Tapteng Punya Laut Luas, Tapi PAD Tak Seberapa: Wabup Mahmud Persoalkan Regulasi PNBP

- Penulis

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Garudaxpose.com, Tapteng | Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Mahmud Efendi, mendorong pemerintah pusat menyiapkan regulasi khusus untuk membantu daerah yang mengalami perubahan kondisi geografis dan tata ruang akibat bencana alam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Hal itu disampaikan Mahmud Efendi saat mengikuti Forum Rembuk dan Bincang-Bincang Otonomi Daerah (REBOAN) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual, Rabu (2/9/2026), dari Ruang Rapat Cendrawasih, Kantor Bupati Tapanuli Tengah.

 

Dalam forum tersebut, Mahmud menjelaskan bahwa bencana yang terjadi sebelumnya telah menyebabkan kerusakan dan perubahan bentang alam di sejumlah wilayah Tapanuli Tengah. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah membutuhkan kepastian regulasi agar proses penataan dan pemulihan dapat dilakukan dengan lebih cepat.

 

Menurutnya, regulasi yang tepat diperlukan agar kawasan terdampak bencana tidak hanya dipulihkan, tetapi juga dapat kembali dimanfaatkan secara produktif untuk mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.

 

Selain persoalan pascabencana, Mahmud juga menyoroti sektor kelautan dan perikanan yang dinilai belum memberikan kontribusi optimal terhadap PAD Tapteng.

 

Padahal, Tapanuli Tengah memiliki wilayah pesisir dan potensi kelautan yang cukup besar. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya mampu memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan daerah maupun kesejahteraan masyarakat nelayan.

 

Mahmud menyebut salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah aturan mengenai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor perikanan. Menurutnya, kebijakan tersebut turut memengaruhi aktivitas perikanan, termasuk kegiatan bongkar muat kapal nelayan di Tapanuli Tengah.

 

Menurunnya aktivitas tersebut, kata dia, tidak hanya berdampak terhadap PAD, tetapi juga terhadap perputaran ekonomi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor kelautan dan perikanan.

 

“Apa yang dihasilkan dari perikanan dan industri kelautan saat ini belum memberikan hasil yang berdampak optimal kepada pendapatan daerah kita. Kami berharap ada evaluasi dan perubahan regulasi agar perekonomian masyarakat nelayan di Tapanuli Tengah dapat meningkat serta memberikan kontribusi nyata bagi PAD,” ujar Mahmud.

 

Ia berharap masukan yang disampaikan dalam forum REBOAN tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah pusat. Terutama dalam menghadirkan kebijakan yang dapat menjawab kebutuhan daerah pascabencana sekaligus memberikan ruang yang lebih besar bagi daerah dalam mengembangkan potensi kelautan dan perikanannya.

 

Pemkab Tapteng menilai, dukungan regulasi dan kebijakan fiskal yang lebih sesuai dengan kondisi daerah sangat diperlukan agar pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal dan potensi ekonomi pesisir kembali bergerak.

 

Dengan demikian, pemulihan wilayah tidak hanya berorientasi pada pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga pada pemulihan ekonomi masyarakat dan peningkatan sumber-sumber pendapatan daerah.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah Drs. Binsar TH Sitanggang, M.SP., Asisten Administrasi dan Umum Setdakab Tapanuli Tengah Dra. Nurjalilah, serta Kabag Tapem Setdakab Tapteng Despi Erwanto, AP., MM. (Ps)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Hari Jadi ke-667, Pemkot Probolinggo Kenang Jasa Para Pendahulu Lewat Ziarah Makam
Setelah Viral Pemberitaan, Akhirnya Saluran Got Proyek Jalan Cisoka Cangkudu Di Bongkar
Internet Tengah Malam Disoal Warga,Satpol PP Jayanti Ikutut Disorot
Pedang Pora di Makodim Banyuwangi, Tiga Perwira Dilepas Menuju Masa Pensiun
Gubernur Koster Tegaskan Soal Perayaan Rahina Tumpek Landep 
Tanpa Sosialisasi, H Tuti Pemilik Warung Perabotan Di Pinggir Proyek Jalan Cisoka Cangkudu Melakukan Protes, Dirinya Minta Pemerintah Dan Pemborong Tanggung Jawab 
Proyek Perbaikan Jalan Cisoka-Cangkudu Dikeluhkan Toko Cisoka, TB H Jalaludin : Satu Tahun Sekali Jalan Di Bongkar Padahal Masih Bagus, Jangan Main Main Dengan Uang Rakyat
Pisah Sambut Kapolsek Tigaraksa Berlangsung Hangat, AKP Iwan Wahyudi Resmi Gantikan AKP I Made Artana

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 10:11 WIB

Jelang Hari Jadi ke-667, Pemkot Probolinggo Kenang Jasa Para Pendahulu Lewat Ziarah Makam

Kamis, 3 September 2026 - 08:42 WIB

Tapteng Punya Laut Luas, Tapi PAD Tak Seberapa: Wabup Mahmud Persoalkan Regulasi PNBP

Kamis, 3 September 2026 - 07:20 WIB

Setelah Viral Pemberitaan, Akhirnya Saluran Got Proyek Jalan Cisoka Cangkudu Di Bongkar

Kamis, 3 September 2026 - 07:15 WIB

Internet Tengah Malam Disoal Warga,Satpol PP Jayanti Ikutut Disorot

Kamis, 3 September 2026 - 07:11 WIB

Pedang Pora di Makodim Banyuwangi, Tiga Perwira Dilepas Menuju Masa Pensiun

Berita Terbaru