Satpol PP Adakan Operasi Sasar Sejumlah Ruas Jalan
Denpasar, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar melaksanakan kegiatan penertiban puluhan media promosi yang terpasang di sejumlah fasilitas umum dan ruas jalan di Kota Denpasar, Selasa (3/3). Media promosi yang ditertibkan tersebut meliputi baliho, spanduk, banner, umbul-umbul, hingga pamflet.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa ruas jalan disasar Satpol PP Denpasa, yakni Jalan Kenyeri, Simpang Nangka Gatsu, Jalan Nangka, Jalan Melati, Jalan Sudirman, Jalan Ponogoro, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Teuku Umar.
Kepala Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bawa Nendra, mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketertiban, estetika kota, serta menciptakan ruang publik yang bersih dan nyaman bagi masyarakat.
Dari hasil kegiatan tersebut, petugas berhasil menertibkan Pamflet sebanyak 43 buah, Banner 41 buah, Spanduk 10 buah, dan Baliho sejumlah 4 buah. “Total sebanyak 98 media promosi yang melanggar ketentuan pemasangan di fasilitas umum berhasil diamankan oleh petugas,” jelasnya.
Agung Nendra menegaskan bahwa seluruh jenis layanan dan tindak lanjut pengaduan melalui aplikasi GARBASITA pada Satpol PP Kota Denpasar tidak dikenakan biaya apapun.
Dalam rangka menjaga integritas seluruh jajaran, Satpol PP Kota Denpasar juga menegaskan tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun. Apabila terdapat oknum yang meminta sesuatu dengan mengatasnamakan Satpol PP Kota Denpasar, masyarakat dapat segera melaporkannya melalui WA Bot GARBASITA di nomor 0813 3733 8326, dengan melampirkan bukti otentik.
Melalui kegiatan ini, Satpol PP Kota Denpasar mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk bersama-sama menaati peraturan yang berlaku demi mewujudkan Kota Denpasar yang tertib, bersih, dan nyaman. (Ayu/Tra,).
Walikota Hadiri Prosesi Majaya-Jaya Paruman Majelis Desa Adat Denpasar
Garudaxpose.com l Denpasar Bali –Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri pelaksanaan upacara Majaya-Jaya Paruman Alitan Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar yang digelar di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar, Selasa (3/3).
Ket. Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, Ketua Pengurus Harian PHDI Kota Denpasar I Made Arka, Ketua Majelis Desa Adat Kota Denpasar I Ketut Wisna, dan Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar I Wayan Butuantara dalam kesempatan pelaksanaan upacara Majaya-Jaya Paruman Alitan MDA Kota Denpasar yang digelar di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar, Selasa (3/3).
Upacara ini bertepatan dengan Purnama Kasanga yang dilaksanakan sebagai rangkaian memohon restu dan kelancaran dalam menjalankan tugas-tugas Paruman Alitan MDA Kota Denpasar. Prosesi diawali dengan upacara Majaya-Jaya yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Gelgel Keniten, Griya Satya, dilanjutkan dengan persembahyangan bersama serta penyerahan Surat Keputusan (SK) secara simbolis oleh Walikota Jaya Negara.

Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, Ketua Pengurus Harian PHDI Kota Denpasar I Made Arka, Ketua Majelis Desa Adat Kota Denpasar I Ketut Wisna, Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar I Wayan Butuantara, para Jro Bendesa Adat se-Kota Denpasar, serta undangan lainnya yang turut mengikuti prosesi persembahyangan bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya upacara Majaya-Jaya Paruman Alitan MDA Denpasar sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan serta memperkuat peran lembaga adat dalam kehidupan masyarakat Bali, khususnya di Kota Denpasar.
Menurut Jaya Negara, keberadaan Majelis Desa Adat memiliki peran strategis dalam menjaga, melestarikan, serta menguatkan nilai-nilai adat, tradisi, dan budaya Bali di tengah dinamika perkembangan kota.
“Melalui pelaksanaan upacara ini kita berharap seluruh pengurus dan anggota Majelis Desa Adat diberikan kerahayuan, kekuatan, serta kelancaran dalam mengemban tugas menjaga adat, budaya, dan kearifan lokal Bali,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut disampaikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan desa adat menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan berbasis budaya di Kota Denpasar. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal tetap lestari sekaligus mampu mendukung terwujudnya Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya.
Sementara itu, Ketua Majelis Desa Adat Kota Denpasar I Ketut Wisna, menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara ini bertepatan dengan Purnama Kasanga sekaligus menjadi rangkaian pengukuhan Bendesa Alitan MDA Kota Denpasar yang berada di empat kecamatan.
Ia mengatakan, sebelumnya telah dilaksanakan paruman di tingkat kecamatan yang menetapkan Bendesa Alitan di masing-masing kecamatan. Selanjutnya, pengukuhan dilakukan melalui Surat Keputusan dari Majelis Desa Adat yang kemudian diserahkan secara simbolis pada pelaksanaan upacara Majaya-jaya oleh Walikota Denpasar. “Kehadiran Bendesa Alitan ini diharapkan dapat memperkuat pendampingan serta penguatan desa adat di masing-masing kecamatan,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan Majelis Desa Adat juga diharapkan dapat bersinergi dan mendukung berbagai program Pemerintah Kota Denpasar, sekaligus terus ngayah dalam menjaga dan menguatkan desa adat.
“Semoga melalui pelaksanaan upacara ini seluruh pengurus dapat diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas. Mari bersama-sama mendukung program pembangunan Kota Denpasar melalui penguatan desa adat,” pungkasnya. (Pur/tra).
Wawali Tinjau Nominasi 16 Besar Ogoh-Ogoh Kesanga Festival Dentim
Garudaxpose.com l Denpasar Bali – Wakil Walikota, I Kadek Agus Arya Wibawa mengunjungi beberapa Banjar di wilayah Kecamatan Denpasar Timur, guna meninjau langsung hasil karya ogoh-ogoh Sekehe Teruna Teruni (STT) se-Kota Denpasar yang menjadi nominasi 16 Besar Kasanga Festival Icaka Warsa 1948 Tahun 2026, Senin (2/3) malam.

Pada kesempatan itu, setidaknya terdapat 5 lokasi Banjar yang dikunjungi. Antara lain, Banjar Abian Kapas Tengah dan Banjar Abian Kapas Kaja, di wilayah Kelurahan Sumerta, kemudian dilanjutkan Banjar Ceramcam, Kelurahan Kesiman. Sementara lokasi berikutnya adalah Banjar Tembawu Kelod di Penatih, dan lokasi terakhir ada di Banjar Kesambi, Desa Kesiman Kertalangu.
Tampak hadir dalam kesempatan tersebut para Anggota DPRD Bali Dapil Kota Denpasar yakni I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya AA Istri Paramita Dewi, Hadir dan lainnya. Ada pula Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati dan undangan lainnnya.
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan, rangkaian kunjungan ini dilaksanakan guna mengecek kesiapan para peserta yang masuk nominasi 16 besar Kesanga Festival 2026.

Hal ini juga sekaligus, guna memberikan semangat dan dukungan kepada para anggota STT agar dapat mempersembahkan penampilan dan karya terbaik berlangsungnya pawai Kesanga Festival yang dijadwalkan akan terselenggara pada 6-8 Maret mendatang, agar dapat menampilkan karya maksimal saat pawai nanti.
Dalam hal ini, pihaknya juga turut mengapresiasi karya STT se-Kota Denpasar yang telah menampilkan kreatifitas yang maksimal dan tentunya lebih baik dari tahun sebelumnya.
“Seluruh karya yang dihasilkan STT Denpasar semuanya bagus-bagus. Namun, dalam setiap perlombaan ada yang terbaik. Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Denpasar agar adik-adik STT semakin siap menampilkan yang terbaik,” ungkap Arya Wibawa.

Pada kesempatan itu, Arya Wibawa juga memberikan apresiasi atas dukungan yowana dalam pembangunan Denpasar. Termasuk juga di dalamnya masukan, usul dan saran yowana akan menjadi atensi Pemkot Denpasar kedepannya.
“Selain memberikan semangat, motivasi dan dukungan, tadi kita banyak berdiskusi tentang kreatifitas anak muda, kedepan akan menjadi atensi dalam setiap program kerja pembangunan Kota Denpasar, tetap semangat berkreatifitas,” ujarnya
Selebihnya, Arya Wibawa juga berpesan kepada seluruh STT dan komponen masyarakat Kota Denpasar agar pada penyelenggaraan Nyepi tahun ini, bersama-sama menjaga kebersihan, utamanya saat pawai Kesanga Festival maupun momen pengerupukan nanti.
“Ngiring adik-adik pada Nyepi tahun ini kita bersama-sama untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan. Nanti pada saat pawai Kesanga Festival maupun saat penyelenggaraan pengerupukan,” katanya. (Win/Tra)












