Dari Limbah Jadi Berkah: KKN 39 UPGRIS Sulap Sampah Plastik Jadi Paving Block Bernilai Ekonomi di Ngemplak Demak

- Penulis

Minggu, 23 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEMAK,GarudaXpose.com//-Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 39 Desa Ngemplak, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, menggelar kegiatan edukasi sekaligus praktik pembuatan paving block berbahan dasar sampah plastik di Balai Desa Ngemplak, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Tim KKN Kelompok 39 dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah plastik sekaligus memperkenalkan pemanfaatan sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Berbeda dengan kegiatan sosialisasi pada umumnya, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai pengelolaan sampah plastik, tetapi juga diajak melihat dan mengikuti secara langsung proses pembuatan paving block berbahan sampah plastik. Praktik tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran nyata kepada masyarakat bahwa sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan dapat diolah dan dimanfaatkan kembali.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Ngemplak, Nisbakul Munir, jajaran perangkat desa, ketua RT dan RW, warga Desa Ngemplak, anggota PKK, perwakilan Pondok Pesantren Usmaniyyah, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 39, Dr. Mei Fita Asri Untari, S.Pd., M.Pd.

Dalam kegiatan tersebut, Tim KKN Kelompok 39 menjelaskan tahapan pengolahan sampah plastik hingga menjadi bahan yang dapat digunakan untuk pembuatan paving block. Selanjutnya, peserta diperlihatkan secara langsung proses praktik pembuatannya.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Warga diberikan kesempatan untuk mengamati proses pembuatan, bertanya mengenai teknik pengolahan sampah plastik, serta berdiskusi mengenai kemungkinan penerapannya di lingkungan Desa Ngemplak.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 39 Desa Ngemplak, Syahrur Aji Ismantoro, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya memahami pentingnya mengurangi sampah plastik secara teori, tetapi juga mengetahui bahwa sampah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai guna.

“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi saja. Masyarakat kami ajak melihat dan mempraktikkan secara langsung bagaimana sampah plastik dapat diolah menjadi paving. Harapannya, setelah kegiatan ini masyarakat memiliki pengetahuan dan keberanian untuk mencoba mengembangkan pengolahan sampah plastik di lingkungan masing-masing,” ujar Syahrur.

Menurutnya, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah desa, masyarakat, kelompok perempuan, pemuda, serta berbagai unsur lainnya. Pemanfaatan sampah plastik menjadi paving block menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Ngemplak, Nisbakul Munir, menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, edukasi yang disertai praktik secara langsung akan lebih mudah dipahami masyarakat karena warga dapat melihat proses dan hasilnya secara nyata.

“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN. Sampah plastik memang menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Dengan adanya praktik seperti ini, masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan baru mengenai bagaimana sampah plastik dapat dimanfaatkan dan tidak hanya dibuang begitu saja. Kegiatan seperti ini juga dapat menjadi sarana untuk membangun kebersamaan warga dalam mengelola lingkungan, sekaligus membuka potensi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis pemanfaatan sampah plastik di Desa Ngemplak,” ungkap Nisbakul Munir.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Ngemplak dan menjadi awal munculnya kesadaran untuk mengelola sampah secara lebih baik.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 39, Dr. Mei Fita Asri Untari, S.Pd., M.Pd., turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program KKN sebaiknya tidak hanya memberikan pengetahuan kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang aplikatif dan dapat memberikan pengalaman langsung.

“Kegiatan ini menjadi salah satu inovasi baru yang dilakukan mahasiswa KKN dalam memanfaatkan sampah plastik menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna. Yang paling penting bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi bagaimana mahasiswa dapat menghadirkan inovasi yang dapat dilihat dan dipraktikkan secara langsung oleh masyarakat,” jelas Dr. Mei Fita Asri Untari.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting agar program yang dilaksanakan selama KKN dapat memberikan dampak yang lebih berkelanjutan.

Kegiatan pembuatan paving block dari sampah plastik tersebut juga mendapat perhatian dari warga dan anggota PKK yang hadir. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama sesi praktik dan diskusi.

Melalui kegiatan ini, Tim KKN Kelompok 39 Desa Ngemplak berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah plastik serta dapat melihat peluang pemanfaatan sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa Universitas PGRI Semarang dalam mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, produktif, dan memiliki kesadaran terhadap pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Dari Sampah Menjadi Manfaat, Bersama Wujudkan Desa Ngemplak yang Lebih Bersih dan Berkelanjutan.***

(4905)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Sekolah SMK Negeri Pasirian: Bengkel AUTOPAS sebagai Teaching Factory (TEFA) Teknik Kendaraan Ringan
Gelar Berbagai Lomba dalam Rangka HUT ke-81 RI, Keikut Sertaan Kepala SMKN 1 Lumajang Membuat Suasana Makin Semarak
Upacara HUT ke-81 RI di Rest Area Dusun Jambu Tamansari, Semangat Kebangsaan Menggema
Panggung Gerbang Generasi Emas Hidupkan Brebes Expo 2026, Bukti Anak Brebes Berani dan Berbakat
Gandeng Pendekar Jagad Blambangan, Kapolresta Banyuwangi Perkuat Barisan Jaga Harkamtibmas
Polres Lumajang Sosialisasi Edukasi PAHAM AI dan Tertib Lalu Lintas di SMAN 3 Lumajang
3 Dokter Spesialis dan 17 Nakes Terima SK PNS, Perkuat Pelayanan Kesehatan Banyuwangi
Rp140 Juta Pernah Digelontorkan, Mengapa SDN 4 Tamansari Kembali Memprihatinkan?

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:58 WIB

Dari Limbah Jadi Berkah: KKN 39 UPGRIS Sulap Sampah Plastik Jadi Paving Block Bernilai Ekonomi di Ngemplak Demak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Kepala Sekolah SMK Negeri Pasirian: Bengkel AUTOPAS sebagai Teaching Factory (TEFA) Teknik Kendaraan Ringan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:05 WIB

Gelar Berbagai Lomba dalam Rangka HUT ke-81 RI, Keikut Sertaan Kepala SMKN 1 Lumajang Membuat Suasana Makin Semarak

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Upacara HUT ke-81 RI di Rest Area Dusun Jambu Tamansari, Semangat Kebangsaan Menggema

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Panggung Gerbang Generasi Emas Hidupkan Brebes Expo 2026, Bukti Anak Brebes Berani dan Berbakat

Berita Terbaru