Garudaxpose.com | KABUPATEN TANGERANG (BANTEN) – Keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan BBM jenis Pertalite di SPBU Sumur Bandung, Desa Sumur Bandung, dan SPBU Jayanti,desa Jayanti, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, mendapat respons dari Aliansi Jayanti.
Aliansi Jayanti turun langsung ke lokasi pada Selasa (11/8/2026) untuk menindaklanjuti keluhan warga yang mengaku harus menghadapi antrean panjang akibat banyaknya kendaraan yang disebut sebagai motor gerandong melakukan pengisian BBM secara berulang.
Dalam pantauan di lapangan, sejumlah motor gerandong terlihat berada di SPBU dan melakukan pengisian Pertalite. Salah seorang pengendara yang ditemui mengaku membeli BBM tersebut karena hendak melakukan perjalanan jauh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, masyarakat yang tengah mengantre mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka menilai antrean panjang membuat waktu terbuang dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Sulit mengisi BBM karena antreannya panjang. Waktu kami banyak terbuang,” ungkap salah seorang warga yang sedang mengantre.
Edward, aktivis Jayanti yang tergabung dalam Aliansi Jayanti, meminta pihak SPBU memperhatikan keluhan masyarakat dan mempertimbangkan pembatasan pengisian bagi kendaraan yang diduga membeli BBM dalam jumlah atau frekuensi tertentu.
“Kami meminta pihak SPBU membatasi pengisian motor gerandong agar masyarakat umum tidak dirugikan dan tidak harus terus-menerus menghadapi antrean panjang,” tegas Edward.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius agar pelayanan BBM di SPBU dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat, khususnya warga yang membeli BBM untuk kebutuhan kendaraan sehari-hari.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPBU Sumur Bandung belum memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan masyarakat maupun permintaan Aliansi Jayanti tersebut.













