Pemerintah Kabupaten Lumajang Andalkan Program IBUK ANTING Terintegrasi, untuk Perkuat Penanganan Stunting

- Penulis

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com I Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat upaya penanganan stunting melalui program inovatif IBUK ANTING (Integrated Nutritional Governance for Future Generations). Program ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem layanan kesehatan yang terintegrasi dan responsif.

Melalui IBUK ANTING, berbagai layanan kesehatan mulai dari posyandu, puskesmas, hingga rumah sakit dihubungkan dalam satu sistem terpadu. Tujuannya adalah untuk memastikan deteksi dini, rujukan cepat, serta penanganan gizi yang tepat bagi anak-anak yang berisiko mengalami stunting.

Permasalahan stunting di Lumajang masih menjadi perhatian serius. Namun, dengan pendekatan kolaboratif dan terintegrasi, pemerintah optimistis mampu menekan angka prevalensi secara signifikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang, dr. Rosyidah ( 26/03/2026), menegaskan bahwa program ini menjadi terobosan penting dalam penanganan stunting di daerah.

“Melalui IBUK ANTING, kita tidak lagi bekerja secara terpisah. Semua layanan kesehatan terhubung, mulai dari tingkat desa hingga rumah sakit, sehingga setiap anak bisa mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fokus utama program ini tidak hanya pada penanganan kasus, tetapi juga pada upaya pencegahan melalui skrining dini dan intervensi berbasis masyarakat.

“Deteksi dini dan respon cepat menjadi kunci. Dengan koordinasi yang kuat antara tenaga kesehatan dan masyarakat, kita bisa menekan keterlambatan penanganan serta meningkatkan kualitas kesehatan anak,” tambahnya.

Program ini juga menunjukkan hasil positif dengan penurunan angka stunting sekitar 6,5 persen, sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, baik pemerintah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat.

Lebih lanjut, dr. Rosyidah menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

“Penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama yang kuat, kita bisa mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan bebas stunting,” tegasnya.

Melalui IBUK ANTING, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap dapat menciptakan generasi masa depan yang lebih berkualitas serta mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan secara berkelanjutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapperida Brebes Pamerkan Puluhan Inovasi Kesehatan, Dari Puskesmas Hingga RSUD
Sidokkes Polres Lumajang Pastikan Keamanan Makanan Lewat Uji Lab Ketat di Dua Titik SPPG
Diresmikan Menteri Kesehatan, Banyuwangi Gandeng Noora Health Luncurkan Konsultasi Kesehatan Hotline via Whatsapp 24 Jam
Kabupaten Tangerang Kembali Darurat Hexymer dan Tramadol, Ketua MUI Cisoka Desak APH Tindak Tegas
Polemik Absen Bodong di Brebes Belum Usai, Karyawan Puskesmas Diminta Bayar ‘Denda’ Rp 400 Ribu per Orang
Dinkes Genjot Cakupan BPJS Ibu Hamil Sejak Trimester Pertama, Bidan Desa Dikerahkan Cek Keaktifan
Didukung Noora Health, Banyuwangi Segera Hadirkan Konsultasi Kesehatan Online 24 Jam
Layanan Khitan UPTD Puskesmas Kutabumi Dorong Akses Sunat Aman dan Terjangkau

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:42 WIB

Bapperida Brebes Pamerkan Puluhan Inovasi Kesehatan, Dari Puskesmas Hingga RSUD

Senin, 20 Juli 2026 - 07:22 WIB

Sidokkes Polres Lumajang Pastikan Keamanan Makanan Lewat Uji Lab Ketat di Dua Titik SPPG

Minggu, 19 Juli 2026 - 04:38 WIB

Diresmikan Menteri Kesehatan, Banyuwangi Gandeng Noora Health Luncurkan Konsultasi Kesehatan Hotline via Whatsapp 24 Jam

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:15 WIB

Kabupaten Tangerang Kembali Darurat Hexymer dan Tramadol, Ketua MUI Cisoka Desak APH Tindak Tegas

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:52 WIB

Polemik Absen Bodong di Brebes Belum Usai, Karyawan Puskesmas Diminta Bayar ‘Denda’ Rp 400 Ribu per Orang

Berita Terbaru