Garudaxpose.com | Probolinggo – Kejuaraan Probolinggo Road Race dan Supermoto Championship 2026 Piala Wali Kota Probolinggo menjadi panggung bagi para pembalap untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Berlangsung di sirkuit nonpermanen Jalan Panglima Sudirman, Minggu (11/10/2026), ajang ini menghadirkan persaingan dari ratusan pembalap berbagai daerah sekaligus menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, hadir langsung menyaksikan jalannya perlombaan. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan olahraga otomotif sekaligus upaya mendorong lahirnya pembalap potensial yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.
Kejuaraan tersebut diselenggarakan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Probolinggo bersama IMI Jawa Timur dan KONI Kota Probolinggo. Sejumlah unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya Wakil Ketua II DPRD Kota Probolinggo Santi Wilujeng Prastiani, perwakilan Forkopimda, Kepala Dispopar, serta jajaran pengurus IMI dan KONI.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Aminuddin menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara, peserta, dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kejuaraan. Ia berharap kompetisi balap motor tersebut dapat menjadi agenda rutin sehingga pembalap memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan kemampuan, pengalaman, dan prestasi.
Menurut Aminuddin, penyelenggaraan balap motor tidak hanya berkaitan dengan persaingan di lintasan, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran peserta, pendamping, dan penonton dari berbagai daerah diharapkan turut menggerakkan aktivitas usaha lokal selama kegiatan berlangsung.
Dukungan terhadap pembalap daerah juga menjadi perhatian dalam kejuaraan tersebut. Aminuddin secara khusus memperkenalkan Rasya dan Nabil, dua pembalap muda asal Kota Probolinggo yang merupakan kakak beradik dan telah mencatatkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Prestasi keduanya, termasuk kiprah terbaru di Mandalika, dinilai patut mendapatkan apresiasi.
Di lintasan, Nabil menghadapi jadwal pertandingan yang cukup padat dengan mengikuti enam kelas. Ia mengaku telah mempersiapkan kondisi fisik dan mental serta berupaya beradaptasi secepat mungkin dengan karakter sirkuit. Baginya, kesiapan menghadapi perlombaan menjadi bagian penting untuk memberikan penampilan maksimal, sementara hasil akhir tetap disikapi dengan lapang dada.
Berbeda dengan Nabil, Rasya menyoroti tantangan menyesuaikan diri dengan sirkuit nonpermanen. Terbiasa berlaga di lintasan permanen, ia harus kembali mengenali karakter permukaan aspal dan menyesuaikan pengaturan motor agar dapat menemukan ritme balap yang tepat. Adaptasi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi persaingan di setiap kelas.
Hasil perlombaan menunjukkan Rasya tampil menonjol dengan mengumpulkan delapan hasil finis podium atau posisi yang tercatat dalam klasemen kejuaraan. Pembalap bernomor start 96 itu meraih tiga kemenangan, masing-masing di kelas Supermoto 180 cc Novice, Bebek 2 Tak Standar 125 cc Open, dan Bebek 2 Tak Standar 116 cc Novice. Ia juga meraih tiga posisi kedua di kelas Supermoto 180 cc Kares Malang, Bebek 2 Tak Standar 116 cc Open, serta Bebek 2 Tak Standar 125 cc Novice. Sementara itu, pada kelas Supermoto 180 cc Open dan Bebek 4 Tak 130 cc Novice, Rasya menyelesaikan balapan di posisi kelima.
Sementara itu, Nabil yang menggunakan nomor start 57 turut mencatatkan hasil positif dengan dua kemenangan dan satu posisi kedua. Ia finis pertama pada kelas Supermoto 180 cc Kares Malang dan Bebek 2 Tak Standar 125 cc Kares Malang, kemudian menempati posisi kedua di kelas Bebek 2 Tak Standar 116 cc Kares Malang serta posisi keempat pada kelas Bebek 2 Tak Standar 116 cc Novice. Persaingan yang berlangsung di berbagai kategori, mulai dari kelas pemula hingga profesional, semakin menambah daya tarik kejuaraan yang disaksikan antusias oleh masyarakat tersebut.
Semarak perlombaan juga terlihat dari kehadiran penonton yang datang bersama keluarga untuk memberikan dukungan kepada pembalap. Susilowati, warga Lumajang, misalnya, hadir mendampingi putranya, Muhammad, yang mengikuti kelas 2 Tak dan 4 Tak. Ia berharap putranya dapat menyelesaikan perlombaan dengan selamat dan meraih hasil terbaik. Antusiasme tersebut memperlihatkan bahwa kejuaraan otomotif bukan hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga sarana bagi keluarga dan masyarakat untuk mendukung perkembangan bakat pembalap muda.
Melalui Probolinggo Road Race dan Supermoto Championship 2026, Pemerintah Kota Probolinggo berharap olahraga otomotif semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet berprestasi. Dukungan terhadap penyelenggaraan kompetisi, pembinaan pembalap, serta keterlibatan masyarakat diharapkan dapat memperkuat posisi Kota Probolinggo sebagai salah satu daerah yang aktif mendorong kemajuan olahraga balap motor di Jawa Timur.
Penulis : Septyan Dwi Cahyo















