Ketua KPK Nusantara Soroti Bau Menyengat dari PT BOSS,Warga Keluhkan Ganguan Kesehatan

- Penulis

Sabtu, 11 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Kabupaten Tangerang – Warga Kampung Ampel, RW 06, Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan bau menyengat yang telah dirasakan selama sekitar satu bulan terakhir. Aroma tak sedap tersebut diduga berasal dari aktivitas industri PT BOSS, sebuah pabrik pengolahan fiber yang berlokasi di Desa Cangkudu.

Bau limbah kerap muncul terutama saat hujan turun deras. Warga menduga, hal itu terjadi akibat pembuangan limbah ke aliran sungai yang kemudian menyebar hingga ke permukiman.

Ketua DPC LSM KPK Nusantara Kabupaten Tangerang, Endang Supriatna, menyampaikan keprihatinannya atas keluhan warga tersebut. Ia menegaskan, persoalan pencemaran udara dan limbah industri tidak boleh dibiarkan karena dapat berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

> “Saya tegaskan, ini jangan dibiarkan. Ini sudah menyangkut kesehatan masyarakat. Jika benar limbah dibuang sembarangan, maka kami akan ambil tindakan,” tegas Endang, Sabtu (11/10/2025).

 

Senada, Amsori, Ketua Ranting Ormas Pemuda Pancasila Kampung Ampel, juga mengaku resah dengan bau yang kerap muncul setiap kali hujan turun.

> “Bau menyengat itu sangat mengganggu aktivitas warga. Kami menduga limbah berasal dari pabrik yang tidak memiliki pengolahan limbah yang layak,” ujarnya.

 

Warga juga mencurigai bahwa PT BOSS belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memenuhi standar. Jika benar, hal tersebut berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH).

Dalam undang-undang tersebut ditegaskan, setiap pelaku usaha wajib mengelola limbah secara bertanggung jawab untuk mencegah pencemaran lingkungan. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenakan sanksi administratif hingga pidana.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT BOSS belum dapat dikonfirmasi. Redaksi masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari pihak perusahaan.

Endang Supriatna menambahkan, apabila dalam waktu dekat pihak perusahaan tidak memberikan penjelasan dan tetap mengabaikan keluhan warga, maka KPK Nusantara akan segera melayangkan surat resmi kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang dan dinas terkait.

> “Kami akan bawa ini ke ranah yang lebih serius jika tidak ada respons. Ini menyangkut hak masyarakat untuk hidup di lingkungan yang sehat,” tutup Endang.

 

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum LSM GNR Indoensia Soroti Proyek Paving Block ‘Amburadul’ di Tegalsari, Diduga Tabrak Aturan Transparansi
Ketua DPRD Lumajang Ikuti Retreat KPPD untuk Penguatan Kapasitas Pimpinan Daerah
Bukan Luka Kecelakaan, Pelajar di Jember Diduga Dianiaya Usai Tabrakan
Lilin Penerangan Proyek Diduga Picu Kebakaran, Warung Warga di Balaraja Hangus
Jagat Maya Heboh! Video Penolakan Cafe JDEYO di Cisoka Banjir Dukungan, Warga Soroti Legalitas dan Dampak Lingkungan
Bupati Hadiri Pemusnahan BB Perkara Tindak Pidana Umum yang Digelar Kejaksaan Negeri Lumajang
*Kontroversi Lahan Bengkok & Kawasan Pangan di Jepara Dialihfungsikan Jadi Gardu Induk PLN, Warga Tolak Keras*
Kobaran Api Lahap Kapal Ikan di Pelabuhan Mayangan Probolinggo

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 04:10 WIB

Ketum LSM GNR Indoensia Soroti Proyek Paving Block ‘Amburadul’ di Tegalsari, Diduga Tabrak Aturan Transparansi

Jumat, 24 April 2026 - 01:36 WIB

Ketua DPRD Lumajang Ikuti Retreat KPPD untuk Penguatan Kapasitas Pimpinan Daerah

Kamis, 23 April 2026 - 12:34 WIB

Bukan Luka Kecelakaan, Pelajar di Jember Diduga Dianiaya Usai Tabrakan

Kamis, 23 April 2026 - 02:13 WIB

Lilin Penerangan Proyek Diduga Picu Kebakaran, Warung Warga di Balaraja Hangus

Rabu, 22 April 2026 - 16:18 WIB

Jagat Maya Heboh! Video Penolakan Cafe JDEYO di Cisoka Banjir Dukungan, Warga Soroti Legalitas dan Dampak Lingkungan

Berita Terbaru