Calon Ketua PWI Banyuwangi Nomor 03 Hariyadi Paparkan 4 Pilar Gagasan untuk Periode 2026-2029

- Penulis

Rabu, 30 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUDAXPOSE.COM | BANYUWANGI – Konferensi Cabang (Konfercab) PWI Kabupaten Banyuwangi dijadwalkan berlangsung pada 3 Oktober 2026. Salah satu kandidat Ketua PWI Banyuwangi nomor urut 03, Hariyadi, memaparkan visi dan misi yang akan dibawanya dalam kontestasi kepemimpinan organisasi periode 2026-2029.

 

Wartawan senior Kabar Rakyat tersebut mengusung visi “Mewujudkan PWI Banyuwangi Kuat, Profesional, Bermartabat dan Berdaya Saing.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam gagasannya, Hariyadi menempatkan persatuan anggota sebagai salah satu fondasi utama organisasi. Ia menilai perkembangan teknologi digital dan perubahan lanskap media membawa tantangan sekaligus peluang bagi profesi kewartawanan.

 

Menurut Hariyadi, perubahan pola distribusi informasi perlu diikuti dengan penguatan kapasitas organisasi dan wartawan. Karena itu, PWI Banyuwangi diharapkan tidak hanya menjadi wadah organisasi profesi, tetapi juga menjadi ruang bersama bagi anggota untuk meningkatkan kompetensi dan mendapatkan perlindungan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

 

“PWI harus diposisikan kembali sebagai ‘rumah besar’ yang nyaman bagi seluruh wartawan anggota PWI, tempat di mana perlindungan hukum ditegakkan, kompetensi diasah secara berkala, dan integritas dijunjung tinggi,” demikian gagasan Hariyadi dalam paparan visi misinya.

 

Empat Pilar Gagasan Hariyadi

 

Untuk mewujudkan visi tersebut, Hariyadi merumuskan empat misi yang mencakup penguatan organisasi, peningkatan profesionalisme, penjagaan martabat profesi, serta peningkatan daya saing anggota.

 

Pertama, penguatan organisasi melalui persatuan dan kebersamaan.

 

Hariyadi menempatkan kekompakan internal sebagai dasar penguatan PWI Banyuwangi. Selain menjaga soliditas anggota, ia juga memasukkan pembenahan sistem administrasi organisasi yang transparan dan akuntabel sebagai bagian dari misinya.

 

Kedua, peningkatan profesionalisme dan kompetensi wartawan.

 

Hariyadi menawarkan penguatan fungsi PWI sebagai ruang pendidikan dan pelatihan jurnalistik. Program peningkatan kapasitas tersebut diarahkan agar wartawan anggota mampu mengikuti perkembangan teknologi serta perubahan ekosistem media.

 

Pelatihan jurnalistik yang adaptif terhadap transformasi media menjadi salah satu poin yang ditekankan dalam gagasannya.

 

Ketiga, menjaga martabat, integritas, dan independensi pers.

 

Hariyadi menegaskan pentingnya menjaga organisasi dan wartawan dari intervensi pihak luar. Dalam menjalankan profesinya, wartawan juga diharapkan tetap berpedoman pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), serta peraturan organisasi PWI.

 

Dalam aspek perlindungan profesi, ia memasukkan pembelaan hukum bagi wartawan yang menghadapi intimidasi maupun kekerasan ketika menjalankan tugas jurnalistik.

 

Keempat, membangun PWI yang berdaya saing dan memberi manfaat.

 

Hariyadi mendorong PWI Banyuwangi untuk membangun sinergi dengan pemerintah, sektor swasta dan masyarakat dalam berbagai program yang berkaitan dengan pembangunan daerah serta peningkatan literasi publik.

 

Di sisi internal organisasi, ia juga memasukkan perjuangan terhadap hak profesional dan kelayakan ekonomi wartawan sebagai bagian dari misi yang ditawarkan.

 

Tantangan Profesi di Era Digital

 

Dalam paparan tersebut, Hariyadi menyoroti perubahan besar yang terjadi dalam dunia jurnalistik akibat perkembangan teknologi digital.

 

Arus informasi yang semakin cepat membuat wartawan menghadapi tuntutan untuk tetap menjaga akurasi dan kredibilitas di tengah derasnya informasi yang beredar di masyarakat.

 

Karena itu, penguatan kompetensi, integritas, independensi, dan perlindungan profesi menjadi bagian dari gagasan yang ditawarkan Hariyadi menjelang Konfercab PWI Banyuwangi.

 

Konfercab PWI Banyuwangi pada 3 Oktober 2026 nantinya menjadi forum organisasi untuk menentukan Ketua PWI Banyuwangi periode 2026-2029. (Kevin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sederhana dan Penuh Makna, HUT ke-6 AWPR Diisi Doa Bersama hingga Berbagi Sembako
Gubernur Koster Sebut Bali Memiliki Kekayaan Adat dan Budaya Unik Perlu Pelestarian
Info Bali Terkait Bedah Rumah dan Rakor Kebakaran
Sebelum Bawa Turis ke Bromo, Kondisi Jip Diperiksa Polisi di Seruni Point
Samsat Probolinggo Kota Buka Beragam Keringanan PKB, Cek Syaratnya Sebelum Bayar
Ziarah Nasional HUT ke-81 TNI di Banyuwangi, Khidmat Kenang Jasa Para Pahlawan
HUT Propam Polri ke-24, 15 Keluarga di Wonosari Terima Paket Sembako
Pemkab Banyuwangi Terus Salurkan Air Bersih, 764 Ribu Liter Didistribusikan ke Wilayah Terdampak Kekeringan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Sederhana dan Penuh Makna, HUT ke-6 AWPR Diisi Doa Bersama hingga Berbagi Sembako

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:08 WIB

Info Bali Terkait Bedah Rumah dan Rakor Kebakaran

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Sebelum Bawa Turis ke Bromo, Kondisi Jip Diperiksa Polisi di Seruni Point

Rabu, 30 September 2026 - 22:59 WIB

Samsat Probolinggo Kota Buka Beragam Keringanan PKB, Cek Syaratnya Sebelum Bayar

Rabu, 30 September 2026 - 22:33 WIB

Ziarah Nasional HUT ke-81 TNI di Banyuwangi, Khidmat Kenang Jasa Para Pahlawan

Berita Terbaru

TNI POLRI

Babinsa dan Komduk Intensifkan Patroli Malam

Kamis, 1 Okt 2026 - 14:50 WIB