Keterangan:Gol Menit 9 Jadi Penentu di Lapangan Sipung Jati – Oknum Beratribut Official Pukul Hakim Garis, Panitia Persaba Cup VII Dituntut Tegas
BREBES,GarudaXpose.com//- Tirai putaran kedua 16 Besar Open Turnamen Persaba Cup VII ditutup dengan drama paling getir. Di laga hidup-mati terakhir, Persekal Kalipucang secara heroik menumbangkan tim bertabur bintang muda Asri FC Bumiayu dengan skor tipis 0-1, di Lapangan Sipung Jati, Rengasbandung, Jatibarang, Brebes, Kamis [27/08/2026] sore.
Pertandingan yang dipimpin wasit Trijoko, dibantu hakim garis Rusmono dan Rendi, serta wasit cadangan Soni Ade di bawah pengawasan Bung Dani Senja ini berlangsung di bawah cuaca cerah berawan 30°C. Kick-off 16.30 WIB dengan durasi 2×25 menit, disaksikan 700-an pasang mata yang memadati sisi lapangan. Tiket Rp 15.000 ludes, atmosfer layaknya final.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gol cepat menjadi pembeda nasib. Penyerang haus gol Persekal, Dea, pemilik nomor punggung 10, tanpa ampun menyambar bola liar di menit ke-9. Satu momen, satu gol, cukup untuk membunuh perlawanan Asri FC.
Babak pertama berjalan dengan intensitas normal namun penuh kalkulasi. Pelatih kepala Persekal, Impron, tak henti memberi instruksi dari bench. Menghadapi materi bintang Asri FC, Persekal sempat kesulitan menembus. Kapten Iyan pun mengambil alih komando lapangan dengan bisikan taktis kepada Langit, Dayat, Imuk, Jimmy dan Rizki: “Main aman saja, kita lewat counter attack aja.” Instruksi dingin itu manjur. Hingga turun minum, papan skor tetap 0-1.
Memasuki babak kedua, tensi meledak. Wasit Trijoko meniup peluit, kedua tim langsung saling jual beli serangan dengan tempo tinggi. Inilah adu otak sesungguhnya. Pelatih Asri FC, Bung Aris, memutar otak, merotasi pemain demi mencari celah. Dominasi penguasaan bola memang milik Asri FC Bumiayu, namun kokohnya benteng pertahanan Persekal yang digalang kapten Coki, dibantu Opick, Dea, Daffa, Ridho dan Tatan, menjadi tembok yang tak tertembus.
Keberuntungan belum berpihak. Peluang demi peluang Asri FC mentah di kaki para bek Persekal. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tak berubah. Persekal Kalipucang berhak membawa pulang tiket 8 besar terakhir dan sudah ditunggu lawan tangguh, Perseka Kedungtukang, yang kemarin menggilas Sindu Jaya Kertasinduyasa 4-0 tanpa ampun. Asri FC harus menelan mimpi buruk, tersingkir di 16 besar.
NODA MEMALUKAN DI AKHIR LAGA
Sayang seribu sayang, kemenangan heroik itu ternoda insiden brutal yang tak seharusnya terjadi di turnamen sebesar ini. Di penghujung laga, seorang oknum suporter Persekal Kalipucang yang mengenakan pakaian official secara membabi buta memukul kepala hakim garis Rusmono. Pemicunya sepele, tidak terima bendera offside diangkat.
Situasi sempat memanas. Pengawas pertandingan Bung Dani Senja langsung bekerja ekstra mengamankan lapangan. Wasit cadangan Soni Ade pun tak terima, rekannya yang sedang menjalankan tugas justru menjadi korban pemukulan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Ini adalah alarm keras. Jika ada pembiaran terhadap aksi premanisme berkedok official seperti ini, justru akan merugikan marwah Turnamen Persaba Cup VII yang sudah berjalan 24 hari dan memasuki tahun ke-7 penyelenggaraannya dengan total hadiah Rp 75 Juta.
PUNGKASNYA, Ketua Panitia H. Kasirun, S.Pd dan Wakil Ketua Bung Jinggo [Argo King] dituntut tidak main-main. Seluruh jajaran panitia harus kerja keras, waspada, dan mulai detik ini harus memperketat barisan keamanan. Terutama di area bench pemain dan area yang berdekatan dengan hakim garis. Jangan sampai kejadian memalukan sore tadi terulang kembali. Sepak bola Brebes harus dijaga sportivitasnya.
Dan jangan lewatkan! Putaran ketiga hari pertama babak 8 besar yang paling dinanti, besok Jumat [28/08/2026], akan tersaji big match: Jakid United Jatibarang Kidul Vs Brader FC Sigambir. Laga gengsi yang akan disiarkan langsung dari Stadion Mini Sipung Jati Rengasbandung. Bravo Persaba Cup VII!***(4905)
[Penulis: Lensa Brebes]











