Banyuwangi Jadi Fokus Gerakan Mangrove LDII Jatim, Amrodji Konawi Ajak Warga Perkuat Ketahanan Pesisir

- Penulis

Minggu, 23 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUDAXPOSE.COM | BANYUWANGI — Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch. Amrodji Konawi mengajak masyarakat memperkuat gerakan penanaman dan pelestarian mangrove untuk menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan saat penanaman mangrove dan pelepasan tukik di Pantai Cemara, Banyuwangi, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang digelar DPD LDII Kabupaten Banyuwangi bersama DPW LDII Jawa Timur dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur tersebut menanam 1.000 bibit mangrove, melepasliarkan 50 tukik, serta melakukan bersih-bersih pantai. Mengusung tema “Bersama, Membangun Banyuwangi yang Bersih, Lestari dan Berkelanjutan”, kegiatan itu melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai unsur masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Amrodji mengatakan, aksi tersebut merupakan bagian dari program tahunan LDII bertajuk “Kerja Bersama, Bakti untuk Negeri” yang dilaksanakan setiap Agustus. Tahun ini, gerakan tersebut difokuskan di Banyuwangi melalui aksi pelestarian pesisir sekaligus mendukung program Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, “Nandur Mangrove”.

“Allah mengingatkan dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ruum ayat 41 tentang kerusakan di darat dan laut akibat ulah manusia. Karena itu, menjaga dan memperbaiki lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Menurut Amrodji, mangrove merupakan benteng alami kawasan pesisir yang berperan mengurangi abrasi, meredam gelombang, menjadi habitat berbagai biota, serta menyerap dan menyimpan karbon.

“Menanam mangrove bukan sekadar menanam pohon, tetapi investasi ekologis untuk menjaga garis pantai, melindungi keanekaragaman hayati, dan memperkuat ketahanan masyarakat pesisir,” katanya.

Ia menambahkan, kemampuan mangrove dalam menyerap dan menyimpan karbon juga memiliki nilai strategis dalam upaya menghadapi perubahan iklim, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi lingkungan melalui perdagangan karbon (carbon trading).

Amrodji mendorong warga LDII terus memberikan kontribusi melalui delapan klaster kontribusi untuk bangsa, khususnya di bidang ketahanan pangan dan lingkungan. Ia menegaskan, gerakan penghijauan tidak boleh berhenti pada penanaman, tetapi harus dilanjutkan dengan perawatan dan pengawasan.

“Tidak cukup hanya menanam. Mangrove harus dirawat dan dijaga agar tumbuh serta memberikan manfaat dalam jangka panjang. Ini bentuk nyata ikhtiar kita menjaga lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” tegasnya.

Ketua Umum MUI Jawa Timur Prof. Dr. KH Abd. Halim Soebahar, M.A., menyambut baik sinergi MUI dan LDII dalam gerakan pelestarian lingkungan tersebut. Ia menilai penanaman mangrove merupakan bentuk amalan menanam kebaikan yang manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh generasi mendatang.

“Kami sangat merasakan soliditas dan semangat silaturahim warga LDII. Karena itu, jangan pernah lelah untuk menjalin silaturahim dan menebar kebaikan,” ujarnya.

Prof. Halim menegaskan, kerusakan alam merupakan salah satu dampak dari ulah manusia. Karena itu, menjaga dan memulihkan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama agar alam tidak berubah menjadi sumber bencana bagi kehidupan.

“Bagaimana kita menanam, tetapi tanaman itu bukan hanya untuk kita. Kita menanam untuk semua, untuk bangsa ini, dan untuk generasi yang akan datang,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi konsistensi dan soliditas warga LDII yang dinilainya telah banyak berkontribusi bagi masyarakat dan negara. Menurutnya, kolaborasi antara LDII, MUI, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat perlu terus diperkuat.

“Jangan pernah menunda kebaikan dan jangan merasa lelah untuk selalu berbuat baik. Bisa jadi, dari kebaikan yang kecil inilah menjadi bekal yang paling dahsyat ketika kita menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melalui Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi Bidang Perekonomian dan Pembangunan Suratno, S.Pd., M.Pd., mendukung aksi penanaman mangrove dan pelepasan tukik tersebut.

Menurut Suratno, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus mengurangi risiko abrasi.

“Terima kasih LDII. Melestarikan mangrove dan penyu hari ini berarti menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir dan memastikan generasi mendatang tetap menikmati kekayaan alam Indonesia,” katanya.

Suratno menilai kolaborasi lintas sektor melalui semangat tandang bareng menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, upaya tersebut tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan organisasi kemasyarakatan, komunitas, lembaga keagamaan, dan masyarakat luas.

Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan agar mangrove yang ditanam dapat tumbuh serta memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.

Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi Ir. Heri Sujatmiko, M.T., IPM., mengaku bersyukur kegiatan pelestarian lingkungan tersebut berjalan lancar. Ia mengatakan, penanaman mangrove dan pelepasan tukik merupakan bagian dari komitmen LDII untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan di Banyuwangi.

“Pelepasan tukik ini diharapkan dapat membantu meningkatkan populasi penyu yang semakin terancam,” ujarnya.

Heri menegaskan, pelestarian mangrove dan penyu perlu dilakukan secara berkelanjutan karena keduanya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan laut.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi Bidang Perekonomian dan Pembangunan Suratno, S.Pd., M.Pd., Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch. Amrodji Konawi, Pengurus Harian DPW LDII Jawa Timur, Ketua Umum MUI Jawa Timur Prof. Dr. KH Abd. Halim Soebahar, M.A., serta Sekretaris MUI Banyuwangi Barur Rohim, S.Pd.I.

Hadir pula unsur Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan, MUI, PCNU, PD Muhammadiyah, PC Al-Irsyad Al-Islamiyyah Banyuwangi, serta berbagai elemen masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Setelah Sukses Digitalisasi Perlinsos, Pemerintah Kembali Pilih Banyuwangi Jadi Pilot Project Pengentasan Kemiskinan Nasional  
Pemkab Banyuwangi dan ITB Perluas Kolaborasi Riset dan Inovasi Mulai Pertanian hingga Pariwisata
Kantor Pertanahan kabupaten tangerang, Melaksanakan kegiatan pembayaran uang ganti rugi pengadaan tanah pembangunan jalan tol serpong-balaraja seksi 2a
Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Gelar Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian 28 Bidang Tanah untuk Pembangunan Tol Serpong–Balaraja
Tampil Beda, Warga RT 004 Banyuanyar Tengah Bawa Konsep Pasukan Palang Adat Papua
Kirab budaya 1.000.ancak agung memadati ruas jalan di kabupaten jember
Media Center Jayanti (MCJ) Hadiri Tasyakuran Khitanan Putra Ketua Umum LSM Geram Banten Indonesia
Dugaan Perlakuan Kriminalisasi Hingga di Rumahkan Tanpa Alasan Yang Jelas, Asisten Manager PT ULI Somasi Direktur

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:40 WIB

Setelah Sukses Digitalisasi Perlinsos, Pemerintah Kembali Pilih Banyuwangi Jadi Pilot Project Pengentasan Kemiskinan Nasional  

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:38 WIB

Pemkab Banyuwangi dan ITB Perluas Kolaborasi Riset dan Inovasi Mulai Pertanian hingga Pariwisata

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:36 WIB

Banyuwangi Jadi Fokus Gerakan Mangrove LDII Jatim, Amrodji Konawi Ajak Warga Perkuat Ketahanan Pesisir

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:11 WIB

Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Gelar Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian 28 Bidang Tanah untuk Pembangunan Tol Serpong–Balaraja

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:38 WIB

Tampil Beda, Warga RT 004 Banyuanyar Tengah Bawa Konsep Pasukan Palang Adat Papua

Berita Terbaru