GarudaXpose.com | Banyuwangi — Kemacetan parah melanda jalur utama Pantura dari arah Wongsorejo menuju Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi. Antrean kendaraan—terutama armada truk logistik—diperkirakan memanjang hingga lebih dari 10 kilometer dan telah berlangsung selama beberapa hari terakhir tanpa urai.
Kondisi ini membuat arus lalu lintas dari arah Situbondo menuju Banyuwangi melumpuh total.
Sejumlah pengendara kendaraan pribadi terpaksa memutar balik kendaraan mereka melalui rute alternatif Situbondo–Bondowoso–Jember guna menghindari jebakan macet yang tak kunjung bergerak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan kesaksian para pengemudi di lapangan, penumpukan kendaraan ini disinyalir akibat adanya kendala operasional dan keterlambatan bongkar muat kapal penyeberangan di Pelabuhan Ketapang.
Para sopir truk mengaku telah terjebak di dalam antrean selama hampir tiga hari dengan pergerakan kendaraan yang sangat lambat.
Selain durasi kemacetan yang panjang, para pengguna jalan juga mengeluhkan minimnya kehadiran personel dari kepolisian lalu lintas maupun Dinas Perhubungan (Dishub) di titik-titik krusial kemacetan untuk mengurai arus atau memberlakukan rekayasa lalu lintas.
Saat mengonfirmasi melalui layanan darurat Kepolisian 110, warga melaporkan belum menerima penanganan konkret di lokasi kemacetan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterbukaan informasi resmi terkait langkah diskresi lalu lintas maupun penambahan armada kapal penyeberangan dari pihak ASDP Ketapang untuk mengurai penumpukan armada logistik yang semakin mengular tersebut.
Para pengguna jalan yang hendak menuju Pelabuhan Ketapang atau Bali diimbau untuk menunda perjalanan atau mengambil rute lintas selatan via Jember–Kalibaru guna menghindari penumpukan di kawasan Wongsorejo.













