Garudaxpose.com | Bali – Di tengah arus modernisasi yang kian deras, menjaga bahasa dan budaya daerah menjadi benteng utama mempertahankan jati diri. Semangat itulah yang tampak dalam pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII Desa Bukian yang mengusung tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa”, digelar di Wantilan Jaba Pura Dalem Desa Adat Tiyingan, Desa Bukian, Kecamatan Payangan.
Danramil Payangan yang diwakili Babinsa Desa Bukian, Serda. I Kadek Sudiksa bersama Bhabinkamtibmas Desa Bukian, Aiptu. Made Wijana hadir memberikan dukungan sekaligus memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran aparat kewilayahan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI – Polri dalam mendukung pelestarian budaya lokal di wilayah binaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan BNN Kabupaten Gianyar, I Wayan Surtika, S.H., Ketua MDA Kecamatan Payangan, I Ketut Rata, M.B.A., Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali, I Wayan Suarmaja, S.Pd.B., Perbekel Desa Kelusa, I Made Junarta, N.LP., para Bendesa Adat, Kelian Adat, kepala dusun se-Desa Bukian, Ketua Sekaa Teruna, perwakilan delapan Desa Adat, serta tim penilai lomba. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi kuat dalam menjaga warisan budaya Bali.
Beragam lomba digelar sebagai sarana edukasi sekaligus pelestarian budaya, di antaranya Nyurat Bahasa Bali, Ngewacen Aksara Bali, serta lomba Puisi Modern Bahasa Bali. Kegiatan juga dimeriahkan dengan pertunjukan busana tingkat TK dan PAUD, Gending Rare tingkat PAUD dan TK, serta lomba Mupuh tingkat umum yang menambah semarak suasana.
Melalui peran aktif Babinsa dalam kegiatan ini, diharapkan kecintaan masyarakat terhadap Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali semakin tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda. Sinergi antara aparat, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci menjaga identitas budaya Bali agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. @ (suriasih)










