Diduga Lalai Hingga Pasien Meregang Nyawa, Puskesmas Yosowilangun Lumajang Tuai Sorotan

- Penulis

Sabtu, 19 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Lumajang – Skandal pelayanan kesehatan mencuat dari Puskesmas Yosowilangun, Lumajang. Sulikhin (62), warga Desa Yosowilangun Kidul, rt 01 rw 03 tewas mengenaskan setelah diduga dibiarkan tanpa rujukan meski kondisinya kritis akibat radang tenggorokan.dan sesak nafas

Korban masuk Puskesmas Kamis (17/9/2026) sore. Dua hari ditahan tanpa kejelasan rujukan, nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal Sabtu (19/9/2026) pukul 11.00 WIB.

Keluarga korban meledak. Adik korban, Cak So (56), menyebut kakaknya sengaja dipersulit untuk dirujuk ke RSUD dr. Haryoto Lumajang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perawat semua tidak berani ngasih rujukan. Alasannya harus seizin Kepala yang bertugas untuk pasien rawat inap dr. Rini. Kami ini orang kecil, mau minta tolong selamatkan nyawa kakak saya saja harus lewat birokrasi berbelit,” kata Cak So murka.

Upaya penyelamatan pun buntu. Cak So mengaku menelpon dr. Rini sebanyak 8 kali berturut-turut, namun tak digubris.

“HP berdering 8 kali tidak diangkat! Padahal itu nyawa kakak saya taruhannya. Kepala Puskesmas macam apa ini?” ujarnya.

Yang lebih menyakitkan, saat didatangi ke kediamannya, dr. Rini justru melontarkan jawaban tak berempati.

“Dia bilang ‘saya sek di belakang, HP saya tidak bersuara’. Jawaban itu sangat menyakitkan dan tidak pantas keluar dari mulut seorang dokter, apalagi penangung jawab pasien rawat inap puskesmas. Seolah nyawa kakak saya tidak ada harganya,” tegas Cak So.

Cak So pun mengecam keras dan menuntut kepala puskesmas yosowilangun DR Erma Bupati Lumajang dan Kadinkes Lumajang tidak tutup mata.

“Ini kelalaian berat! Saya mengecam pelayanan busuk di Puskesmas Yosowilangun. Saya minta Bupati Lumajang dan Dinkes segera turun tangan, periksa dan beri sanksi tegas. Jangan jadikan puskesmas sebagai tempat pembiaran pasien mati. Kami keluarga menuntut keadilan untuk almarhum kakak saya!” pungkasnya.

(Prasojo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penasehat Politik Presiden Prabowo Abal-Abal: Etika Dulu, Baru Bicara Hukum Dan Ruang Publik Dibuat Rusuh
Rutan Kelas I Palembang Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama TNI, POLRI, BNNP Sumsel dan PATNAL
Ketika Merasa Paling Suci, Jangan Sampai Melupakan Amanah dan Nasib Rakyat Kecil
Bursa Politik 2029 Mulai Menghangat, Masyarakat Pantai Barat Dorong Pemimpin Madina Berpikir Luas dan Pemerataan Pembangunan Penulisan
Rutan Kelas I Palembang Gelar Sholat Istisqa, Ikhtiar Bersama Memohon Hujan dan Keselamatan dari Kekeringan
Rutan Kelas I Palembang Teguhkan Komitmen Perang terhadap Narkoba dan Pembangunan Zona Integritas
Bhabinkamtibmas Bersama Bhabinsa Tanggul Mendampingi Penyaluran BLT di Desa Tanggul Wetan
Dugaan Korupsi Proyek Jalan Desa Markisa, FPR OKU Geruduk Kejati Sumsel

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:06 WIB

Penasehat Politik Presiden Prabowo Abal-Abal: Etika Dulu, Baru Bicara Hukum Dan Ruang Publik Dibuat Rusuh

Sabtu, 19 September 2026 - 09:17 WIB

Diduga Lalai Hingga Pasien Meregang Nyawa, Puskesmas Yosowilangun Lumajang Tuai Sorotan

Sabtu, 19 September 2026 - 08:17 WIB

Rutan Kelas I Palembang Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama TNI, POLRI, BNNP Sumsel dan PATNAL

Sabtu, 19 September 2026 - 03:24 WIB

Ketika Merasa Paling Suci, Jangan Sampai Melupakan Amanah dan Nasib Rakyat Kecil

Jumat, 18 September 2026 - 07:13 WIB

Bursa Politik 2029 Mulai Menghangat, Masyarakat Pantai Barat Dorong Pemimpin Madina Berpikir Luas dan Pemerataan Pembangunan Penulisan

Berita Terbaru