Garudaxpose.com | PROBOLINGGO – Laporan warga menjadi kunci cepatnya penanganan kebakaran lahan di Jalan Kapten Patimura Gang Tajungan, RT 001/RW 008, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Rabu (23/9/2026) pagi.
Kebakaran tersebut dilaporkan warga bernama Eko ke Mako Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Probolinggo sekitar pukul 08.05 WIB. Mendapat informasi adanya lahan yang terbakar, petugas langsung menyiapkan armada dan personel untuk menuju lokasi.
Hanya tiga menit setelah laporan diterima, tepat pukul 08.08 WIB, Regu 2 Damkar diberangkatkan. Jarak antara markas dengan lokasi kejadian diperkirakan sekitar tiga kilometer.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Petugas tiba di lokasi pada pukul 08.17 WIB. Waktu respons sejak armada berangkat hingga tiba di lokasi tercatat sembilan menit.
Setibanya di lokasi, petugas langsung menghadapi kondisi akses jalan yang cukup sempit. Situasi tersebut membuat mobil pemadam harus lebih berhati-hati saat menuju titik kebakaran.
Kasi Damkar Kota Probolinggo Dwi Arianto S.Sos., MM mengatakan, kendala akses jalan tidak membuat proses penanganan dihentikan. Petugas tetap langsung melakukan tindakan begitu berhasil mencapai lokasi.
“Begitu laporan masuk, kami langsung bergerak. Saat menuju lokasi memang ada kendala karena kondisi jalan sempit, tetapi setelah sampai petugas langsung melakukan penanganan,” ujar Dwi Arianto.
Untuk menangani kebakaran tersebut, Damkar Kota Probolinggo mengerahkan satu unit Kijang Rescue, satu unit Fire Truck 04 dan satu unit Vixen TRC.
Petugas kemudian melakukan pemadaman dan dilanjutkan dengan proses pendinginan di area yang terbakar. Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi sumber panas yang berpotensi menimbulkan kobaran baru.
Penanganan berlangsung kurang dari setengah jam sejak petugas tiba. Sekitar pukul 08.35 WIB, kondisi kebakaran berhasil dikondisikan.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melakukan penyisiran dan pendinginan. Lima menit kemudian, tepat pukul 08.40 WIB, lokasi dinyatakan kondusif.
Dwi menjelaskan, proses pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran. Sebab, material yang telah terbakar masih dapat menyimpan panas dan berpotensi memunculkan kembali api apabila tidak ditangani secara menyeluruh.
“Pendinginan tetap kami lakukan setelah api berhasil dikendalikan. Tujuannya memastikan tidak ada bara atau titik panas yang bisa kembali menjadi api,” jelasnya.
Sampai penanganan selesai, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas masih belum dapat memastikan faktor yang menjadi sumber awal munculnya api di lahan tersebut.
Dwi meminta masyarakat tidak menunggu kondisi kebakaran membesar sebelum melaporkannya. Menurutnya, informasi dari warga memiliki peran penting dalam mempercepat respons petugas di lapangan.
“Kalau melihat ada kebakaran, segera informasikan kepada Damkar. Jangan menunggu api membesar karena penanganan sejak awal akan lebih mudah dilakukan,” tegas Dwi.
Ia juga mengingatkan persoalan akses jalan yang sempit perlu menjadi perhatian bersama. Dalam situasi darurat, keberadaan akses yang memadai sangat membantu armada pemadam mencapai lokasi kejadian.
“Kami juga mengharapkan masyarakat memberikan akses ketika armada pemadam menuju lokasi. Jalan yang sempit bisa menjadi hambatan bagi kendaraan, terutama ketika harus bergerak cepat,” tambahnya.
Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan cerah. Sementara itu, seluruh proses penanganan dilakukan oleh Regu 2 Damkar Kota Probolinggo.
Sebanyak delapan personel diterjunkan dalam operasi tersebut, yakni Arif, Trigus, Bambang, Nazrul, Taufiq, PTI Nurul, PTI Soleh dan PTI Kirno.
Setelah api dipastikan padam dan area dinyatakan aman, petugas menyelesaikan penanganan di lokasi. Tidak dilaporkan adanya api yang kembali muncul setelah proses pendinginan dilakukan.
Kebakaran lahan di kawasan Gang Tajungan tersebut akhirnya dapat dikendalikan. Kecepatan warga menyampaikan laporan dan respons petugas menjadi bagian penting sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi berkembang lebih luas. (Septyan)















