Keterangan Foto:
Pengurus PAC Partai Demokrat Kecamatan Banjarharjo,Wagio ,saat menyampaikan testimoni dukungan kepada Bapak Asrofi sebagai calon Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes pada Muscab IV 2026,Rabu (15/7/2026)
BREBES,GarudaXpose.com//– Gendang Musyawarah Cabang (Muscab) IV Partai Demokrat 2026 ditabuh lebih kencang dari Banjarharjo. Pengurus Partai Demokrat Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Wagio pasang badan tanpa kompromi: mengunci nama Bapak Asrofi sebagai calon tunggal Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes. Istilah yang mereka pakai singkat, tajam, dan tak bisa dinego: “sikat total!”
Pernyataan sikap itu dilempar ke publik pada Rabu, 15 Juli 2026. Bukan sekadar dukungan, tapi testimoni politik yang sengaja dibaca keras-keras jelang Muscab IV DPD Partai Demokrat Jawa Tengah. Daftar nama hanya berisi satu baris. Asrofi. Titik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sebagai pengurus Partai Demokrat Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, sudah mengatakan sikat untuk memilih calon DPC Kabupaten Brebes, Bapak Asrofi, untuk menjadi calon tunggal,” ujar juru bicara pengurus. Suaranya bulat, tak ada celah keraguan.
Figur Petarung, Bukan Pemain Baru
Ditanya mengapa Asrofi, Banjarharjo menjawab tanpa tedeng aling-aling. “Kenapa harus Bapak Asrofi? Karena Bapak Asrofi seorang laki-laki, seorang figur yang sangat luar biasa menurut kami. Dan kebijakannya pun sudah kita mengetahuinya selama ini,”
Sudah kita ketahui kebijakannya” jadi amunisi utama. Artinya, Asrofi bukan figur karbitan. Ia dibingkai sebagai petarung yang paham seluk-beluk lapangan Brebes, bukan pemimpin coba-coba yang baru belajar pasang baliho.
Suara Demokrat Melorot Sejak 2024
Banjarharjo tak main aman. Mereka buka rapor partai di depan publik. “Intinya, selama ini dari 2024, Demokrat itu makin menurun suaranya,” akunya.
Kalimat itu lebih dari sekadar pengakuan. Itu tamparan. Dua tahun terakhir disebut jadi masa kelam elektoral Demokrat di Brebes. Karena itu, Muscab IV 2026 ditempatkan sebagai titik balik. Bukan sekadar ganti ketua, tapi ganti mesin.
Target yang dipasang pun tak main-main. “Mudah-mudahan dengan DPC Bapak Asrofi, Demokrat semakin meningkat tinggi suaranya. Dan menjadi partai terbesar di negara Indonesia,” sambung pernyataan itu. Ambisinya jelas: dari papan tengah, langsung bidik puncak klasemen.
Kunci Aklamasi Sejak Dini
Manuver Banjarharjo membaca arah angin. Dengan mendeklarasikan “calon tunggal”, mereka berupaya menutup ruang manuver figur lain. Ini operasi politik: jika 16 kecamatan lain ikut, maka Muscab Brebes selesai sebelum dimulai. Aklamasi jadi harga mati.
Dukungan itu lantas disegel dengan yel-yel penuh tekanan: “Bapak Asrofi… Yes! Yes!”
Akankah Banjarharjo Jadi Episentrum?
Muscab IV DPD Demokrat Jateng bakal merombak total peta DPC se-provinsi. Langkah Banjarharjo adalah bidak pertama yang maju. Pertanyaannya kini sederhana: apakah PAC lain akan merapat dan mengunci aklamasi, atau justru muncul poros penantang yang menolak skenario “satu nama”?
Yang tak bisa dibantah: Demokrat Brebes menolak jalan di tempat. Trauma 2024 memaksa mereka all-in. Pilihannya cuma dua di atas meja: tancap gas bersama Asrofi, atau kehilangan momentum lagi.
Asrofi kini bukan sekadar nama. Ia adalah taruhan politik Demokrat Brebes untuk merebut kembali suara rakyat yang sempat lepas.
Muscab tinggal menghitung hari. Arah Brebes kini menunggu sikap kecamatan lain, pungkasnya.**”
(4905)












