Ditinggal Kades Definitif, Karnaval HUT RI ke-81 di Luwungragi Malah Pecah Rekor: 29 Peserta Banjir Saweran Dermawan

- Penulis

Senin, 17 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sub-judul:keterangan-Ribuan Warga Tumpah Ruah di Sepanjang Jalan Desa, H. Ridhohul Khukam: Ini Kado Kemerdekaan untuk Anak-Anak Kita

BREBES,JATENG,GarudaXpose.com//- Sejarah baru tercipta di Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Karnaval Budaya dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar Minggu, 17 Agustus 2026, berlangsung sangat meriah dan dinobatkan warga sebagai yang termegah sepanjang sejarah desa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironis sekaligus membanggakan. Di saat kepala desa definitif tidak berada di tempat, antusiasme warga justru meledak luar biasa. Sebanyak 29 kontingen karnaval turun ke jalan dengan penuh percaya diri, mulai dari TK, SD, MTs, hingga kontingen masyarakat umum, karang taruna, dan ibu-ibu PKK. Ribuan warga tumpah ruah memadati sepanjang jalan utama Desa Luwungragi, terutama di depan Balai Desa yang menjadi pusat panggung kehormatan.

Kemeriahan karnaval tahun ini tidak lepas dari banjir saweran dari dua tokoh dermawan yang menjadi tulang punggung acara, yakni Bos Muda H. Ridhohul Khukam dan Bos Hanif pemilik Toko Wiwin. Keduanya menjadi magnet utama yang membuat karnaval semakin hidup dan ditunggu-tunggu

Pantauan di lapangan, setiap peserta diberi waktu 3 menit untuk menampilkan aksi teatrikal terbaiknya di depan panggung kehormatan. Usai beraksi, panitia langsung memanggil peserta satu per satu untuk naik ke panggung dan menerima saweran secara langsung dari H. Ridhohul Khukam dan Bos Hanif. Tak ada yang terlewat, mulai dari mayoret cilik TK yang menggemaskan hingga peserta umum, semua kebagian rezeki kemerdekaan. Suasana pun pecah oleh tepuk tangan dan sorak sorai warga.

Tak mau ketinggalan, PLT Kepala Desa Luwungragi, Sodikun, S.I.P., yang memimpin jalannya roda pemerintahan desa, juga ikut naik panggung dan memberikan saweran kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas warga.

“Alhamdulillah, karnaval berjalan aman, kondusif, dan sangat meriah. Ini bukti kekompakan warga Luwungragi. Terima kasih atas dukungan penuh dari H. Ridhohul Khukam dan Bos Hanif yang telah membuat warga bahagia. Yang penting ada karnaval di Desa Luwungragi, laka kepala desa wae bisa meriah,” ujar Sodikun dengan nada haru dan bangga.

Sementara itu, saat dikonfirmasi di atas panggung kehormatan, Bos Muda H. Ridhohul Khukam menegaskan bahwa apa yang dilakukannya bukan sekadar aksi bagi-bagi uang, melainkan bentuk cinta untuk kampung halaman.

“Saya dan Bos Hanif tidak cari apa-apa. Kami hanya ingin melihat anak-anak dan warga Luwungragi bahagia di hari kemerdekaan. Saweran ini adalah kado kecil kemerdekaan untuk mereka yang sudah berhari-hari latihan dengan tulus. Jangan lihat nilainya, tapi lihat semangat gotong royongnya. Kalau desa kompak seperti ini, biarpun tanpa kehadiran siapapun, Luwungragi tetap akan meriah dan maju. Merdeka itu milik semua orang, bukan milik jabatan,” tegas H. Ridhohul Khukam disambut tepuk tangan ribuan warga.

Hal senada disampaikan Bos Hanif. Pemilik Toko Wiwin yang dikenal dermawan itu mengaku bangga bisa ikut andil membahagiakan warga.

Untuk menjaga marwah kompetisi, panitia menghadirkan dewan juri yang sangat profesional dan independen. Penilaian dilakukan secara ketat, objektif, dan mutlak tidak bisa diganggu gugat oleh pihak manapun. Pemenang karnaval budaya terbaik akan diumumkan pada puncak acara malam hiburan dangdut yang akan digelar pada Selasa malam, 19 Agustus 2026.

Panggung kehormatan yang sengaja ditempatkan tepat di depan Balai Desa Luwungragi menjadi saksi bisu kebangkitan semangat warga. Gemuruh musik drumband, warna-warni kostum adat dan kreasi Nusantara, serta hujan saweran dari para dermawan menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan di akar rumput tidak pernah padam. Luwungragi telah membuktikan, kekompakan wargalah panglima tertingginya.***

(4905)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Mitigasi Banjir dari Lingkungan, Warga Mangunharjo Bersama BPBD Turun Bersihkan Drainase
Bukan Sekadar Dokumen, Wali Kota Aminuddin Dorong Arsip Jadi Fondasi Birokrasi Profesional di Probolinggo
Mangunharjo Buktikan Kualitas Tata Kelola Administrasi, Raih Posisi Kedua Lomba Tertib Arsip 2026
Antisipasi Ancaman Bencana Saat Musim Hujan, BPBD Kota Probolinggo Ajak Warga Perkuat Kesiapsiagaan
Warga Gembong Desak Evaluasi Pengelolaan Limbah PT Mayora, Koordinator Diminta Diganti
Bupati Brebes: Tingkatkan Pelayanan Masyarakat, Jangan Sampai Viral Lagi Masalah Pelayanan
Info Badung Terkait Wagub Giri dan Bupati Arnawa Tinjau Tanah Longsor
Info Tabanan Terkait Aksi Sosial Membina dan Berbagi Tim Pembina Posyandu Bali

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:17 WIB

Perkuat Mitigasi Banjir dari Lingkungan, Warga Mangunharjo Bersama BPBD Turun Bersihkan Drainase

Rabu, 4 November 2026 - 09:44 WIB

Mangunharjo Buktikan Kualitas Tata Kelola Administrasi, Raih Posisi Kedua Lomba Tertib Arsip 2026

Rabu, 4 November 2026 - 08:14 WIB

Antisipasi Ancaman Bencana Saat Musim Hujan, BPBD Kota Probolinggo Ajak Warga Perkuat Kesiapsiagaan

Selasa, 3 November 2026 - 16:23 WIB

Warga Gembong Desak Evaluasi Pengelolaan Limbah PT Mayora, Koordinator Diminta Diganti

Selasa, 3 November 2026 - 13:21 WIB

Bupati Brebes: Tingkatkan Pelayanan Masyarakat, Jangan Sampai Viral Lagi Masalah Pelayanan

Berita Terbaru