BRUTUS, PENGKHIANAT, DAN CERMIN KEKUASAAN

- Penulis

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: H. Syahrir Nasution, SE., MM.
Gelar Sutan Kumala Bulan

Dalam sejarah Romawi kuno, nama Brutus abadi sebagai simbol pengkhianatan. Ia bukan sekadar prajurit; ia adalah orang terdekat Kaisar Julius Caesar—sahabat yang dipercaya, dipuji, dan dibela. Namun, justru dari tangan Brutuslah Caesar menerima tikaman paling menyakitkan.

Fenomena “Brutus” rupanya tidak hanya hidup dalam buku sejarah. Di negeri ini pun kita melihat banyak Brutus–Brutus modern: mereka yang dahulu memuja, memuji, dan membela seseorang, kemudian tiba-tiba berbalik mencari “payung” baru demi menyelamatkan kepentingan diri sendiri. Kesetiaan dijual murah, komitmen ditukar dengan kenyamanan pribadi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada pula orang yang merasa dirinya “radja”, padahal bukan. Tanpa sadar ia menggali kubur kehancurannya sendiri. Kekuasaan tanpa akhlak hanya akan menyeret pemiliknya menuju jurang kehinaan.

Bagi manusia yang masih memiliki akal sehat, kondisi ini seharusnya menjadi cambuk kesadaran—bahwa kekuasaan Allah SWT jauh lebih besar daripada segala tipu muslihat manusia. Sejarah telah berkali-kali menunjukkan bagaimana Allah menjatuhkan orang-orang yang sombong, yang hanya mengikuti hawa nafsu, dan tidak mau bercermin pada tanda-tanda peringatan.

Namun sebagian manusia tetap enggan peduli. Godaan dunia membuat mereka buta terhadap pesan Ilahi. Padahal ketika Allah menurunkan peringatan, itu bukan tanpa tujuan—melainkan sebagai ajakan lembut untuk kembali ke jalan yang lurus.

Siapa yang memilih untuk mengabaikan? Tinggallah menunggu azab yang lebih berat. Sebab Allah tidak pernah tidur. Segala perbuatan, baik yang tampak maupun yang disembunyikan, seluruhnya berada dalam pengetahuan-Nya.

Pada akhirnya, kebenaran tidak pernah bisa dikalahkan. Ia mungkin diputarbalikkan, dituduh, dicemarkan, bahkan ditindas. Tetapi ia tidak akan pernah bisa dikuburkan selamanya. Dengan izin dan ridho Allah SWT, kebenaran akan menemukan jalannya untuk menang.

Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sertu Kholis Naik Pangkat Jadi Serka, Dedikasi Babinsa Lingga Bayu Diganjar Penghargaan
Restorative Justice Batal, Kasus Dugaan Penganiayaan Di Sukapura Dilaporkan Kembali
“Perdamaian Hanya Meringankan, Bukan Menghapus: Prinsip Tegak Hukum Publik”
Palas Ramadhan Fair Tahun 2026 Resmi Dibuka, 62 Stand UMKM Lokal Gratis Dimeriahkan Berbagai Aktivitas
Gempur Palas Gelar Aksi Damai, Tekankan Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana Desa Hapung
Gubernur Bobby Nasution Percepat Pendataan Rumah Terdampak Banjir dan Longsor, Bantuan Segera Disalurkan
Malam Tahun Baru, Jukir Liar Diduga Naikkan Tarif Parkir di Lapangan Merdeka Medan
Kwardasu Turunkan Tim Khusus Pramuka Peduli, Fokus Bersihkan Rumah Ibadah Pascabencana di Sumut

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 09:51 WIB

Sertu Kholis Naik Pangkat Jadi Serka, Dedikasi Babinsa Lingga Bayu Diganjar Penghargaan

Senin, 30 Maret 2026 - 07:40 WIB

Restorative Justice Batal, Kasus Dugaan Penganiayaan Di Sukapura Dilaporkan Kembali

Jumat, 13 Maret 2026 - 04:15 WIB

“Perdamaian Hanya Meringankan, Bukan Menghapus: Prinsip Tegak Hukum Publik”

Sabtu, 21 Februari 2026 - 01:14 WIB

Palas Ramadhan Fair Tahun 2026 Resmi Dibuka, 62 Stand UMKM Lokal Gratis Dimeriahkan Berbagai Aktivitas

Kamis, 19 Februari 2026 - 09:53 WIB

Gempur Palas Gelar Aksi Damai, Tekankan Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana Desa Hapung

Berita Terbaru

TNI POLRI

Patroli Malam Babinsa dan Komduk Perkuat Keamanan 

Rabu, 29 Apr 2026 - 14:57 WIB