Listrik Matahari Hidupkan Pulau Cemara, Brebes Tembus 7 Besar JETA 2026

- Penulis

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com//Komitmen Pemerintah Kabupaten Brebes mendorong transisi energi hijau mulai membuahkan hasil nyata di tingkat provinsi. Lewat inovasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sektor pariwisata, Kabupaten Brebes resmi terpilih sebagai salah satu dari 7 besar finalis Jateng Energy Transition Awards (JETA) 2026.

JETA adalah ajang bergengsi yang diinisiasi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah. Tujuannya tegas: mempercepat adopsi Energi Baru Terbarukan (EBT) dan mewujudkan kemandirian energi berbasis potensi lokal di seluruh Jawa Tengah. Ajang ini jadi tolok ukur keseriusan daerah dalam meninggalkan energi fosil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah lolos seleksi proposal yang ketat, Brebes kini memasuki tahap krusial yaitu Visitasi Penilaian Lapangan. Selasa, 21 April 2026, tim penilai dari ESDM Jateng turun langsung menyambangi lokus utama inovasi EBT Brebes: Pulau Cemara, Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari.

Pulau Cemara: Potensi Besar Tanpa Listrik PLN
Pulau Cemara dipilih bukan tanpa alasan. Destinasi wisata berbasis lingkungan ini punya potensi besar sebagai eco-tourism unggulan Brebes. Hutan cemara yang rindang, garis pantai yang landai, dan area camping ground yang luas jadi daya tarik utama. Namun, semua itu belum terjamah jaringan listrik konvensional PLN.

Selama bertahun-tahun, seluruh aktivitas di sana bergantung penuh pada genset. Mulai dari penerangan warung UMKM, pengisian daya ponsel pengunjung, sampai operasional pengelola wisata.

Akibatnya jelas. Pertama, biaya operasional tinggi karena harga BBM solar terus naik. Kedua, suara bising genset mengganggu kenyamanan wisatawan yang cari ketenangan alam. Ketiga, polusi asap mencemari udara bersih yang jadi nilai jual utama Pulau Cemara. Keempat, aktivitas malam hari mati total karena genset hanya dinyalakan terbatas demi hemat biaya.

Padahal, wisata malam, api unggun, dan camping ground adalah nyawa Pulau Cemara. Tanpa listrik, potensi ekonomi itu tidak bisa dioptimalkan.

Solusi Tegas: PLTS Atap Gantikan Genset
Di hadapan tim visitasi ESDM Jateng, Wakil Bupati Brebes Wurja SE memaparkan rencana strategis pembangunan PLTS Atap. Turut mendampingi Kepala Bapperida, Kepala DPU Kabupaten Brebes, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat yang jadi garda depan pengelolaan wisata.

Wurja menegaskan, PLTS ini bukan sekadar proyek pengadaan listrik. Ini solusi terintegrasi untuk menghidupkan ekonomi kawasan secara berkelanjutan. PLTS Atap dipilih karena pemasangannya cepat, tidak butuh lahan luas, dan bisa langsung dipasang di bangunan fasilitas wisata yang ada.

Tiga dampak utama yang dibidik:
Gantikan genset 100%: Mengakhiri ketergantungan pada energi boros, mahal, dan polutif. Pengeluaran BBM bisa dialihkan untuk pengembangan wisata.
Hidupkan wisata malam: Listrik stabil 24 jam memungkinkan warung buka lebih lama, lampu penerangan jalur wisata menyala, dan kegiatan malam seperti pentas seni atau api unggun berjalan aman.
Pacuk UMKM dan camping ground: Sediakan listrik bersih untuk produksi kuliner warga, cold storage ikan hasil nelayan, penerangan tenda, hingga charging station bagi pengunjung.

“Hingga saat ini, Pulau Cemara masih bergantung pada genset sehingga aktivitas di malam hari belum optimal. Kami mendorong PLTS ini sebagai solusi energi bersih yang ramah lingkungan sekaligus pendorong potensi ekonomi kawasan,” tegas Wurja di hadapan tim penilai.

Optimisme Replikasi Se-Brebes
Optimisme tinggi menyelimuti keikutsertaan Brebes di JETA 2026. Capaian masuk 7 besar ini bukan tujuan akhir. Pemkab Brebes memandangnya sebagai pintu masuk untuk percepatan transisi energi di daerah.

Jika model PLTS Atap di Pulau Cemara terbukti sukses meningkatkan kunjungan wisata dan pendapatan UMKM, skema serupa akan direplikasi ke sektor-sektor produktif lain. Targetnya: sentra pertanian, kawasan industri kecil, pasar desa, hingga gedung-gedung pemerintah di seluruh wilayah Brebes.

Perwakilan tim visitasi Dinas ESDM Jateng, Andi, mengapresiasi langkah Brebes. Ia menjelaskan mekanisme penilaian akhir. Hasil visitasi lapangan ini akan diakumulasikan dengan nilai presentasi proposal sebelumnya. Bobot penilaiannya mencakup inovasi, dampak ekonomi, keberlanjutan, dan keterlibatan masyarakat. Pemenang utama JETA 2026 akan diumumkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam waktu dekat.

7 Kabupaten Finalis JETA 2026Persaingan menuju juara JETA 2026 cukup ketat. Semua finalis membawa inovasi EBT unggulan masing-masing. Selain Brebes, enam kabupaten lain yang lolos 7 besar adalah:

Kabupaten Wonosobo
Kabupaten Boyolali
Kabupaten Rembang
Kabupaten Karanganyar
Kabupaten Jepara
Kabupaten Pekalongan
Kabupaten Brebes

Pungkasnya
Keberhasilan Brebes menembus 7 besar JETA 2026 adalah bukti bahwa transisi energi hijau bukan lagi jargon di atas kertas. Di tangan daerah, energi matahari bisa diubah jadi penggerak ekonomi riil. Pulau Cemara jadi contoh nyata: dari gelap karena genset, kini bersiap terang berkat PLTS. Jika komitmen ini konsisten dijaga, bukan tidak mungkin Brebes akan jadi pionir kemandirian energi di pantura Jawa Tengah. Energi bersih, wisata tumbuh, UMKM untung.red*

(Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tumpak Sewu Jadi Primadona Libur Iduladha dan Waisak, Dikunjungi Hampir 10 Ribu Wisatawan
Sonny T. Danaparamita Gelar Safari Gemarikan, Dorong Konsumsi Ikan untuk Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas
Wisatawan Betah Berlama-lama di Senja AWT Banyuwangi
Segoro Topeng Kaliwungu Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Daerah Berbasis Pariwisata
Diskominfo Lumajang Perkuat Promosi Pariwisata melalui Ekosistem Digital Terintegrasi
90 Ribu Wisatawan Liburan di Banyuwangi Selama Libur Panjang
Diluncurkan Menteri Pariwisata, Banyuwangi Titik Awal Geopark Run Series 2026
Spanduk Perlawanan Berdiri di Tengah Sawah, Pesan Tegas Warga Salakan Tolak Geolistrik

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:49 WIB

Tumpak Sewu Jadi Primadona Libur Iduladha dan Waisak, Dikunjungi Hampir 10 Ribu Wisatawan

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:32 WIB

Sonny T. Danaparamita Gelar Safari Gemarikan, Dorong Konsumsi Ikan untuk Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:28 WIB

Wisatawan Betah Berlama-lama di Senja AWT Banyuwangi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:49 WIB

Segoro Topeng Kaliwungu Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Daerah Berbasis Pariwisata

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:39 WIB

Diskominfo Lumajang Perkuat Promosi Pariwisata melalui Ekosistem Digital Terintegrasi

Berita Terbaru

Daerah

Sabtu, 13 Jun 2026 - 05:42 WIB