Bestari Barus dari ketua bidang politik DPP bersama Mas Wawan ketua DPD PSI Brebes dan Yusuf ketua DPD PSI kota TEGAL
BREBES,GarudaXpose.com- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan politik sebagai sarana memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, kebebasan, dan kemerdekaan beribadah bagi seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPD PSI Kabupaten Brebes,31-Januari-2026-Wawan, sebagai respons atas pidato Presiden Joko Widodo di penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar, yang menekankan pentingnya keterbukaan dan pengelolaan perbedaan sebagai rahmat dalam berdemokrasi.
Wawan mengatakan bahwa sejak awal PSI dibangun sebagai kumpulan orang-orang yang memiliki solidaritas tinggi dan komitmen untuk mengimplementasikan tujuan politik sebagai tujuan mulia bagi sebesar-besar kemanfaatan bangsa dan negara. “Bagi PSI, politik hanyalah cara untuk mendapatkan kekuasaan. Tujuan akhirnya adalah bagaimana kekuasaan itu dipakai untuk melindungi hak warga negara, termasuk kemerdekaan beribadah dan martabat manusia,” ujar Wawan.
Menurut Wawan, PSI memandang politik bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai cara untuk mendapatkan kekuasaan yang digunakan untuk melindungi hak-hak warga negara, termasuk kemerdekaan beribadah dan menjaga martabat manusia. Ia menekankan bahwa PSI adalah partai super terbuka, yang tidak hanya menerima perbedaan pandangan, tetapi juga mengelola perbedaan tersebut sebagai rahmat, bukan ancaman, dalam semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“PSI adalah partai super terbuka. Artinya, akan ada banyak perbedaan di dalamnya. Dan seperti yang disampaikan Presiden Jokowi, perbedaan itu bukan ancaman, melainkan rahmat jika dikelola dengan niat baik dan semangat persatuan,” jelasnya.
DPD PSI Brebes berkomitmen untuk menerjemahkan semangat keterbukaan dan solidaritas ini ke dalam kerja nyata di lapangan. Mereka bertekad menghadirkan politik yang rasional, inklusif, dan berpihak pada kepentingan publik, dengan menjunjung tinggi etika dan solidaritas. “Politik tidak harus kotor. Bisa dijalankan dengan etika, solidaritas, dan tujuan jelas untuk masyarakat luas,” tegas Wawan, menekankan komitmen PSI untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Mas Wawan bersama ketua DPD PSI GROBOGAN, BANYUMAS DAN KOTA TEGAL
Wawan juga menyadari bahwa idealisme politik kerap dipandang sinis oleh sebagian masyarakat. Ia mengatakan, tidak masalah jika ada pihak yang meragukan atau bahkan mencibir gagasan politik yang berangkat dari nilai dan niat baik. “Kalau ada yang tersenyum kecut atau mencibir, itu wajar. Politik memang sering mengecewakan. Tapi bagi kami, semuanya kembali pada niat. Innamal a‘malu binniyat. Jika niatnya bersih, langkahnya benar, dan tujuannya lurus, politik bisa menjadi jalan kemaslahatan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wawan juga mengajak seluruh masyarakat untuk bergabung dengan PSI dalam upaya membangun bangsa dan negara yang lebih baik. “Kami ingin membuktikan bahwa politik tidak harus selalu kotor. Politik bisa dijalankan dengan etika, dengan solidaritas, dan dengan tujuan yang jelas untuk kepentingan masyarakat luas,” ajaknya.
(Agus)












