Anggaran Rp18,8 Miliar Pembangunan SDN 3 Jombang: Diduga Proyek Bagi – Bagi Subkon, Pelaksana dan Pengawas Tidak Terlihat Jejaknya

- Penulis

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Tangsel – Pembangunan gedung SDN Jombang 03 senilai Rp18,8 miliar kini dalam kondisi kritis. Pantauan di lokasi pada Senin (05/01/2026) menunjukkan proyek masih amburadul dengan perancah besi yang masih mengepung gedung. Kondisi ini memicu dugaan kuat adanya kegagalan manajemen dalam pemanfaatan anggaran APBD 2025 yang bernilai fantastis tersebut.

Kejanggalan terlihat jelas saat awak media tidak menemukan satu pun Pelaksana Proyek maupun Konsultan Pengawas di lokasi. Absennya para penanggung jawab ini memunculkan dugaan bahwa pengawas selalu tidak ada ditempat untuk menutupi progres yang melambat. Padahal, proyek belasan miliar ini seharusnya diawasi ketat agar kualitas bangunan tetap terjaga.

Di lokasi, awak media hanya menemui seorang pria yang mengaku sebagai Subkontraktor (Subkon) pagar. “Saya sebagai Subkon Pagar, sekaligus para pekerjanya juga,” ujarnya. Ia juga membeberkan bahwa proyek ini melibatkan banyak Subkon lain, yang memperkuat dugaan adanya praktik sub-kontrak berlapis yang berisiko mengurangi mutu pengerjaan fisik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyaknya tangan kedua dan ketiga dalam proyek ini menimbulkan dugaan adanya pemotongan anggaran di tiap level Subkon. Akibatnya, pengerjaan menjadi tidak terkendali. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa progres pembangunan diperkirakan baru mencapai 80 persen lebih, jauh dari target penyelesaian yang seharusnya.

Buruknya tata kelola terlihat dari tumpukan beton drainase yang diletakkan asal-asalan hingga memicu genangan air keruh. Hal ini memunculkan dugaan pelanggaran prosedur keselamatan dan amdal. Pelaksana proyek terkesan hanya mengejar fisik bangunan tanpa memperhatikan dampak lingkungan serta kenyamanan warga sekitar dan pengguna jalan.

Dugaan adanya “main mata” atau pembiaran oleh pihak Dinas terhadap PT Pulau Intan Perdana. Jika tidak, mustahil proyek sebesar ini dibiarkan berjalan tanpa kehadiran pengawas resmi di lapangan pada jam kerja.

Kesan mewah dari warna-warni cat fasad gedung diduga hanya sebagai formalitas untuk mengejar laporan progres. Namun, fakta di lapangan menunjukkan infrastruktur dasar belum tuntas sepenuhnya. Dugaan manipulasi laporan progres di atas kertas pun mencuat jika dibandingkan dengan realita fisik yang masih berantakan.

Masyarakat menuntut audit investigatif segera dilakukan untuk membongkar keruwetan proyek SDN Jombang 03 ini. Jangan sampai uang pajak rakyat senilai Rp18,8 miliar hanya habis begitu saja tanpa menghasilkan gedung sekolah yang layak. Jika praktik ini terus dibiarkan, kualitas pendidikan di Tangsel dipertaruhkan demi keuntungan segelintir kontraktor.

 

 

 

(Nix)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang
Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo
Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah
Hadiri Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi, Menteri Nusron: Legalitas Tanah Beri Kepastian bagi Masyarakat
Menteri ATR/Kepala BPN Tetapkan Standar Waktu Layanan untuk Pengukuran Tanah dan Peralihan Hak
Swadaya Warga Sikancil Cor Jalan Kabupaten, Tamparan Keras Untuk Pemkab Brebes
Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa
Targetkan Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Digembleng di Banyuwangi

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:18 WIB

Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:26 WIB

Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Hadiri Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi, Menteri Nusron: Legalitas Tanah Beri Kepastian bagi Masyarakat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:50 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN Tetapkan Standar Waktu Layanan untuk Pengukuran Tanah dan Peralihan Hak

Berita Terbaru