KONSISTENSI DAN KETELADANAN: HJ. MIFTAKHUL JANAH RUTIN BERKURBAN, 3 SAPI JUMBO DISEMBELIH LANCAR DI HARI KEDUA IDUL ADHA 1447 H

- Penulis

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo doc: diambil (Agus)

BREBES,GarudaXpose.com//–Gema takbir Idul Adha 1447 H masih menggema di langit Desa Cipelem, Kecamatan Bulakamba, Brebes. Memasuki hari kedua, Kamis 14 Dzulhijjah, semangat berkurban warga justru menanjak. Tiga ekor sapi jumbo berhasil disembelih dalam satu lokasi, menjadi potret nyata konsistensi ibadah, manajemen kurban yang matang, dan kekompakan warga yang patut diteladani.

Tiga ekor sapi kurban berbobot jumbo dieksekusi serentak dan tuntas dalam hitungan jam tanpa satu pun insiden. Proses dari penyembelihan, pengulitan, hingga pencacahan daging berlangsung tertib dan presisi. Seluruh tahapan dikawal ketat oleh juru sembelih senior dan tim berpengalaman, memastikan syariat Islam terjaga dan efisiensi waktu tercapai maksimal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pekurban Utama: Ibu Hj. Miftakhul Janah. Koordinator Kurban Bapak Kasat menyebut beliau sebagai sosok yang “tiap tahun rutin, tidak pernah putus” menunaikan kurban.
Pekurban Lain: H. Azizil Ghofar Djauhari, serta kurban kolektif atas nama keluarga besar: Hj. Yuli Azizah, H. Gofar Mughni (Alm), dan Hj. Afia Rahmah.
Juru Sembelih: Ustad Jono, figur sentral Desa Cipelem yang sudah puluhan tahun dipercaya menangani sapi-sapi berukuran besar.
Koordinator Lapangan: Bapak Kasat, penanggung jawab teknis kurban hari kedua Idul Adha 1447 H.
Saksi Kunci: H. Azizil Ghofar Djauhari hadir langsung bersama anak-anaknya, memastikan amanah penyembelihan sapi miliknya tersaksikan dengan mata kepala sendiri.

Kamis, 28 Mei 2026, tepat hari kedua Idul Adha 1447 H atau 14 Dzulhijjah. Waktu ini dipilih strategis untuk memanfaatkan hari tasyrik sekaligus mempercepat pemerataan distribusi daging kepada yang berhak.

Di mana?
Titik penyembelihan dipusatkan di kandang sapi milik H. Azizil Ghofar Djauhari, Desa Cipelem, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Usai disembelih dan dikuliti, ketiga sapi langsung digeser ke kediaman Ibu Hj. Miftakhul Janah untuk proses pencacahan dan penimbangan daging.

Lebih dari sekadar ritual, kurban tahun ini menjadi bukti keteladanan dan konsistensi. Bapak Kasat menegaskan, “Bu Hj. tiap tahun rutin. Ini bukan yang pertama, dan insyaallah bukan yang terakhir.” Bagi H. Azizil Ghofar Djauhari, menyaksikan langsung hewan kurbannya adalah puncak rasa syukur. “Alhamdulillah, plong rasanya. Anak-anak juga bisa belajar langsung makna berkurban,” ujarnya di sela kegiatan.

Bapak Kasat memastikan seluruh rangkaian berjalan tanpa kendala. “Alhamdulillah penyembelihan 3 ekor sapi berjalan lancar semua. Manut sapinya, tidak ada yang rewel sama sekali. Ini berkat persiapan matang dan tim yang solid,” tegasnya.

Momen paling mencuri perhatian terjadi saat Ustad Jono melepas baju batik kebesarannya, berganti kaos oblong, dan turun langsung mengeksekusi kepala sapi. Dengan gerakan cekatan, ia bersama 3 tenaga ahli binaannya mengoperasikan “kompor curut” — alat tradisional berbahan bakar minyak tanah — untuk membakar bulu kepala dan kaki sapi. Api biru menyala presisi, asap mengepul tipis, dan bagian tersulit itu rampung dalam waktu singkat.

“Ustad Jono ini sudah makan asam garam. Tangannya cepat, hafal anatomi, jadi tidak ada daging yang terbuang sia-sia. Kepala dan kaki sapi jadi bersih total, siap diolah warga,” ungkap bapak kasat, salah satu warga yang membantu.

Keteladanan Pekurban: Hj. Miftakhul Janah dicatat koordinator sebagai pekurban langganan tahunan. Konsistensi ini menjadi inspirasi infak harta di tengah masyarakat.
Skala & Efisiensi: 3 sapi jumbo dituntaskan satu hari, satu lokasi, oleh satu tim inti. Capaian ini langka untuk level desa.
Kearifan Lokal: Teknik bakar bulu dengan “kompor curut” tetap dipertahankan di tengah gempuran alat modern. Ini bukan sekadar tradisi, tapi identitas Cipelem.
Zero Insiden: Kesaksian Bapak Kasat bahwa seluruh sapi “manut” membuktikan manajemen hewan kurban yang profesional, dari pemilihan hingga eksekusi.
Transparansi Penuh: Kehadiran langsung H. Azizil Ghofar Djauhari menepis semua keraguan dan memastikan amanah pekurban tersampaikan.

Daging kurban ditargetkan rampung dicacah sebelum masuk waktu Dhuhur. Distribusi dilakukan sore hari menyasar dhuafa, janda, anak yatim, dan warga yang membutuhkan di Desa Cipelem serta desa penyangga sekitar Kecamatan Bulakamba. Panitia memastikan setiap kupon yang dibagikan sebelumnya mendapat haknya secara adil.

Pungkasnya, Koordinator Kurban Bapak Kasat mengatakan, “Alhamdulillah semua lancar karena niatnya lurus dan kerjanya bareng-bareng. Terima kasih untuk para pekurban, khususnya Bu Hj. Miftakhul Janah yang tiap tahun tidak pernah absen. Juga untuk Ustad Jono dan tim, serta seluruh warga yang gotong royong dari subuh. Semoga tahun depan bisa lebih banyak lagi, lebih berkah, dan Cipelem makin rukun. Yang penting ikhlas, sapinya manut, warganya guyub.” ***

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh
Pelantikan JMSI Banyuwangi, Polresta Ajak Media Sajikan Pemberitaan Positif demi Kemajuan Daerah
Polemik Tanah Pengairan di Tegalsari Kian Memanas, Dua Pihak Mengaku Sudah Keluarkan Rp25 Juta ke E-BEST Law, Legalitas AJB dan SHM Masih Menggantung
Petualangan DM, seorang residivis spesialis pembobol rumah kosong, akhirnya kandas di tangan Tim URC Macan Blambangan Polresta Banyuwangi. 
Lahan SAE Paswangi Kembali Memasuki Masa Panen Padi, Proyeksi Hasil Capai 2,4 Ton Gabah
BNNK Banyuwangi dan Kwarcab Banyuwangi Teken PKS Penguatan Saka Pramuka Anti Narkoba
Senyum Warga Sambut 1.000 Pakcoy Organik dari Rumah Zakat, Destana dan PKK Mangunharjo
Penjaringan Ketua Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan Tegalsari Tekankan Semangat Gotong Royong dan Konsolidasi Partai

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:13 WIB

APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh

Jumat, 31 Juli 2026 - 02:46 WIB

Pelantikan JMSI Banyuwangi, Polresta Ajak Media Sajikan Pemberitaan Positif demi Kemajuan Daerah

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:20 WIB

Polemik Tanah Pengairan di Tegalsari Kian Memanas, Dua Pihak Mengaku Sudah Keluarkan Rp25 Juta ke E-BEST Law, Legalitas AJB dan SHM Masih Menggantung

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:40 WIB

Petualangan DM, seorang residivis spesialis pembobol rumah kosong, akhirnya kandas di tangan Tim URC Macan Blambangan Polresta Banyuwangi. 

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:00 WIB

Lahan SAE Paswangi Kembali Memasuki Masa Panen Padi, Proyeksi Hasil Capai 2,4 Ton Gabah

Berita Terbaru