Jember Garudaxpose com Banyak orang memandang profesi wartawan sekadar sebagai pekerjaan. Namun bagi mereka yang menjalaninya dengan tulus, menjadi wartawan bukanlah sekadar mencari nafkah. Lebih dari itu, ini adalah panggilan jiwa, sebuah amanah, dan tanggung jawab sosial yang besar.
Menjadi wartawan berarti memegang kunci kebenaran di tangan. Setiap berita yang ditulis, setiap informasi yang disampaikan, adalah amanah bagi masyarakat luas. Satu kesalahan informasi dapat menyesatkan banyak orang. Sebaliknya, kebenaran yang disampaikan dengan jujur dapat membela yang lemah dan menjaga jalannya keadilan.
Profesi ini juga bukan tentang siapa yang paling lantang bersuara, melainkan tentang siapa yang paling setia pada kebenaran. Wartawan sejati tidak berpihak pada siapa pun kecuali pada fakta dan kepentingan publik. Ia tidak boleh membiarkan suap, tekanan, atau kepentingan tertentu menggeser kebenaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh karena itu, profesi wartawan bukan profesi yang bisa diminta-minta atau diperjualbelikan. Segala bentuk pungutan, imbalan, atau transaksi dalam pemberitaan adalah pelanggaran terhadap kode etik jurnalistik dan pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, panggilan jiwa ini tetap harus dijaga. Menjadi mata dan telinga masyarakat, menyuarakan yang tak tersuarakan, dan mengawasi demi kebaikan bersama itulah tanggung jawab sosial yang melekat pada setiap diri wartawan.
Semangat ini perlu terus dipegang teguh: Kebenaran adalah tujuan, kejujuran adalah senjata, dan rakyat adalah tujuannya.
Pewarta.SLAMET RAHARJO.















