 30% Dipicu Abu Vulkanik – Wadir: Bukan Wabah Baru, Warga Jangan Panik

Senin, 28 September 2026 - 06:17 WIB

Homecare Gerak Cepat: Bupati Jember M. Fawait Pastikan Layanan Kesehatan Khusus Lansia Tersalurkan ke Masyarakat

Senin, 21 September 2026 - 09:47 WIB

Klarifikasi : Drg Reta Rianti Menegaskan Puskesmas Cisoka Tidak Lalai Dalam Menangani Nopi Haerani, Secara Medis Kita Tidak Bisa Meninggalkan SOP

Rabu, 16 September 2026 - 00:21 WIB

Gubernur Koster Optimistis Bali Jadi Tuan Rumah WCD 2031

Berita Terbaru