Gubernur Jateng Tinjau Pabrik di Brebes, Investasi Padat Karya Dongkrak Gaji Buruh Hingga Rp4 Juta dan Tekan Kemiskinan

- Penulis

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com//– Kehadiran industri padat karya di Kabupaten Brebes mulai menunjukkan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Tak sekadar membuka lapangan kerja, keberadaan perusahaan manufaktur juga menghadirkan harapan baru bagi ribuan keluarga buruh untuk hidup lebih sejahtera dan lepas dari jerat kemiskinan.

Harapan itu terlihat saat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan kerja ke pabrik sepatu PT Gold Emperor Indonesia (GEI) di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Kamis (7/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dan Wakil Bupati Brebes Wurja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sela peninjauan lini produksi, Gubernur menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pekerja. Dari obrolan itu, ia mengetahui sejumlah buruh mampu memperoleh tambahan penghasilan dari lembur hingga Rp4 juta per bulan. Angka tersebut di luar gaji pokok yang sudah sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK).

“Ketika investasi masuk dan industri berkembang, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Pendapatan buruh meningkat, daya beli keluarga ikut naik, dan ini sangat penting untuk menekan kemiskinan,” tegas Luthfi.

Menurutnya, investasi padat karya menjadi kunci karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, terutama warga lokal. Karena itu, Pemprov Jateng tak hanya mendorong masuknya investor, tetapi juga memperkuat kesiapan SDM lewat sekolah vokasi dan Balai Latihan Kerja (BLK). Tujuannya agar tenaga kerja Jawa Tengah memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.

“Investasi yang masuk bukan hanya menciptakan pekerjaan, tetapi juga membantu mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Karena itu, kualitas tenaga kerja lokal harus terus kita siapkan agar mampu bersaing,” tambahnya.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menilai, berkembangnya industri di Brebes menjadi momentum penting kebangkitan ekonomi daerah. Keberadaan perusahaan padat karya memberi kesempatan besar bagi warga untuk memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang lebih layak.

“Meningkatnya pendapatan buruh akan berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga, pendidikan anak, hingga perputaran ekonomi masyarakat di tingkat bawah. Kami apresiasi perusahaan yang telah memberikan hak-hak pekerja secara baik. Pemerintah Kabupaten Brebes akan terus mendorong agar semakin banyak warga lokal terserap bekerja sehingga angka kemiskinan bisa ditekan,” ujarnya.

Salah seorang karyawan, Tri Dewi Martini, mengaku bersyukur dapat bekerja di perusahaan tersebut selama satu setengah tahun terakhir. Selain menerima gaji UMK, para pekerja juga mendapatkan tambahan penghasilan dari sistem lembur, bonus kehadiran, uang makan, hingga jaminan BPJS.

“Kalau rajin masuk kerja dan ikut lembur, penghasilannya lumayan membantu kebutuhan keluarga. Sistemnya juga jelas dan transparan,” tutur Tri.

PT Gold Emperor Indonesia sendiri merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) asal China yang bergerak di bidang manufaktur alas kaki. Sepanjang 2024–2025, perusahaan tersebut telah merealisasikan investasi sebesar Rp1,65 triliun di Brebes. Saat ini, perusahaan telah menyerap 4.044 tenaga kerja, dengan mayoritas pekerja merupakan perempuan. Ke depan, PT GEI berencana memperluas kapasitas produksi dan menargetkan penyerapan hingga 10 ribu tenaga kerja dalam beberapa tahun mendatang.

Bupati Paramitha menambahkan, pemerintah daerah akan terus mengawal agar iklim investasi di Brebes tetap kondusif. Mulai dari kemudahan perizinan hingga jaminan keamanan, semua dipastikan berjalan agar investor betah dan tenaga kerja lokal mendapat manfaat maksimal.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menutup kunjungannya dengan pesan optimistis. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat terus dijaga.

“Brebes punya potensi besar. Kalau investasinya tumbuh, industrinya sehat, dan pekerjanya sejahtera, maka kemiskinan pasti bisa kita tekan bersama. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi soal masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.

Bagi masyarakat Brebes, hadirnya industri padat karya bukan hanya tentang bertambahnya pabrik. Dari ruang-ruang produksi PT GEI, tumbuh harapan baru untuk menghadirkan keluarga yang lebih sejahtera dan Brebes yang semakin maju.red**

(Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergi Tanpa Batas, Lapas dan Polresta Banyuwangi Pererat Koordinasi Demi Perkuat Pengamanan dan Pemberantasan Narkoba
7 LSM Demo di DPRD Kabupaten Tangerang, Tuntut Harga BBM Non-Subsidi Diturunkan
Perkuat UMKM, Banyuwangi Fasilitasi Pengurusan Legalitas Usaha dan Produk Keliling Desa
Ditetapkan Desa Percontohan Antikorupsi Sejak 2022, KPK Apresiasi Komitmen Desa Sukojati Banyuwangi
Parade Sapi Jumbo di Kontes, Pameran, dan Bursa Ternak, Ajang Promosi Ternak Unggul Banyuwangi
Rakor di Banyuwangi, Kemenko Polkam Tekankan Pentingnya Keamanan Siber dalam SPBE
Sonny T. Danaparamita Dorong Peran Aktif Masyarakat dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan
Kunjungan Penuh Kolaborasi, KPH Banyuwangi Barat Bahas Program Lingkungan Bersama RKB

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:25 WIB

Gubernur Jateng Tinjau Pabrik di Brebes, Investasi Padat Karya Dongkrak Gaji Buruh Hingga Rp4 Juta dan Tekan Kemiskinan

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:26 WIB

Sinergi Tanpa Batas, Lapas dan Polresta Banyuwangi Pererat Koordinasi Demi Perkuat Pengamanan dan Pemberantasan Narkoba

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:07 WIB

7 LSM Demo di DPRD Kabupaten Tangerang, Tuntut Harga BBM Non-Subsidi Diturunkan

Kamis, 7 Mei 2026 - 02:33 WIB

Perkuat UMKM, Banyuwangi Fasilitasi Pengurusan Legalitas Usaha dan Produk Keliling Desa

Kamis, 7 Mei 2026 - 02:31 WIB

Ditetapkan Desa Percontohan Antikorupsi Sejak 2022, KPK Apresiasi Komitmen Desa Sukojati Banyuwangi

Berita Terbaru

Uncategorized

ESP Beri Masukan Tanggulangi Banjir di Palembang

Jumat, 8 Mei 2026 - 04:28 WIB