Aktivis AKSI Soroti Kualitas Menu Makanan Bergizi Gratis di Pandeglang

- Penulis

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Pandeglang – Aktivis Sosial Independen (AKSI) menyoroti pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang. Sorotan tersebut terutama terkait kualitas menu makanan yang dinilai belum mencerminkan standar gizi dan anggaran yang telah ditetapkan, Selasa (16/12/2025).

Berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan AKSI, menu MBG yang disalurkan kepada penerima manfaat disebut jauh dari ekspektasi pagu anggaran yang diperkirakan mencapai Rp15.000 per porsi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kualitas dan kuantitas makanan di lapangan masih perlu mendapat perhatian serius.

Ketua AKSI, Tb. Tobi, menyampaikan bahwa hasil pemantauan pihaknya menemukan kondisi yang memprihatinkan, baik dari sisi menu makanan maupun pengelolaan dapur penyedia MBG. Meski demikian, AKSI menegaskan bahwa temuan tersebut masih bersifat kajian awal dan memerlukan penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami meminta agar tim khusus dari kepresidenan dapat melakukan monitoring langsung, tidak hanya pada menu makanan bergizi, tetapi juga terhadap dapur-dapur MBG di Pandeglang. Hal ini penting untuk memastikan kelayakan higienitas serta pengelolaan limbah, yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat,” ujar Tb. Tobi.

Menurut AKSI, pengawasan menyeluruh diperlukan agar tujuan utama program MBG, yakni meningkatkan asupan gizi masyarakat, dapat tercapai secara optimal tanpa mengabaikan aspek kesehatan lingkungan. Pengelolaan limbah dapur juga dinilai perlu mendapat perhatian agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi atas temuan tersebut. Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan, sehingga pelaksanaannya diharapkan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

AKSI berharap adanya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, sekaligus transparansi dalam pelaksanaan program, guna memastikan manfaat MBG dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat Pandeglang.

dapat melakukan monitoring langsung, tidak hanya pada menu makanan bergizi, tetapi juga terhadap dapur-dapur MBG di Pandeglang. Hal ini penting untuk memastikan kelayakan higienitas serta pengelolaan limbah, yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat,” ujar Tb. Tobi.

Menurut AKSI, pengawasan menyeluruh diperlukan agar tujuan utama program MBG, yakni meningkatkan asupan gizi masyarakat, dapat tercapai secara optimal tanpa mengabaikan aspek kesehatan lingkungan. Pengelolaan limbah dapur juga dinilai perlu mendapat perhatian agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi atas temuan tersebut. Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan, sehingga pelaksanaannya diharapkan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

AKSI berharap adanya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, sekaligus transparansi dalam pelaksanaan program, guna memastikan manfaat MBG dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat Pandeglang.

 

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Surplus Pangan, Kapolda Jatim dan Bupati Ipuk Kembali Panen Raya Jagung di Banyuwangi
Punya Potensi Besar, KAI Pilih Banyuwangi Buka Layanan Baru Angkutan Ternak dan Pertanian
Perkuat Kualitas Pembangunan, Pemkab Banyuwangi Gandeng IAI Kembangkan Arsitektur Berbasis Lokal dan Berkelanjutan
BUPATI IPUK AJUKAN HELIKOPTER WATER BOMBING
Tapteng Punya Laut Luas, Tapi PAD Tak Seberapa: Wabup Mahmud Persoalkan Regulasi PNBP
Gesah Pendidikan Bareng Bupati Ipuk, Beasiswa hingga Masa Depan Anak Disabilitas Jadi Pembahasan
Karya Cantik Dari Balik Lapas Banyuwangi, Warga Binaan Pelajari Seni Meronce Tas Bersama IWAPI
KORCAM BARISTAN TEGALSARI APRESIASI DINAS PENGAIRAN DAN KORSDA, PETANI DASRI–TAMANSARI TETAP DAPAT AIR DI MUSIM KEMARAU

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 00:30 WIB

Jaga Surplus Pangan, Kapolda Jatim dan Bupati Ipuk Kembali Panen Raya Jagung di Banyuwangi

Minggu, 13 September 2026 - 00:25 WIB

Punya Potensi Besar, KAI Pilih Banyuwangi Buka Layanan Baru Angkutan Ternak dan Pertanian

Minggu, 13 September 2026 - 00:24 WIB

Perkuat Kualitas Pembangunan, Pemkab Banyuwangi Gandeng IAI Kembangkan Arsitektur Berbasis Lokal dan Berkelanjutan

Sabtu, 5 September 2026 - 06:21 WIB

BUPATI IPUK AJUKAN HELIKOPTER WATER BOMBING

Kamis, 3 September 2026 - 08:42 WIB

Tapteng Punya Laut Luas, Tapi PAD Tak Seberapa: Wabup Mahmud Persoalkan Regulasi PNBP

Berita Terbaru

Jakarta

Polri Comunity Policing Jepang, Perkuat Peran Bhabinkamtibmas

Minggu, 13 Sep 2026 - 02:12 WIB