Berawal dari Pelatihan Barber, Usaha Cukur Rambut Bahrusyofan di Randuagung Kini Kebanjiran Pelanggan

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Lumajang – Usaha potong rambut milik Bahrusyofan Hasanudin di Dusun Krajan RT 06 RW 02 Desa Pejarakan Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang mulai mencuri perhatian masyarakat. Mini Babershop yang ia dirikan sejak awal tahun 2025 itu kini ramai didatangi pelanggan setiap malam.

Dengan konsep sederhana namun mengutamakan kualitas hasil potongan, tempat cukur tersebut mampu menarik minat warga dari berbagai kalangan. Bahkan, dalam sehari jumlah pelanggan yang datang disebut bisa mencapai lebih dari 10 orang.

Mini Babershop itu buka mulai pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB. Jam operasional malam hari sengaja dipilih agar memudahkan pelanggan yang baru pulang bekerja maupun pelajar yang ingin bercukur setelah aktivitas sekolah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di depan tempat usahanya terpampang slogan khas bertuliskan “Potongan Tepat, Gaya Melekat”. Kalimat tersebut menjadi identitas yang melekat pada usaha barber milik Bahrusyofan dan perlahan dikenal masyarakat sekitar.

Banyak pelanggan mengaku tertarik mencoba jasa barber tersebut karena hasil potongannya dinilai rapi dengan harga yang cukup terjangkau. Untuk sekali cukur, pelanggan hanya dikenakan tarif Rp15 ribu per kepala.

Meski berada di lingkungan pedesaan, suasana di Mini Babershop terlihat tidak kalah dengan barber modern di perkotaan. Pelanggan tampak rela mengantre demi mendapatkan model rambut sesuai tren kekinian.

Bahrusyofan menuturkan bahwa usaha barber yang dijalaninya saat ini merupakan perjalanan panjang yang telah dimulai sejak tahun 2019 silam. Kala itu ia pertama kali membuka jasa cukur rambut di Desa Tempeh Tengah Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang.

“Dulu saya mulai dari nol. Belajar sedikit demi sedikit sampai akhirnya memberanikan diri buka barber sendiri pada tahun 2019,” ujarnya.

Usaha tersebut dijalankan hingga tahun 2022 sebelum akhirnya ia mencoba membuka layanan barber di wilayah Kota Lumajang, tepatnya di sekitar kawasan Ruko Toga. Pengalaman berpindah lokasi usaha membuatnya semakin memahami kebutuhan pelanggan.

Menurut Bahrusyofan, keterampilan barber yang dimilikinya diperoleh dari hasil pelatihan khusus selama lebih dari satu bulan. Dari pelatihan tersebut, ia berhasil memperoleh sertifikat kompetensi keahlian di bidang barber.

“Saya memang serius mendalami dunia barber. Tidak hanya belajar teknik potong rambut, tapi juga bagaimana memberikan pelayanan yang nyaman untuk pelanggan,” katanya.

Ia mengaku selalu berusaha mengikuti perkembangan model rambut modern agar pelanggan tidak merasa bosan. Mulai potongan fade, undercut hingga gaya rambut anak muda masa kini bisa dikerjakannya sesuai permintaan customer.

Keahlian itulah yang membuat pelanggan terus berdatangan. Bahkan sebagian pelanggan datang karena rekomendasi teman yang merasa puas dengan hasil potongan rambut di tempat tersebut.

“Alhamdulillah sekarang pelanggan semakin banyak. Kadang malam hari sampai antre. Saya bersyukur karena usaha kecil ini mulai dikenal masyarakat,” ungkap Bahrusyofan.

Selain mengutamakan kualitas hasil cukur, ia juga menjaga komunikasi dengan pelanggan agar tercipta suasana santai dan akrab. Menurutnya, kenyamanan pelanggan menjadi salah satu faktor penting dalam usaha jasa.

Ke depan, Bahrusyofan berharap Mini Babershop miliknya dapat berkembang lebih besar dan mampu membuka peluang kerja baru bagi anak muda yang ingin menekuni dunia barber profesional di Kabupaten Lumajang. (Septyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa
Uni Emirat Arab Tinjau Progres Pembangunan Pengolahan Sampah 3R di Banyuwangi
Targetkan Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Digembleng di Banyuwangi
APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh
Sonny T. Danaparamita Gandeng APAC Cyber Security Fund, Bekali UMKM Banyuwangi Hadapi Ancaman Siber
Bupati Ipuk Ajak JMSI Banyuwangi Bangun Jurnalisme Berkualitas dan Dorong Potensi Daerah
Polemik Tanah Pengairan di Tegalsari Kian Memanas, Dua Pihak Mengaku Sudah Keluarkan Rp25 Juta ke E-BEST Law, Legalitas AJB dan SHM Masih Menggantung
Tanah Pengairan di Desa Tegalsari Diduga Diperjualbelikan Rp150 Juta, Status AJB dan SHM Belum Jelas

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:06 WIB

Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Uni Emirat Arab Tinjau Progres Pembangunan Pengolahan Sampah 3R di Banyuwangi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Targetkan Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Digembleng di Banyuwangi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:13 WIB

APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:00 WIB

Sonny T. Danaparamita Gandeng APAC Cyber Security Fund, Bekali UMKM Banyuwangi Hadapi Ancaman Siber

Berita Terbaru

Daerah

Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa

Sabtu, 1 Agu 2026 - 21:06 WIB