Garudaxpose.com |BANYUWANGI — Sejumlah pihak yang terlibat dalam pelayanan penyeberangan lintasan Ketapang–Gilimanuk menyatakan komitmen bersama untuk mendukung kelancaran operasional pelabuhan dan kapal serta meningkatkan kenyamanan, keamanan dan kelancaran bagi pengguna jasa.
Komitmen tersebut dituangkan dalam dokumen “Komitmen Bersama” yang melibatkan Asosiasi Seluruh Supir Pengguna Jasa Penyeberangan Ketapang dan Gilimanuk bersama sejumlah stakeholder terkait, antara lain KSOP, BPTD, GAPASDAP, INFA, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, serta pihak terkait lainnya.
Dalam dokumen tersebut terdapat sejumlah kesepakatan untuk mempercepat pelayanan dan mengoptimalkan operasional penyeberangan.
Salah satu poin yang disepakati adalah percepatan operasional pelabuhan dan kapal, termasuk pengaturan muatan ringan di atas 30 ton menuju LCM serta kapal-kapal LCM dengan minimal lima unit per kapal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara untuk muatan ringan di bawah 30 ton, dilakukan pengaturan menuju kapal MB yang tersedia sesuai dengan ketentuan operasional yang telah disepakati.
Selain itu, KSOP, BPTD, GAPASDAP dan ASDP menyatakan komitmen terhadap percepatan operasional kapal, termasuk upaya agar kapal dapat segera sandar, melakukan proses muat dan berangkat sesuai waktu yang ditetapkan.
Disiplin Sopir dan Petugas Jadi Bagian Kesepakatan
Komitmen bersama tersebut juga mengatur mengenai kedisiplinan para sopir pengguna jasa penyeberangan. Para sopir diharapkan mengikuti arahan petugas dalam proses pemuatan kapal serta mematuhi aturan yang berlaku di kawasan pelabuhan.
Dalam dokumen disebutkan, sopir yang melanggar arahan petugas maupun aturan di dalam pelabuhan dapat dikenakan sanksi hingga dikeluarkan dari kawasan pelabuhan. Ketentuan serupa juga berlaku terhadap petugas yang melakukan pelanggaran terhadap aturan.
Di sisi lain, asosiasi pelayaran memberikan dukungan untuk mengoptimalkan trip dan muatan kapal, sehingga pelayanan penyeberangan dapat berjalan lebih efektif.
Masing-masing instansi dan para sopir juga berkomitmen menjalankan tugas serta tanggung jawab sesuai kesepakatan. Supervisi sebagai penanggung jawab di lapangan turut menjadi bagian dari komitmen tersebut.
Melalui kesepakatan bersama ini, para pihak berharap operasional penyeberangan lintasan Ketapang–Gilimanuk dapat berjalan lebih tertib dan lancar, sekaligus memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jasa penyeberangan.
GarudaXpose.com — Tajam, Faktual, Terpercaya.













