Memutus Rantai Mafia Obat Tipe G: Sinergi Dinkes Tangsel dan Media demi Selamatkan Generasi

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Tangerang Selatan – Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan resmi menggandeng insan pers dalam misi besar memberantas peredaran obat keras tipe G. Kolaborasi ini difokuskan untuk memutus akses penjualan ilegal yang kini mulai menyasar lingkungan pemukiman dan pelajar.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar menegaskan bahwa media adalah mitra strategis untuk membongkar praktik terselubung. Banyaknya toko kosmetik yang menyalahgunakan izin menjadi target utama dalam pengawasan bersama ini.Kamis(15/01/2026)

Penyalahgunaan obat seperti Tramadol dan Eximer telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Tanpa pengawasan ketat, obat-obatan ini menjadi pemicu utama rusaknya saraf masa depan anak muda di Tangerang Selatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kadinkes menginstruksikan agar informasi dari lapangan yang ditemukan wartawan segera dikoordinasikan dengan tim teknis. Sinergi ini bertujuan agar tindakan pencegahan dan penertiban dapat dilakukan secara real-time dan tepat sasaran.

Media juga didorong untuk menjalankan fungsi edukasi secara mendalam kepada masyarakat. Pengetahuan orang tua mengenai ciri-ciri fisik dan dampak buruk obat tipe G menjadi benteng pertama dalam pencegahan di tingkat keluarga.

Dinkes menjamin bahwa setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti dengan tindakan tegas tanpa pandang bulu. Kerja sama ini tidak hanya berhenti pada pemberitaan, tetapi mengawal proses hukum bagi para pelanggar aturan.

Para jurnalis berkomitmen untuk terus menyoroti titik-titik rawan yang selama ini sulit dijangkau oleh petugas. Dengan publikasi yang konsisten, diharapkan tercipta tekanan publik agar tidak ada lagi ruang bagi pengedar obat ilegal.

Sebagai penutup, langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi titik balik bagi keamanan kesehatan di Tangsel. Pemerintah dan media bersepakat bahwa keselamatan warga adalah prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar oleh kepentingan bisnis apapun.

 

(Nix)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapperida Brebes Pamerkan Puluhan Inovasi Kesehatan, Dari Puskesmas Hingga RSUD
Sidokkes Polres Lumajang Pastikan Keamanan Makanan Lewat Uji Lab Ketat di Dua Titik SPPG
Diresmikan Menteri Kesehatan, Banyuwangi Gandeng Noora Health Luncurkan Konsultasi Kesehatan Hotline via Whatsapp 24 Jam
Kabupaten Tangerang Kembali Darurat Hexymer dan Tramadol, Ketua MUI Cisoka Desak APH Tindak Tegas
Polemik Absen Bodong di Brebes Belum Usai, Karyawan Puskesmas Diminta Bayar ‘Denda’ Rp 400 Ribu per Orang
Dinkes Genjot Cakupan BPJS Ibu Hamil Sejak Trimester Pertama, Bidan Desa Dikerahkan Cek Keaktifan
Didukung Noora Health, Banyuwangi Segera Hadirkan Konsultasi Kesehatan Online 24 Jam
Layanan Khitan UPTD Puskesmas Kutabumi Dorong Akses Sunat Aman dan Terjangkau

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:42 WIB

Bapperida Brebes Pamerkan Puluhan Inovasi Kesehatan, Dari Puskesmas Hingga RSUD

Senin, 20 Juli 2026 - 07:22 WIB

Sidokkes Polres Lumajang Pastikan Keamanan Makanan Lewat Uji Lab Ketat di Dua Titik SPPG

Minggu, 19 Juli 2026 - 04:38 WIB

Diresmikan Menteri Kesehatan, Banyuwangi Gandeng Noora Health Luncurkan Konsultasi Kesehatan Hotline via Whatsapp 24 Jam

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:15 WIB

Kabupaten Tangerang Kembali Darurat Hexymer dan Tramadol, Ketua MUI Cisoka Desak APH Tindak Tegas

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:52 WIB

Polemik Absen Bodong di Brebes Belum Usai, Karyawan Puskesmas Diminta Bayar ‘Denda’ Rp 400 Ribu per Orang

Berita Terbaru