Garudaxpose.com | Probolinggo – Upaya pencegahan meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus dilakukan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menggelar patroli pemantauan di wilayah Kecamatan Sukapura, Selasa (4/8/2026) siang, menyusul kebakaran yang terjadi di Blok Bantengan sejak Senin (3/8/2026) sore.
Patroli diawali dari Desa Sariwani dengan menyisir sejumlah jalur yang mengarah ke lokasi terdampak. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi terkini kebakaran sekaligus mengidentifikasi potensi penyebaran api ke kawasan hutan lainnya.
Petugas BPBD bersama unsur terkait melakukan observasi lapangan guna memantau perkembangan titik-titik api yang masih berpotensi aktif. Selain itu, tim juga melakukan pemetaan area rawan guna memudahkan langkah penanganan apabila kondisi kebakaran mengalami peningkatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kawasan Blok Bantengan menjadi fokus perhatian karena berada di area konservasi TNBTS yang memiliki ekosistem penting dan menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di Jawa Timur. Kebakaran yang terjadi dikhawatirkan dapat meluas apabila dipengaruhi embusan angin dan kondisi vegetasi yang mengering akibat musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menegaskan bahwa patroli lapangan merupakan bagian dari langkah mitigasi untuk mengurangi risiko meluasnya kebakaran. Menurutnya, kecepatan dalam memperoleh informasi dari lapangan sangat menentukan efektivitas penanganan.
“Sejak menerima laporan kebakaran di Blok Bantengan, kami langsung meningkatkan pemantauan melalui patroli rutin. Langkah ini penting untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan dan memastikan apabila terdapat potensi perluasan api dapat segera ditindaklanjuti bersama tim gabungan,” kata Oemar Sjarief.
Ia menjelaskan bahwa koordinasi terus dilakukan dengan Balai Besar TNBTS, aparat keamanan, pemerintah kecamatan serta unsur relawan yang berada di sekitar kawasan. Sinergi tersebut diperlukan agar seluruh sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam upaya pengendalian kebakaran.
Selain memantau titik kebakaran, petugas juga melakukan identifikasi terhadap faktor-faktor yang dapat mempercepat penyebaran api. Di antaranya kondisi cuaca, arah angin, tingkat kekeringan vegetasi serta akses menuju lokasi yang menjadi pertimbangan dalam penyusunan strategi penanganan.
BPBD Kabupaten Probolinggo turut mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan selama berada di kawasan pegunungan. Masyarakat diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi munculnya titik api baru.
Hingga Selasa pagi, patroli dan pemantauan masih terus berlangsung di sekitar kawasan TNBTS. Pemerintah daerah berharap langkah antisipatif yang dilakukan sejak dini dapat mencegah meluasnya karhutla serta menjaga kelestarian kawasan konservasi yang menjadi salah satu aset lingkungan dan pariwisata Kabupaten Probolinggo. (Septyan)














