Garudaxpose.com | PROBOLINGGO — Aktivitas pertanian di Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, menjadi ruang bagi kepolisian untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat. Bhabinkamtibmas setempat menyambangi petani sekaligus memastikan kondisi lingkungan pertanian tetap aman menjelang masa panen.
Kegiatan tersebut dilakukan Briptu Fadhilah K pada Jum’at (21/8/2026) pagi. Ia mendatangi lahan jagung di Jalan Sunan Drajat yang dikelola oleh Asen dan tergabung dalam Kelompok Tani Harapan Maju.
Dalam kunjungan itu, kondisi tanaman menjadi salah satu perhatian. Jagung varietas Pertiwi 6 yang ditanam di lahan seluas kurang lebih 1.500 meter persegi tersebut diketahui telah memasuki tahap pertumbuhan menuju masa panen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanaman mulai dibudidayakan sejak 7 Juni 2026 dan diperkirakan dapat dipanen pada 8 September 2026. Dari luasan lahan tersebut, hasil produksi diperkirakan mencapai 1,3 hingga 1,5 ton.
Di sela pemantauan, Briptu Fadhilah mengajak petani berbincang mengenai aktivitas pertanian yang sedang dijalankan. Komunikasi tersebut menjadi kesempatan untuk mengetahui kondisi di lapangan, termasuk kendala yang mungkin muncul selama tanaman dirawat hingga mendekati masa panen.
Tak hanya persoalan pertanian, aspek keamanan lingkungan turut menjadi pembahasan. Petani diingatkan untuk menjaga kondisi sekitar lahan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
Polisi juga membuka ruang komunikasi bagi petani yang membutuhkan bantuan. Setiap persoalan yang berkaitan dengan keamanan maupun kendala yang menghambat aktivitas pertanian diharapkan dapat segera disampaikan kepada pihak kepolisian.
Kehadiran Bhabinkamtibmas tersebut sekaligus menunjukkan pendekatan kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada penanganan gangguan keamanan, tetapi juga membangun hubungan secara langsung dengan masyarakat melalui kegiatan sambang.
Bagi petani, situasi lingkungan yang aman menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran aktivitas bercocok tanam. Karena itu, kolaborasi antara masyarakat dan kepolisian diharapkan terus terjaga, terutama di kawasan yang menjadi sentra aktivitas pertanian.
Pemantauan lahan jagung tersebut berjalan lancar. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif serta mendapat tanggapan positif dari warga. (Septyan)














