Kader Potensial PDIP Brebes Asrofi Mengundurkan Diri, Sebut Proses Pemilihan Ketua DPC Tidak Lazim

- Penulis

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kader Potensial PDIP Brebes Asrofi Mengundurkan Diri , Sebut Proses Pemilihan Ketua DPC Tidak Lazim

BREBES,GarudaXpose.com-Asrofi, kader Potensial PDIP Kabupaten Brebes, resmi mengundurkan diri dari partai pada Kamis (8/1/2026) sebagai bentuk protes atas proses pemilihan ketua DPC yang dianggap tidak lazim dan tidak transparan. Pengunduran diri ini merupakan langkah tegas Asrofi setelah merasa kekecewaannya tidak diindahkan.

“Saya mundur dari kader PDIP Kabupaten Brebes ini sebagai bentuk rasa kecewa saya, rasa kecewa terkait hasil convert pada tanggal 28 Desember 2025 kemarin yang mana Pak Haji Indra Kusuma selaku ketua DPC PDI Kabupaten Brebes yang sudah menjabat selama 25 tahun dengan segala kelebihan dan kekurangannya pasti ya namanya Manusia Biasa tidak menjadi ketua lagi,” kata Asrofi di depan kantor DPC PDIP Brebes.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asrofi menyatakan bahwa hasil pemilihan ketua DPC tidak sesuai dengan usulan dari ranting dan PAC se-Kabupaten Brebes. Ia menyebutkan bahwa 15 PAC mengusulkan nama-nama calon ketua DPC, namun hasilnya tidak sesuai dengan usulan tersebut. “Saya tidak bisa menerima hasil ini, karena tidak ada transparansi dan tidak adil. Proses yang ada terkait dengan itu di melalui usulan-usulan dari semua PAC tingkat kecamatan mulai dari 15 PAC itu usulannya tidak ada yang nama pak usulannya ada beberapa nama tapi sepertinya tidak ada usulan yang nama pak Cahrudin tapi kenyataannya yang dipilih atau ditetapkan ,” kata Asrofi dengan nada kekecewaan.

Ia mengaku telah mengirimkan surat pengunduran diri ke kantor DPC PDIP Brebes pada Kamis (8/1/2026) pukul 14.00 WIB, namun tidak ada pengurus yang berada di kantor untuk menerima surat tersebut. “Saya sudah kirim surat, tapi kantornya kosong. Saya akan coba kirim lagi nanti. Ternyata di kantor tidak ada personil tidak ada pengurus yang di kantor sehingga nanti mungkin lain waktu akan saya kirim kembali atau saya kirim melalui pos intinya surat pengunduran diri yang sudah saya tanda tangani dan bermaterai serta KTA mau saya serahkan,” ujarnya.

Asrofi juga menyatakan bahwa ia akan mengembalikan KTA-nya ke kantor DPC PDIP Brebes pada lain waktu sebagai simbol pengunduran dirinya dari partai. Pengunduran dirinya ini menjadi sorotan publik, terutama di kalangan kader PDIP Brebes, dan menimbulkan pertanyaan tentang proses internal partai.

“Ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang prinsip dan integritas partai. Saya berharap ini bisa menjadi pelajaran bagi PDIP untuk lebih transparan dan adil dalam proses pengambilan keputusan. Saya setahunan menjadi kader PDIP tapi saya tidak masuk di kepengurusan baik tingkat kabupaten maupun tingkat kecamatan saya kader biasa, tapi saya tidak bisa menerima hasil ini,” tutup Asrofi.

Wawancara Asrofi di Depan Kantor DPC PDIP Brebes:

“Apa yang membuat Anda memutuskan untuk mundur dari PDIP?”
“Saya mundur karena proses pemilihan ketua DPC yang tidak lazim dan tidak transparan. Saya tidak bisa menerima hasil ini karena tidak adil.”

“Apa harapan Anda untuk PDIP ke depan?”
“Saya berharap PDIP bisa lebih transparan dan adil dalam proses pengambilan keputusan. Ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang prinsip dan integritas partai.”

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Penipu Berpengalaman Armando Ramadhona Terbongkar, Polsek Sukarami Terkesan Mandul Dalam Penanganan
Polemik Iuran Sarana Air Bersih Kampung Koang Pasir, Mediasi Ungkap Adanya Miskomunikasi
Wujud Kepedulian, Pegadaian Bantu Keluarga Nasabah Korban Kebakaran Bangkit Kembali
Wujudkan Pelayanan Kesehatan Berlandaskan Kasih Sayang, Pemkab Bangli Hadirkan Pengobatan Gratis Di Empat Kecamatan
Buku Seabad Relokasi Batur Jadi Ruang Pencatatan Ingatan Kolektif
Bakti Pamlaspas Cihna Batur Let, Gubernur Bali Tegaskan Hentikan Komersialisasi Gunung Batur
Seminar Nasional Seratus Tahun Rarud Batur Hasilkan Rekomendasi Strategis Arah Baru Pengelolaan Kawasan Batur
Forum Silaturahmi LBH GADJA MADHA Indonesia di Muncar Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Bagikan KTA Anggota

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:42 WIB

Diduga Penipu Berpengalaman Armando Ramadhona Terbongkar, Polsek Sukarami Terkesan Mandul Dalam Penanganan

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Polemik Iuran Sarana Air Bersih Kampung Koang Pasir, Mediasi Ungkap Adanya Miskomunikasi

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:10 WIB

Wujud Kepedulian, Pegadaian Bantu Keluarga Nasabah Korban Kebakaran Bangkit Kembali

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Wujudkan Pelayanan Kesehatan Berlandaskan Kasih Sayang, Pemkab Bangli Hadirkan Pengobatan Gratis Di Empat Kecamatan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:13 WIB

Buku Seabad Relokasi Batur Jadi Ruang Pencatatan Ingatan Kolektif

Berita Terbaru