Garudaxpose.com | Lempuing Jaya – Upaya memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan di tingkat masyarakat akan menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kegiatan Sosialisasi Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Guna Mendukung Indonesia Berdaulat Pangan yang akan digelar pada Rabu, 7 Oktober 2026, di Desa Negeri Sakti, Blok B, Seberang Barat Jalur 29.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Koperasi Payung Mas Kompas Indonesia (KPPPMKI) dan menghadirkan Ir. Ruri Jumar Saef, S.T., S.H., M.T. sebagai narasumber.
Ruri Jumar Saef menyatakan kesediaannya untuk hadir dan memberikan pemaparan kepada masyarakat terkait agenda pembangunan pertanian, khususnya yang berkaitan dengan program cetak sawah baru serta pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, JUT, JUTUT, dan JIDES.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kapasitasnya sebagai narasumber, Ruri akan memberikan penjelasan mengenai arah program, mekanisme dan tahapan pelaksanaan, lokasi serta calon penerima manfaat, sekaligus membuka ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan dan aspirasi.
«“Saya menyatakan siap hadir sebagai narasumber. Yang paling penting adalah masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai program, memahami mekanismenya, dan memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka,” ujar Ruri dalam keterangannya.»
Penguatan Infrastruktur Pertanian
Agenda sosialisasi tersebut berlangsung di tengah kebijakan pemerintah yang terus mendorong peningkatan produksi pangan melalui perluasan areal tanam, pembangunan infrastruktur pertanian, serta penguatan sistem irigasi.
Kementerian Pertanian pada 2026 menyatakan program cetak sawah merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi produksi pangan nasional. Pemerintah juga mempercepat pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur air pertanian untuk mendukung produktivitas lahan.
Di Sumatera Selatan, program cetak sawah juga menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Kementerian Pertanian melaporkan percepatan pembukaan sawah baru di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan menyebut program tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan produksi serta penguatan swasembada pangan.
Pemerintah juga telah menempatkan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan. Publikasi Kementerian Pertanian mencatat bahwa percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi diarahkan untuk mendukung produksi pangan.
Masyarakat Didorong Aktif
Menurut Ruri, keberhasilan program pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh pemahaman, partisipasi, dan keterlibatan masyarakat sejak tahap sosialisasi.
Karena itu, forum tersebut akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh penjelasan mengenai rencana kegiatan sekaligus menyampaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kondisi lapangan.
“Masyarakat harus mengetahui apa programnya, di mana lokasinya, bagaimana mekanismenya, siapa calon penerima manfaatnya, dan bagaimana tahapan pelaksanaannya. Transparansi informasi menjadi bagian penting agar program dapat dipahami dan dikawal bersama,” kata Ruri.
Ia menambahkan bahwa aspirasi masyarakat yang muncul dalam forum akan menjadi bagian dari komunikasi dan pembahasan dengan pihak-pihak terkait sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Bukan Sekadar Sosialisasi
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi langsung antara masyarakat dan penyelenggara kegiatan.
Materi yang dijadwalkan dibahas meliputi program cetak sawah baru, pembangunan jaringan irigasi, rehabilitasi jaringan irigasi, JUT, JUTUT dan JIDES, lokasi serta calon penerima manfaat, mekanisme pelaksanaan, hingga penyampaian aspirasi masyarakat.
Ruri menegaskan bahwa dalam kapasitasnya sebagai narasumber, dirinya berfokus pada penyampaian informasi, pemaparan materi, edukasi masyarakat, serta fasilitasi komunikasi dan aspirasi, sementara keputusan administratif, penganggaran, penetapan penerima manfaat, dan pelaksanaan teknis tetap menjadi kewenangan instansi atau pihak yang berwenang sesuai ketentuan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai agenda pembangunan pertanian sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendukung peningkatan produksi pangan di daerah.
Secara nasional, Presiden Prabowo Subianto telah menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu fondasi strategi pembangunan dan kemandirian Indonesia.
Kegiatan Sosialisasi Program Asta Cita tersebut dijadwalkan berlangsung Rabu, 7 Oktober 2026, bertempat di Rumah Bapak Sukirno, Desa Negeri Sakti, Blok B, Seberang Barat Jalur 29, Lempuing Jaya.Catatan redaksional: Saya sengaja menggunakan frasa “narasumber” dan “atas undangan KPPPMKI”, bukan menyatakan bahwa Ruri merupakan pejabat pemerintah atau bahwa acara tersebut merupakan acara resmi kementerian. Ini membuat berita lebih aman secara faktual, sementara konteks program pemerintah tetap didukung sumber resmi.











