Garudaxpose.com | Probolinggo – Seorang warga Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, meninggal dunia dalam insiden kebakaran yang terjadi saat pembakaran sisa sampah di lahan terbuka. Korban bernama Mutasan diduga terjatuh ketika berusaha mengatasi kobaran api yang semakin membesar.
Kejadian tersebut berlangsung Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 12.30 WIB, tepatnya di Dusun Kesut, Desa Lambangkuning, Kecamatan Lumbang. Korban sendiri merupakan warga Dusun Waturiti RT 23/RW 06, Desa Lumbang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menyatakan bahwa peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada pihaknya melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari keterangan awal yang diterima, Mutasan sebelumnya membakar tumpukan sisa sampah barongan di area tersebut. Namun, api kemudian membesar dan diduga merambat dengan cepat karena kondisi lahan yang kering serta hembusan angin.
Saat berusaha menghentikan penyebaran api, korban terjatuh. Dalam kondisi tersebut, tubuhnya ikut terbakar hingga peristiwa itu berujung pada hilangnya nyawa korban.
Oemar juga menyebutkan adanya informasi mengenai riwayat sesak napas yang dimiliki Mutasan. Meski demikian, BPBD belum menyatakan adanya hubungan langsung antara kondisi kesehatan tersebut dan insiden yang terjadi.
“Dalam laporan yang kami terima, korban memiliki riwayat sesak napas,” tutur Oemar. Ia menegaskan bahwa pendataan lebih lanjut masih diperlukan untuk melengkapi informasi kejadian.
Lokasi insiden berada di Desa Lambangkuning, sedangkan tempat tinggal korban berada di Desa Lumbang. Kedua desa tersebut masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa pembakaran sampah secara terbuka dapat menimbulkan risiko serius, terutama ketika material yang dibakar mudah terbakar dan kondisi cuaca mendukung penyebaran api.
Masyarakat diminta mempertimbangkan cara pengelolaan sampah yang lebih aman dan menghindari pembakaran di area terbuka saat cuaca panas atau angin bertiup kencang. Jika api telanjur membesar, keselamatan diri harus menjadi prioritas dengan segera menjauh dari lokasi dan menghubungi petugas pemadam kebakaran atau pihak berwenang.
Kehati-hatian dalam mengelola sampah dan sisa vegetasi penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi. (Septyan)















