Sinergi Cepat Lintas Instansi, Berhasil Gagalkan Bencana KARHUTLA di Kawasan Lereng Gunung Lemongan

- Penulis

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Lumajang — Sinergi cepat lintas instansi bersama masyarakat berhasil menggagalkan potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih luas di kawasan lereng Gunung Lemongan, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kobaran api yang sempat membakar sekitar tiga hektare lahan di kawasan Perhutani RPH Ranupakis berhasil dipadamkan secara total pada Rabu (2/9/2026) malam.

​Keberhasilan penanganan karhutla ini menjadi bukti krusialnya efektivitas sistem deteksi dini nasional berbasis teknologi yang dipadukan dengan kesiapsiagaan personel di lapangan.

Titik api awal berhasil terdeteksi sejak siang hari melalui aplikasi pemantauan karhutla milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sipongi, sebelum akhirnya ditindaklanjuti oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Lumajang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengonfirmasi bahwa medan yang ekstrem dan curam menuntut tim gabungan menerapkan strategi pemadaman manual secara terukur.
​”Pemadaman dilakukan secara manual menggunakan gepyok, jet shooter, hingga pembuatan ilaran atau sekat bakar untuk menghentikan laju pergerakan api,” ujar Isnugroho saat memberikan keterangan, Kamis (3/9/2026).

​Operasi pemadaman darat yang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB tersebut melibat unsur gabungan dari BPBD, Perhutani, TNI, Polri, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Dinas Sosial, serta relawan warga setempat.

Penanganan berfokus di area Blok Gunung Kenik (Gunung Fuji) Petak 19D, sekitar kawasan pendakian Mbah Citro.

Kejadian ini kembali mempertegas pentingnya kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat sebagai benteng utama pencegahan bencana karhutla di Indonesia.

Pemerintah mengimbau masyarakat di sekitar kawasan hutan untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu percikan api serta segera melaporkan indikasi kepulan asap sejak dini tanpa menunggu kobaran api membesar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanpa Sosialisasi, H Tuti Pemilik Warung Perabotan Di Pinggir Proyek Jalan Cisoka Cangkudu Melakukan Protes, Dirinya Minta Pemerintah Dan Pemborong Tanggung Jawab 
Proyek Perbaikan Jalan Cisoka-Cangkudu Dikeluhkan Toko Cisoka, TB H Jalaludin : Satu Tahun Sekali Jalan Di Bongkar Padahal Masih Bagus, Jangan Main Main Dengan Uang Rakyat
Pemdes Jatisari-Kedungjajang Gelar Tasyakuran Maulid Nabi Muhammad, SAW, Polisi Jamin Acara Berjalan Kondusif
Hadiri Tasyakuran Hari Kejaksaan, Kapolresta Tangerang Dorong Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Profesional dan Humanis
Warga Temukan Sesosok Mayat Laki-Laki di Kawasan Pesisir Pantai Kajaran Bades
PC SEMMI Sukabumi Kutuk Keras Keterlibatan 518 ASN Kota Sukabumi dalam Judi Online, Desak Sanksi Hukum dan Penghentian Tunjangan
Belum Mendapat Jawaban Resmi, Ketua Aliansi Peduli Banten Layangkan Surat Resmi Proyek yang Disoroti

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:19 WIB

Sinergi Cepat Lintas Instansi, Berhasil Gagalkan Bencana KARHUTLA di Kawasan Lereng Gunung Lemongan

Kamis, 3 September 2026 - 05:06 WIB

Tanpa Sosialisasi, H Tuti Pemilik Warung Perabotan Di Pinggir Proyek Jalan Cisoka Cangkudu Melakukan Protes, Dirinya Minta Pemerintah Dan Pemborong Tanggung Jawab 

Kamis, 3 September 2026 - 05:03 WIB

Proyek Perbaikan Jalan Cisoka-Cangkudu Dikeluhkan Toko Cisoka, TB H Jalaludin : Satu Tahun Sekali Jalan Di Bongkar Padahal Masih Bagus, Jangan Main Main Dengan Uang Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 01:47 WIB

Pemdes Jatisari-Kedungjajang Gelar Tasyakuran Maulid Nabi Muhammad, SAW, Polisi Jamin Acara Berjalan Kondusif

Kamis, 3 September 2026 - 01:43 WIB

Berita Terbaru