Garudaxpose.com | Jember – Warga Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, digegerkan dengan dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang pria dan wanita pada Sabtu (4/7/2026) dini hari sekitar pukul 00.45 WIB.
Peristiwa tersebut bermula ketika sejumlah warga mendatangi sebuah rumah milik seorang perempuan berinisial S setelah muncul kecurigaan adanya seorang pria yang bukan anggota keluarga berada di dalam rumah pada larut malam.
Ketua RT, RW bersama warga kemudian melakukan pengecekan ke lokasi. Saat pintu rumah dibuka, mereka mendapati seorang pria berinisial W diduga berada di dalam kamar bersama S.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut keterangan warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, W sempat berusaha menghindari warga dengan naik ke bagian plafon rumah. Namun plafon tersebut dilaporkan jebol sehingga W akhirnya turun setelah diminta oleh warga.
“Yang bersangkutan akhirnya turun dari plafon setelah diteriaki warga. Selanjutnya keduanya dibawa ke balai desa untuk dimintai keterangan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Usai diamankan, S dan W langsung dibawa ke Balai Desa Balung Kulon dengan didampingi perangkat RT, RW serta warga setempat guna dilakukan klarifikasi terkait peristiwa yang terjadi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, S diketahui telah berstatus sebagai istri sah dan suaminya, M. Mahfud, sedang bekerja di Bali. Warga menyebut suami S telah beberapa bulan berada di luar daerah untuk bekerja.
Tidak lama setelah kejadian, keluarga maupun warga disebut telah menghubungi M. Mahfud untuk memberitahukan dugaan peristiwa yang menimpa istrinya. Hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan dikabarkan masih dalam perjalanan pulang dari Bali.
Sementara itu, W juga diketahui telah berkeluarga dan memiliki istri serta anak. Menurut informasi warga, W selama ini dikenal aktif membantu kegiatan kebersihan di Masjid Nurul Huda yang berada di wilayah Krajan Tengah, Desa Balung Kulon.
Awak media yang mendatangi lokasi juga telah menemui Ketua RT dan RW setempat. Keduanya membenarkan adanya peristiwa penggerebekan yang dilakukan warga pada dini hari tersebut.
Meski demikian, perangkat lingkungan tidak memberikan penjelasan lebih jauh mengenai dugaan hubungan antara kedua terduga dan menyerahkan proses penyelesaian kepada pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga Sabtu malam, persoalan tersebut disebut masih belum menghasilkan keputusan karena suami S belum berada di lokasi untuk memberikan keterangan.
Pihak pemerintah desa bersama aparat kepolisian setempat dikabarkan masih menunggu kehadiran pihak keluarga guna mencari penyelesaian secara musyawarah atas persoalan tersebut.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari kedua pihak yang disebut dalam peristiwa tersebut maupun dari aparat kepolisian mengenai hasil pemeriksaan atas dugaan yang berkembang di masyarakat. Oleh karena itu, seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga terdapat kejelasan lebih lanjut. (SR)










