BREBES,GarudaXpose.com//- Hitungan mundur 5 hari menuju detik-detik Proklamasi HUT RI ke-81 dimulai. Di balik kemegahan upacara nanti, 36 putra-putri terbaik Kabupaten Brebes tengah ditempa dengan disiplin baja di dalam Markas Kodim 0713/Brebes.
Mereka adalah hasil saringan ketat dari 500 pendaftar yang dikarantina penuh sejak 3 hingga 18 Agustus 2026. Fakta ini ditegaskan langsung Koordinator Pelatih Paskibraka Kabupaten Brebes 2026, Kapten Armet Jupriyadi – Pasi Intel Kodim 0713/Brebes di sela-sela latihan.
“Yang pertama kita melaksanakan rekrutmen, jumlah pendaftar di Kesbangpol itu sebanyak lebih kurang 500 orang. Setelah dilaksanakan pentahapan sesuai aturan yang sudah ada dari BPIP, kita mendapatkan jumlah 36 orang untuk tingkat kabupaten dan satu orang lulus menjadi Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Tengah atas nama Moh. Liwa Akbar Rosadi, siswa dari SMA Negeri 1 Brebes,” tegas Kapten Armet.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, 36 calon ini diambil dari 17 kecamatan se-Kabupaten Brebes. Karena latar belakang berbeda-beda, hari kedua dan ketiga karantina tanggal 4 dan 5 Agustus difokuskan hanya untuk satu materi: PBB dasar.
“Mengapa dilaksanakan latihan dasar PBB? Karena kita menyamakan persepsi. Kita ambil dari 17 kecamatan, jadi harus disamakan dulu gerakannya. Tidak ada yang jago sendiri,” ujarnya tajam.
Setelah fondasi PBB di KPT Kodim tuntas, pasukan langsung digeser ke Alun-alun Brebes. Di lokasi upacara sebenarnya inilah mental mereka diuji. Mulai dari daerah persiapan, langkah menuju tiang bendera, hingga simulasi penaikan dan penurunan bendera digembleng tanpa henti di bawah terik matahari.
“Untuk persiapan hari ini sendiri kita sudah melaksanakan kesiapan mulai dari daerah persiapan kemudian menuju ke tiang bendera. Untuk formasinya sendiri nanti akan tertuliskan HUT RI 81. Untuk Paskibraka membentuk angka 81 dan nanti kelompok 45 yang akan dilaksanakan oleh Batalyon TP 434 Satria Arya Suralaya akan membentuk huruf HUT RI,” papar Kapten Armet.
Sementara satu kebanggaan Brebes, Moh. Liwa Akbar Rosadi dari SMAN 1 Brebes, telah berangkat karantina Provinsi Jawa Tengah sejak 3 Agustus 2026 lalu untuk bergabung di tingkat provinsi.
Kapten Armet tidak menutupi kendala di lapangan. Kendala klasik setiap tahun adalah mental kaget.
“Untuk kendala sementara biasa, kaget. Yang biasanya di rumah enak-enak, manja-manja, di sini diharuskan untuk disiplin, tepat waktu,” ungkapnya.
Namun, memasuki hari kelima karantina, perubahan itu terlihat drastis.
“Untuk saat ini sudah sangat berubah. Dari saat pertama datang dan ini sudah masuk hari kelima, otomatis perubahannya sudah signifikan. Manjanya hilang, yang ada hanya fokus dan tanggung jawab,” tandasnya.
Memasuki H-5, latihan bukan lagi soal kuat-kuatan fisik. Fokus telah bergeser ke presisi 0 persen kesalahan dan sinkronisasi. Formasi angka 81 oleh Paskibraka dan formasi HUT RI oleh Kelompok 45 dari Yon TP 434 Satria Arya Suralaya harus menyatu sempurna. Satu langkah salah, maka sakralnya upacara bisa tercoreng.
“Target kami jelas, upacara 17 Agustus di Kabupaten Brebes harus sukses, khidmat, dan membanggakan. Tidak ada ruang untuk kesalahan. Mereka membawa nama 17 kecamatan dan 500 orang yang telah tersaring. Karantina di dalam Kodim ini memastikan mereka 24 jam dalam pengawasan, mulai kesehatan, disiplin, hingga pembinaan ideologi kebangsaan sesuai pedoman BPIP,” tegas Kapten Armet.
Jadwal sakral pun telah ditetapkan. Pengukuhan 36 Paskibraka definitif akan dilaksanakan pada 13 Agustus 2026, dilanjutkan Gladi Bersih final pada 15 Agustus 2026 di Alun-alun Brebes.
“Setelah dikukuhkan, mereka bukan lagi siswa biasa. Mereka adalah ikon pemuda Brebes. Harapan kami, mereka menjadi contoh generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan berjiwa nasionalis sejati, tidak hanya saat mengibarkan bendera, tapi sampai mereka kembali ke masyarakat,” pungkas Kapten Armet Jupriyadi.***
(4905)













