Garudaxpose.com | Probolinggo – Suasana GOR A. Yani, Jalan dr. Sutomo, Kota Probolinggo, berlangsung semarak dengan aktivitas para pelajar yang mengikuti kompetisi olahraga tradisional. Sebanyak 27 SMP negeri dan swasta ambil bagian dalam Lomba Olahraga Tradisional Antar-SMP “Wali Kota Cup” 2026.
Kompetisi yang berlangsung selama dua hari, Selasa (29/9) hingga Rabu (30/9), mempertandingkan tiga permainan tradisional, yakni terompah panjang, egrang, dan hadang.
Ajang tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Probolinggo untuk kembali mengenalkan olahraga tradisional kepada generasi muda. Tidak sekadar menjadi arena perlombaan, kegiatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan minat pelajar terhadap olahraga tradisional sekaligus membuka peluang munculnya atlet-atlet baru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabid Pemuda dan Olahraga Dispopar Kota Probolinggo Bayu Oktovian mengatakan, penyelenggaraan kompetisi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengembangkan kembali olahraga tradisional di kalangan pelajar.
“Sebagai upaya pemerintah untuk menumbuhkembangkan kembali serta menyosialisasikan olahraga tradisional di lingkungan pelajar dan mencetak atlet olahraga tradisional yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
Selain memperebutkan gelar juara, peserta juga berkesempatan membawa pulang uang pembinaan. Panitia menyediakan Rp1,5 juta bagi juara pertama, Rp1 juta untuk juara kedua, dan Rp750 ribu bagi juara ketiga. Masing-masing pemenang juga memperoleh piagam penghargaan.
Ada pesan khusus yang disampaikan Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari sebelum pertandingan dimulai. Ia terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kehadiran peserta dan menjadikan momen tersebut sebagai bagian dari pembelajaran mengenai kedisiplinan.
“Kenapa Ibu absen terlebih dahulu? Sebab, selain ada uang pembinaan dari panitia, Ibu juga umumkan adanya bonus uang tunai Rp1,5 juta untuk masing-masing juara satu tiap cabor,” ungkap Ina.
Dalam kesempatan itu, Ina juga menyampaikan bahwa sejumlah institusi harus didiskualifikasi karena tidak datang sesuai waktu yang telah ditentukan. Keputusan tersebut disampaikan di hadapan peserta yang saat itu berada di bagian belakang lapangan GOR A. Yani.
Menurut Ina, kedisiplinan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah kompetisi. Ia pun meminta seluruh peserta menjalani pertandingan dengan tetap mengedepankan sportivitas dan semangat bertanding.
Setelah memberikan pengarahan, Ina secara resmi membuka rangkaian perlombaan dengan melepas peserta cabang terompah panjang untuk menjalani babak penyisihan.
Hasil pertandingan pada dua cabang yang telah rampung juga mulai diketahui. SMPN 4 keluar sebagai juara pertama terompah panjang, disusul SMP IT Permata sebagai juara kedua dan SMPN 9 di posisi ketiga.
Sementara pada cabang egrang, SMPN 9 menempati juara pertama. Posisi kedua diraih SMPN 5, sedangkan MTs Unggulan Tunas Bangsa berada di peringkat ketiga.
Untuk cabang hadang, pertandingan final dijadwalkan berlangsung Rabu (30/9). Seluruh pemenang dari tiga cabang olahraga selanjutnya akan diumumkan bersamaan dengan penyerahan hadiah pada hari yang sama.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Asisten Administrasi Pemerintahan Retno Fajar Winarti, Kepala Dispopar M. Abas, para camat, Ketua KORMI Kota Probolinggo Hari Purnomo, kepala SMP negeri dan swasta se-Kota Probolinggo, serta guru pendamping.
Penulis : Septyan Dwi Cahyo















