Garudaxpose.com | Probolinggo – Usia panjang sebuah tempat ibadah tidak hanya tercermin dari bangunan dan tradisi yang terus dipertahankan. Di Kota Probolinggo, keberadaan Klenteng Tri Dharma Mangunharjo yang kini memasuki usia 161 tahun juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat.
Semangat tersebut terlihat dalam pelaksanaan bakti sosial yang digelar di kawasan klenteng, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kamis sore (27/8). Sebanyak 2.000 paket kebutuhan pokok dibagikan kepada masyarakat, terutama warga yang membutuhkan serta mereka yang tinggal di sekitar klenteng.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan 161 tahun berdirinya Klenteng Tri Dharma Mangunharjo. Kegiatan sosial itu sekaligus menunjukkan bahwa perayaan keagamaan dan budaya dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia berkesempatan menyaksikan proses penyaluran bantuan sekaligus menyerahkan paket sembako kepada sejumlah warga penerima.
Di hadapan pengurus klenteng dan masyarakat, Ina menilai kegiatan tersebut memiliki nilai positif karena menghadirkan manfaat secara langsung bagi warga. Menurutnya, kepedulian yang dibangun melalui kegiatan sosial menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antarmasyarakat.
“Bakti sosial ini tidak hanya memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan masyarakat, tetapi juga membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terima kasih kepada para donatur atas kepedulian dan kebaikannya. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan dan keberkahan sehingga manfaatnya terus dirasakan masyarakat,” ujar Ina.
Bagi Pemerintah Kota Probolinggo, perjalanan Klenteng Tri Dharma Mangunharjo selama 161 tahun juga memiliki arti penting dalam perjalanan kota. Keberadaannya menjadi salah satu bagian dari kekayaan sejarah dan budaya yang hidup berdampingan dengan masyarakat.
Karena itu, Ina mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga suasana harmonis yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan Kota Probolinggo.
“Semoga klenteng ini terus menjadi bagian dari sejarah, budaya dan keberagaman Kota Probolinggo. Mari kita rawat toleransi, kerukunan dan kebersamaan, karena perbedaan bukan penghalang untuk bersama-sama membangun kota yang damai, harmonis dan sejahtera,” tuturnya.
Di sisi lain, bakti sosial tersebut menunjukkan konsistensi panitia dalam menjadikan peringatan ulang tahun klenteng sebagai momentum untuk berbagi. Ketua II Panitia Peringatan 161 Tahun Klenteng Tri Dharma, Ervan Susianto, menyebut kegiatan serupa telah menjadi agenda rutin setiap tahun.

Jumlah bantuan yang disiapkan tahun ini mencapai 2.000 paket. Masing-masing paket berisi sejumlah bahan pangan pokok yang dapat dimanfaatkan penerima untuk kebutuhan rumah tangga.
“Setiap tahun kami mengadakan bakti sosial. Tahun ini kami menyiapkan 2.000 paket sembako yang masing-masing berisi 5 kilogram beras, 1 kilogram gula, 2 liter minyak goreng dan 5 bungkus mie instan,” jelas Ervan.
Dengan komposisi tersebut, bantuan diharapkan tidak sekadar menjadi simbol perayaan, melainkan benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga penerima.
Tidak hanya menyentuh aspek sosial, peringatan tahun ini juga tetap mempertahankan unsur keagamaan dan kebudayaan. Sejumlah kegiatan telah disiapkan sebagai bagian dari rangkaian acara.
Kegiatan sembahyang menjadi salah satu agenda utama. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan pertunjukan wayang potehi yang merupakan kesenian tradisional dari Tiongkok.
Wayang potehi memiliki ciri khas berupa boneka tangan yang dimainkan dari dalam kain berbentuk kantong. Pertunjukan tersebut direncanakan berlangsung selama satu bulan dan dapat disaksikan oleh masyarakat umum.
Ervan mengatakan keterbukaan kegiatan kepada masyarakat merupakan bagian dari upaya menjaga kebersamaan di tengah keberagaman. Ia berharap seluruh rangkaian peringatan membawa manfaat dan suasana positif bagi lingkungan sekitar.
“Kami berharap Indonesia, khususnya Kota Probolinggo, senantiasa diberikan keamanan, ketenteraman dan kemakmuran,” katanya.
Sementara itu, Ketua I Panitia, Adi Sutanto, menilai keterlibatan para donatur menjadi salah satu unsur penting dalam keberlangsungan kegiatan sosial tersebut.
Ia berharap jumlah pihak yang ikut berpartisipasi dapat bertambah pada pelaksanaan tahun mendatang. Dengan dukungan yang semakin luas, sasaran penerima bantuan juga diharapkan semakin banyak.
“Kami berharap tahun depan semakin banyak donatur yang berpartisipasi sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan kebahagiaan. Ini merupakan bentuk kepedulian nyata untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Bantuan kemudian diserahkan kepada warga yang telah menjadi sasaran kegiatan. Paket sembako diberikan secara gratis sehingga penerima dapat langsung memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah satu penerima, Asia, warga Sentono, mengaku bersyukur mendapat bantuan tersebut. Ia mengatakan isi paket sembako yang diterimanya cukup membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
“Terima kasih kepada Klenteng Tri Dharma. Bantuan sembako ini sangat bermanfaat dan berarti bagi saya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Mayangan Deus Nawandi, Lurah Mangunharjo Ikromi Wida Utama, anggota DPRD Kota Probolinggo Syaiful Iman, serta perwakilan unsur Forkopimda.
Peringatan 161 tahun Klenteng Tri Dharma Mangunharjo akhirnya tidak hanya menjadi penanda perjalanan waktu. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan tradisi, budaya, kepedulian sosial dan semangat kebersamaan.
Dari lingkungan klenteng, pesan tentang pentingnya berbagi dan merawat kerukunan kembali disampaikan. Sebuah gambaran bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika dirawat melalui kepedulian dan kebersamaan.
Penulis : Septyan Dwi Cahyo













