Dobrak Pengangguran, Yuh Ngasab Lur Racikan Warsito Eko Sabet IID 2025 dan Jadi Andalan Baru Brebes

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com//– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kabupaten Brebes di kancah inovasi pelayanan publik. Layanan ketenagakerjaan “Yuh Ngasab Lur” besutan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Brebes sukses meraih penghargaan kategori Pelaporan Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2025.

Penghargaan ini menegaskan komitmen kuat Pemkab Brebes dalam menciptakan terobosan nyata guna menekan angka pengangguran serta mendongkrak mutu dan daya saing sumber daya manusia lokal di tengah disrupsi industri yang kian cepat.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh sang inovator, Dr. Warsito Eko Putro, S.Sos., M.Si., yang sebelumnya menjabat Kepala Dinperinaker Kabupaten Brebes. Prosesi penyerahan digelar bersamaan dengan Penghargaan Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Kabupaten Brebes di Lantai 5 Gedung KPT Brebes, Selasa 12 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warsito Eko menekankan, “Yuh Ngasab Lur” bukan sekadar platform lowongan kerja digital. Inovasi ini dibangun sebagai ekosistem ketenagakerjaan terintegrasi yang menghubungkan pencari kerja, pelaku usaha, hingga lembaga pelatihan secara real time, akuntabel, dan berkelanjutan.

“Prinsipnya satu pintu untuk semua kebutuhan. Warga bisa dapat info lowongan terkini, daftar pelatihan vokasi, ikut program magang industri, sampai konsultasi rencana karier dan penempatan kerja. Semua berbasis data agar tepat sasaran,” beber Warsito.

Menurutnya, inti dari “Yuh Ngasab Lur” adalah menjodohkan kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja Brebes. “Jangan sampai warga kita hanya jadi penonton di kampung sendiri. Kita siapkan skill-nya, kita bukakan aksesnya, supaya anak muda Brebes siap rebut peluang kerja yang ada,” tegasnya.

Signifikansi inovasi ini makin relevan dengan akan beroperasinya Kawasan Industri Brebes (KIB) dan Kawasan Peruntukan Industri Brebes (KPIB). Dua kawasan tersebut diproyeksikan menyerap ribuan tenaga kerja baru. “Ini peluang emas yang tidak boleh lepas. Yuh Ngasab Lur kami siapkan sebagai jembatan agar SDM lokal jadi tuan rumah di industrinya sendiri,” tambah Warsito.

Di tempat yang sama, mewakili Bupati Brebes, Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ineke Tri Sulistyowati, S.K.M., M.Kes., memberi apresiasi atas konsistensi Krenova sebagai inkubator ide kreatif masyarakat.

Ineke menyebut, Krenova berhasil menjadi ruang strategis yang menampung gagasan segar dari berbagai elemen, mulai dari pelajar, mahasiswa, akademisi, komunitas, hingga ASN. “Tahun ini ada 53 inovasi yang ikut serta dan jumlahnya terus tumbuh. Artinya, ekosistem inovasi di Brebes hidup dan bergerak,” ungkapnya.

Ia juga menitipkan pesan agar penghargaan tidak menjadi garis finis. “PR kita bersama adalah mengawal inovasi sampai benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Inovasi harus membudaya di setiap lini birokrasi. Semua OPD wajib kolaborasi agar Brebes naik kelas,” ujar Ineke.

Ineke turut mendorong Dinperinaker untuk terus menyempurnakan fitur “Yuh Ngasab Lur”, termasuk integrasi data dengan BPJS Ketenagakerjaan, sertifikasi kompetensi BNSP, dan pemetaan kebutuhan industri di KIB-KPIB. Dengan begitu, Brebes punya peta jalan tenaga kerja yang jelas untuk 5-10 tahun ke depan.

Ke depan, Pemkab Brebes menargetkan “Yuh Ngasab Lur” tidak hanya menurunkan angka pengangguran terbuka, tetapi juga menekan angka setengah penganggur dan pekerja informal yang rentan. Targetnya, serapan tenaga kerja lokal di KIB dan KPIB bisa di atas 70 persen.

Dengan raihan IID 2025 ini, “Yuh Ngasab Lur” diproyeksikan menjadi percontohan nasional inovasi layanan ketenagakerjaan berbasis kolaborasi. Lebih dari sekadar penghargaan, inovasi ini diharapkan menjadi warisan sistem yang membuat warga Brebes berdaya di tanahnya sendiri, pungkasnya.red**

(Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Surplus Pangan, Kapolda Jatim dan Bupati Ipuk Kembali Panen Raya Jagung di Banyuwangi
Punya Potensi Besar, KAI Pilih Banyuwangi Buka Layanan Baru Angkutan Ternak dan Pertanian
Perkuat Kualitas Pembangunan, Pemkab Banyuwangi Gandeng IAI Kembangkan Arsitektur Berbasis Lokal dan Berkelanjutan
BUPATI IPUK AJUKAN HELIKOPTER WATER BOMBING
Tapteng Punya Laut Luas, Tapi PAD Tak Seberapa: Wabup Mahmud Persoalkan Regulasi PNBP
Gesah Pendidikan Bareng Bupati Ipuk, Beasiswa hingga Masa Depan Anak Disabilitas Jadi Pembahasan
Karya Cantik Dari Balik Lapas Banyuwangi, Warga Binaan Pelajari Seni Meronce Tas Bersama IWAPI
KORCAM BARISTAN TEGALSARI APRESIASI DINAS PENGAIRAN DAN KORSDA, PETANI DASRI–TAMANSARI TETAP DAPAT AIR DI MUSIM KEMARAU

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 00:30 WIB

Jaga Surplus Pangan, Kapolda Jatim dan Bupati Ipuk Kembali Panen Raya Jagung di Banyuwangi

Minggu, 13 September 2026 - 00:25 WIB

Punya Potensi Besar, KAI Pilih Banyuwangi Buka Layanan Baru Angkutan Ternak dan Pertanian

Minggu, 13 September 2026 - 00:24 WIB

Perkuat Kualitas Pembangunan, Pemkab Banyuwangi Gandeng IAI Kembangkan Arsitektur Berbasis Lokal dan Berkelanjutan

Sabtu, 5 September 2026 - 06:21 WIB

BUPATI IPUK AJUKAN HELIKOPTER WATER BOMBING

Kamis, 3 September 2026 - 08:42 WIB

Tapteng Punya Laut Luas, Tapi PAD Tak Seberapa: Wabup Mahmud Persoalkan Regulasi PNBP

Berita Terbaru