Nenek Suminah Masih Hidup, Surat Kematian Diterbitkan Demi Jual Tanah: Sekdes Pabuaran Blokir Wartawan

- Penulis

Senin, 31 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | KABUPATEN TANGERANG — Skandal penerbitan surat kematian fiktif menimpa Nenek Suminah, warga Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang yang hingga hari ini dipastikan masih hidup. Kasus ini mencuat setelah terungkapnya motif perampasan tanah oleh oknum keluarga, sementara pihak aparatur desa terkesan saling lempar tanggung jawab dan menghindari konfirmasi dari pihak media.

Awak Media yang tergabung dalam Media Center Jayanti (MCJ) mengkonfirmasi pihak keluarga dan Nenek Suminah langsung dikediaman beliau.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kepala Desa Pabuaran berdalih tidak mengetahui bahwa warganya tersebut masih hidup saat dokumen kematian diterbitkan. Kades menyatakan bahwa seluruh proses pembuatan surat kematian fiktif tersebut dieksekusi langsung oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Pabuaran tanpa adanya pengecekan lapangan (crosscheck) ke kediaman Nenek Suminah. Kelalaian administratif ini diakui sebagai bentuk kelengahan pihak desa yang tertipu oleh klaim sepihak.

Penerbitan surat kematian ini merupakan modus kejahatan pertanahan. Oknum keponakan Nenek Suminah memanfaatkan surat fiktif tersebut dengan mengaku sebagai ahli waris tunggal. Dokumen itu kemudian digunakan untuk mengubah nama pada Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) tanah milik korban. Setelah status nama berhasil dialihkan, tanah tersebut langsung dijual oleh sang keponakan kepada pihak perusahaan.

 

Upaya wartawan untuk mendapatkan hak jawab dari Sekdes Pabuaran terkait kronologi dan dasar penerbitan dokumen justru menemui jalan buntu. Setelah dicari di kantor desa maupun kediamannya tanpa hasil, Sekdes Pabuaran diketahui memblokir nomor telepon seluler wartawan saat dihubungi.

 

Sekdes Kubang Patung Sulit Ditemui, sikap menghindar tidak hanya ditunjukkan oleh aparat Desa Pabuaran. Upaya konfirmasi yang dilayangkan kepada Sekdes Desa Kubang Patung, Kecamatan Sukamulya—yang diduga memiliki keterkaitan dengan persoalan administrasi atau jejak dokumen tersebut—juga nihil. Sekdes Kubang Patung disebut sangat sulit ditemui oleh awak media yang datang untuk meminta keterangan.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dan langsung dari Sekdes Pabuaran maupun oknum keponakan terkait perbuatannya. Kasus dugaan pemalsuan dokumen negara demi memuluskan praktik mafia tanah ini memicu desakan agar Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Tangerang segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Koster Bersama Danrem Lepas Bantuan Logistik Sekitar 9 Truck
Meriahkan Maulid Nabi dengan Tradisi Ndag-Ndogan, Warga Binaan Lapas Banyuwangi Diajak Meneladani Akhlak Rasulullah
3.000 Lebih kurang Warga Darungan Terima Beras 30 Kg, Desa Terapkan 2 Gelombang Pengambilan Demi Keteraturan
AKBP Budi Prasetyo, Baru Jabat Kasubdit I Ditressiber, Kini Dipercaya Jadi Kapolres Sibolga
ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI DUGAAN JUAL BELI PUING GALIAN PROYEK JALAN CISOKA–CANGKUDU
Bobokan Proyek Jalan Cisoka Cangkudu Disorot, Menjual Bekas Bobokan Jalan Demi Kepentingan Pribadi Masuk Kategori Penggelapan Pidana Atau Tindak Korupsi
Kejaksaan Negeri Padang Lawas Gelar Coffe Morning: Kuatkan Sinergi Dengan Media, Tetap Optimis Meski Terbatas Personil
Kapolresta Tangerang Pimpin Sertijab Kabag SDM hingga Kapolsek Balaraja-Tigaraksa

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Gubernur Koster Bersama Danrem Lepas Bantuan Logistik Sekitar 9 Truck

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Meriahkan Maulid Nabi dengan Tradisi Ndag-Ndogan, Warga Binaan Lapas Banyuwangi Diajak Meneladani Akhlak Rasulullah

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:49 WIB

3.000 Lebih kurang Warga Darungan Terima Beras 30 Kg, Desa Terapkan 2 Gelombang Pengambilan Demi Keteraturan

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Nenek Suminah Masih Hidup, Surat Kematian Diterbitkan Demi Jual Tanah: Sekdes Pabuaran Blokir Wartawan

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:41 WIB

AKBP Budi Prasetyo, Baru Jabat Kasubdit I Ditressiber, Kini Dipercaya Jadi Kapolres Sibolga

Berita Terbaru