30 TAHUN AL HASANIYAH: KETIKA HAUL DI KEDAWON MEMBUKA TABIR TRAH MAJAPAHIT

- Penulis

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan:Di Balik Milad Pesantren, Manuskrip Keraton Surakarta Mengkonfirmasi Mbah Kisyam bin Ki Pencar adalah Dzurriyah Prabu Brawijaya V – Momentum Rekonsiliasi 90 Persen Keturunan yang Terpisah Sejarah

BREBES, GarudaXpose.com – Lantunan salawat dan doa membubung, memecah keheningan langit Dusun Kedawon, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jumat (28/8/2026).

Ratusan jamaah duduk bersimpuh. Para santri dengan sorban putih, para kiai sepuh, hingga para dzurriyah yang datang dari berbagai penjuru. Suasana khidmat menyelimuti.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka hadir bukan sekadar merayakan milad ke-30 Pondok Pesantren Al Hasaniyah Kedawon. Mereka hadir untuk menjadi saksi, saat sebuah tabir sejarah yang terkubur ratusan tahun, akhirnya tersingkap.

Di hari itu, Al Hasaniyah menggelar hajat besar: Haul Dzurriyah Mbah Kisyam bin Ki Pencar, seorang ulama sepuh pembabat alas Kedawon yang selama ini hanya dikenal sebagai penyebar syiar Islam di pesisir utara Brebes. Namun, siapa sangka, dari penelusuran panjang, terungkap bahwa beliau terhubung langsung dengan darah biru Nusantara, garis keturunan Raja Majapahit, Prabu Brawijaya V.

Bukan Sekadar Milad, Tapi Napak Tilas Sejarah

Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi keluarga besar pesantren. Tiga dekade bukanlah waktu yang singkat. Dari sebuah surau kecil, kini Al Hasaniyah telah menjelma menjadi pusat pendidikan Islam dengan ribuan santri, mulai dari tingkat RA, MI, MTs, hingga Aliyah.

Namun, di usia ke-30 ini, pengasuh pesantren memilih tidak berpesta pora. Ia memilih kembali ke akar.

Pengasuh Ponpes Al Hasaniyah, Dr. KH. Nuridin Syamsudin, SH, M.Pd, menegaskan bahwa acara haul ini adalah ikhtiar panjang selama puluhan tahun untuk menelusuri akar sejarah yang sempat terserak oleh waktu.

“Ini adalah hutang sejarah. Kami tidak ingin santri hanya tahu Al Hasaniyah berdiri 30 tahun, tapi tidak tahu di atas tanah siapa dan di atas perjuangan siapa pesantren ini berdiri,” tegasnya.

Hasil penelusuran nasab yang dilakukan secara serius dan diperkuat oleh ahli sejarah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akhirnya membuahkan hasil. Mbah Kisyam bin Ki Pencar terkonfirmasi merupakan keturunan langsung dari Prabu Brawijaya V melalui trah Senopati Mataram dan Ki Tumenggung Suroloyo, yang dikenal sebagai Bupati Brebes pertama.

Temuan ini mengubah peta sejarah Islam di Brebes. Bahwa Islam di Kedawon tidak datang dari ruang hampa, melainkan dibawa oleh darah Mataram dan Majapahit yang telah memeluk Islam.

Air Mata Pertemuan Kembali Para Dzurriyah

Momen paling mengharukan terjadi saat sesi pengumuman nasab. Banyak di antara jamaah yang tertegun.
“Hari ini kami sampaikan kepada masyarakat, terutama para dzuriyah yang hampir 90 persen baru menyadari garis keturunannya. Banyak yang akhirnya menemukan saudara kembali setelah sekian lama terpisah oleh gelombang sejarah,” tutur Kyai Nuridin dengan mata berkaca-kaca usai kegiatan.
Selama ratusan tahun, keturunan Mbah Kisyam menyebar ke berbagai daerah tanpa saling mengenal. Ada yang menjadi petani, pedagang, pegawai, hingga kiai. Haul ini menjadi jembatan rekonsiliasi. Mereka dipertemukan kembali dalam satu kalimat tauhid dan satu garis darah.

“Haul ini adalah jembatan untuk menyatukan kembali persebaran keturunan Mbah Kisyam agar tetap mencontoh kesalehan, keikhlasan, dan perjuangan sang leluhur dalam membabat alas dan menyebarkan Islam,” tambahnya.

Validitas Manuskrip dan Kesaksian Juru Kunci Amangkurat I

Agar tidak menjadi klaim sepihak, panitia menghadirkan saksi sejarah yang kredibel. Hadir Raden Tumenggung Irham Rekso Puspoko, Juru Kunci Makam Amangkurat I Tegal yang juga abdi dalem Keraton Surakarta.

Dengan mengenakan belangkon dan beskap khas Keraton, ia memaparkan bukti-bukti otentik. Keterkaitan nasab tersebut, kata dia, dibuktikan melalui manuskrip resmi, serat, dan silsilah yang tersimpan rapi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Berdasarkan catatan tersebut, Mbah Kisyam memiliki peran vital bukan hanya sebagai ulama, tapi sebagai sosok pemimpin pembuka lahan. Beliaulah yang ‘membabat alas’ di daerah Kedawon yang dulunya hutan lebat, untuk kemudian dijadikan pemukiman dan pusat syiar Islam.

“Garisnya jelas. Dari Prabu Brawijaya V turun ke Bondan Kejawan, ke Ki Ageng Tarub, ke Senopati Mataram, terus ke Ki Tumenggung Suroloyo, lalu ke Ki Pencar dan Mbah Kisyam. Ini bukan cerita tutur, tapi ada catatannya,” jelas Raden Tumenggung Irham.

Pungkasnya: Menjaga Mata Rantai yang Tak Terputus

Di usia yang ke-30 ini, Al Hasaniyah telah membuktikan jati dirinya. Tidak hanya tumbuh sebagai institusi pendidikan yang mencetak ribuan santri yang hafal Al-Qur’an dan kitab kuning, tetapi juga menjelma menjadi penjaga gawang sejarah Islam di Brebes.

Pesantren ini memastikan bahwa mata rantai perjuangan para ulama terdahulu tidak terputus dimakan zaman. Bahwa modernisasi pendidikan tidak boleh membuat generasi lupa dari mana ia berasal.

Pungkasnya, Haul Akbar dan Milad ke-30 ini ditutup dengan doa bersama dan baiat dzuriyah. Sebuah ikrar bersama untuk terus merawat warisan leluhur, merawat persaudaraan, dan merawat pesantren sebagai rumah besar umat.

Dari Kedawon, dari sebuah dusun kecil di ujung Brebes, sebuah pesan besar dikirimkan untuk Indonesia: bahwa sejarah Islam dan sejarah besar Nusantara, Majapahit dan Mataram, adalah satu napas yang tak terpisahkan. Dan Al Hasaniyah, selama 30 tahun, telah berdiri di tengah napas itu.

Keterangan Foto: Pengasuh Ponpes Al Hasaniyah, Dr. KH. Nuridin Syamsudin, SH, M.Pd bersama Raden Tumenggung Irham Rekso Puspoko selaku Juru Kunci Makam Amangkurat I Tegal (belangkon), usai memaparkan manuskrip nasab Mbah Kisyam bin Ki Pencar keturunan Prabu Brawijaya V.***

(4905)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Resmikan Program PLTS Sejumlah Wilayah di Bali
TOLAK GERAKAN INKONSTITUSIONAL, PANUTAN DARI PANTURA: FORUM WARGA BREBES DEKLARASI KAWAL PEMERINTAHAN PRABOWO
Panutan dari Pantura: Forum Warga Brebes Deklarasi Pasang Badan Kawal Pemerintahan Prabowo dari Gerakan Inkonstitusional
BREBES NYATAKAN SIKAP: KAWAL PEMERINTAHAN PRABOWO HASIL KONSTITUSI, LAWAN TOTAL AKSI ANARKIS
DEKLARASI DARI PANTURA: BREBES SIAP KAWAL PEMERINTAHAN PRABOWO
Tolak Gerakan Inkonstitusional, Warga Pantura Brebes Deklarasi Kawal Pemerintahan Prabowo
TOLAK GERAKAN INKONSTITUSIONAL, PANUTAN DARI PANTURA: FORUM WARGA BREBES DEKLARASI KAWAL PEMERINTAHAN PRABOWO
TOLAK GERAKAN INKONSTITUSIONAL, PANUTAN DARI PANTURA: FORUM WARGA BREBES DEKLARASI KAWAL PEMERINTAHAN PRABOWO

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:07 WIB

30 TAHUN AL HASANIYAH: KETIKA HAUL DI KEDAWON MEMBUKA TABIR TRAH MAJAPAHIT

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:03 WIB

Presiden Prabowo Resmikan Program PLTS Sejumlah Wilayah di Bali

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:55 WIB

TOLAK GERAKAN INKONSTITUSIONAL, PANUTAN DARI PANTURA: FORUM WARGA BREBES DEKLARASI KAWAL PEMERINTAHAN PRABOWO

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Panutan dari Pantura: Forum Warga Brebes Deklarasi Pasang Badan Kawal Pemerintahan Prabowo dari Gerakan Inkonstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:21 WIB

BREBES NYATAKAN SIKAP: KAWAL PEMERINTAHAN PRABOWO HASIL KONSTITUSI, LAWAN TOTAL AKSI ANARKIS

Berita Terbaru