Garudaxpose.com | Probolinggo – Penanganan terhadap korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo menjadi perhatian Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar. Pada Kamis (15/10/2026), ia mendatangi RSUD Tongas untuk melihat langsung kondisi para korban yang mendapatkan perawatan setelah insiden tersebut.
Dalam kunjungan itu, Kapolres memantau perkembangan penanganan medis sekaligus memperoleh informasi mengenai kondisi para korban. Peristiwa karhutla tersebut menimbulkan dampak serius, dengan empat orang dinyatakan meninggal dunia dan dua korban lainnya mengalami luka bakar.
Kedua korban yang mengalami luka bakar selanjutnya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya agar mendapatkan penanganan medis lanjutan sesuai kebutuhan kondisi mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah upaya penanganan korban, AKBP Asmida Rizki Siregar turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. Ia berharap keluarga korban mampu melewati masa duka dengan dukungan dan ketabahan.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya para korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ungkapnya.
Kapolres juga menaruh harapan besar terhadap proses pemulihan dua korban yang masih menjalani perawatan. Ia menekankan pentingnya keselamatan pasien serta penanganan medis yang optimal agar kondisi korban dapat segera membaik.
“Kami berharap para korban yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih. Keselamatan dan penanganan medis para korban menjadi hal yang sangat penting,” lanjutnya.
Pencegahan Karhutla Perlu Diperkuat
Selain memberikan perhatian kepada para korban, kejadian ini menjadi momentum untuk kembali meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan. Polres Probolinggo mengingatkan warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan yang memiliki potensi kebakaran.
Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu munculnya api serta segera menyampaikan laporan kepada petugas apabila menemukan indikasi kebakaran di kawasan hutan.
Upaya pencegahan dinilai penting untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Keterlibatan warga bersama petugas dan instansi terkait diharapkan dapat membantu menekan risiko karhutla di kawasan Gunung Bromo.
Kunjungan Kapolres ke RSUD Tongas menjadi bagian dari perhatian kepolisian terhadap dampak insiden tersebut. Di samping memastikan perkembangan penanganan korban, langkah pencegahan juga perlu terus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kerugian maupun korban jiwa.
(Septyan)















