Garudaxpose.com, TAPTENG | Aktivitas pengisian BBM jenis Solar di SPBU Muara Nibung, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), menjadi sorotan. Sejumlah kendaraan yang diduga menggunakan tangki modifikasi terlihat melakukan pengisian secara berulang.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan, termasuk truk dan kendaraan yang bagian ruang penyimpanannya diduga telah dimodifikasi. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait pengawasan penyaluran Solar subsidi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Galung, pengemudi mobil sewa trayek Sibolga-Padangsidimpuan, mengaku kesulitan mendapatkan Solar akibat antrean panjang.
“Minyak Solar katanya aman dan stok banyak, tetapi antrean panjang terus kalau Solar masuk ke SPBU Muara Nibung. Kadang kita lihat mobil yang mengisi itu-itu saja setiap hari,” ujar Galung dengan kesal.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak terhadap penghasilan pengemudi angkutan umum.

Pengemudi lainnya juga mempertanyakan adanya kendaraan tertentu yang disebut dapat melakukan pengisian berulang hingga puluhan liter dalam sehari.
Sorotan juga tertuju pada penggunaan QR Code Subsidi Tepat, termasuk kesesuaian nomor polisi, jenis kendaraan, volume pengisian dan data transaksi. Hal ini dinilai perlu diperiksa untuk memastikan penyaluran Solar subsidi sesuai ketentuan.
Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menduga adanya kendaraan bertangki modifikasi yang membeli Solar subsidi untuk kemudian dijual kembali. Namun, informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum terverifikasi secara independen.
Masyarakat berharap Polres Tapanuli Tengah dan Pertamina melakukan pemeriksaan terhadap transaksi di SPBU tersebut, termasuk rekaman CCTV, data QR Code, nomor polisi kendaraan, volume pengisian serta pola transaksi kendaraan yang berulang.
Sementara itu, pihak SPBU Muara Nibung belum memberikan jawaban ketika dikonfirmasi terkait dugaan penggunaan tangki modifikasi dan pengisian Solar secara berulang.(ps)













