Garudaxpose.com | Probolinggo – Kebakaran lahan terjadi di sekitar Makam Bujuk Macan Laut, Jalan Ikan Tenggiri, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Senin (14/9/2026). Peristiwa yang terjadi pada sore hari itu diduga berawal dari aktivitas pembakaran sampah oleh warga.
Informasi mengenai kebakaran tersebut diterima Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Probolinggo melalui Call Centre 112 sekitar pukul 16.22 WIB. Laporan warga itu langsung diteruskan kepada Regu 4 untuk segera dilakukan penanganan di lokasi.
Kasi Damkar Kota Probolinggo Dwi Arianto S.Sos.MM mengatakan, petugas langsung bergerak begitu menerima laporan. Dua armada, yakni Fire Truck 04 dan Fire Truck 02, diberangkatkan menuju kawasan makam yang menjadi titik kejadian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Begitu laporan diterima, kami langsung memberangkatkan personel dan armada ke lokasi. Jaraknya sekitar dua kilometer dan petugas berhasil tiba pada pukul 16.27 WIB,” kata Dwi Arianto.
Setibanya di lokasi, petugas langsung menghadapi kobaran api yang membakar lahan. Penanganan dilakukan dengan mengerahkan personel Damkar Regu 4 agar api dapat segera dikendalikan dan tidak menjalar ke kawasan di sekitarnya.
Menurut Dwi, kondisi cuaca yang cerah turut mendukung proses penanganan. Selain personel Damkar, Relawan Damkar atau Redkar juga ikut terlibat membantu proses pemadaman hingga situasi di lokasi mulai terkendali.
“Penanganan di lapangan berjalan aman dan lancar. Personel bersama Redkar fokus melakukan pemadaman sekaligus memastikan api tidak berkembang ke area lain,” jelasnya.
Setelah kurang lebih 35 menit dilakukan penanganan, api berhasil dikondisikan pada pukul 16.57 WIB. Petugas kemudian melanjutkan pemeriksaan di sekitar lokasi guna memastikan tidak ada bara atau titik api yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Situasi di lokasi akhirnya dinyatakan kondusif pada pukul 17.15 WIB. Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerugian material. Sementara penyebab sementara kebakaran diketahui berasal dari aktivitas membakar sampah.
Dwi Arianto mengingatkan masyarakat untuk tidak meremehkan aktivitas pembakaran sampah, khususnya di area yang memiliki banyak material kering. “Kami mengingatkan warga agar lebih berhati-hati. Jangan meninggalkan api saat membakar sampah dan pastikan api benar-benar padam. Bila melihat kebakaran, segera laporkan melalui Call Centre 112 sehingga petugas dapat bergerak cepat,” pungkasnya. (Septyan)












