BREBES,GarudaXpose.com//– Berbagai inovasi pada sektor ekonomi, investasi, ketenagakerjaan, literasi, dan perikanan menjadi materi utama yang dipaparkan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Brebes, pada Kamis (23/7/2026) di Aula Lantai 6 Gedung KPT Brebes.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah mendorong seluruh perangkat daerah untuk tidak berhenti berinovasi dan terus menghadirkan terobosan-terobosan baru yang mampu meningkatkan daya saing daerah, memperkuat kualitas pelayanan publik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Brebes.
Bimtek ini menjadi wadah penting untuk memetakan, mematangkan, dan mempresentasikan berbagai inovasi yang telah diciptakan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar nantinya dapat direplikasi dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada sektor perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Brebes menghadirkan tiga inovasi unggulan. Pertama, SIPETARUNG (Sistem Informasi Penataan Tera Ulang) yang berfungsi untuk mempermudah pelaku usaha dalam melakukan tera dan tera ulang alat ukur secara digital dan transparan. Kedua, SIPPEDES (Sistem Pemantauan Perdagangan Kabupaten Brebes) sebagai sistem monitoring harga dan stok kebutuhan pokok di pasaran, dan ketiga E-RETRIBUSI (Elektronik Retribusi) pada Pasar Rakyat yang bertujuan untuk menciptakan pengelolaan retribusi pasar yang lebih akuntabel, efisien, dan bebas dari kebocoran.
Sementara di bidang ketenagakerjaan, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Brebes mengembangkan dua inovasi kreatif yakni Yuh Ngasab Lur dan SIPASKOL (Sistem Informasi Pasar Kerja Online). Kedua inovasi ini dihadirkan untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan, dengan meningkatkan akses dan pelayanan informasi pasar kerja, pelatihan keterampilan, hingga perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat Brebes, khususnya generasi muda.
Untuk mendukung kemudahan investasi dan pelayanan publik, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Brebes memperkenalkan JUMPA MANTAN (Penjemputan Perizinan Bersama Mahasiswa dan Kecamatan) dan SIPEDANG JAWA (Sistem Digitalisasi Penyusunan Dokumen Pertanggungjawaban). Inovasi JUMPA MANTAN menjadi layanan jemput bola perizinan hingga ke tingkat kecamatan dengan melibatkan peran mahasiswa, sedangkan SIPEDANG JAWA fokus pada percepatan dan digitalisasi administrasi pertanggungjawaban agar lebih tertib dan modern.
Pada bidang literasi, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Brebes menjadi OPD yang paling produktif dengan melahirkan sepuluh inovasi sekaligus. Di antaranya adalah SIMPEL JAGO (Sistem Pengelolaan Laporan Kinerja Organisasi Online) untuk tata kelola internal, KUPERBAKIAK (Kunjungan Perpustakaan Bawa Pulang KIA Yuk) yang mengkolaborasikan literasi dengan layanan administrasi kependudukan, PETERPAN (Perpustakaan Terapan), KOMPPENI (Komunitas Penulis Pemula Masa Kini) sebagai wadah penulis lokal, CINEPLUS (Cinema Perpustakaan) untuk edukasi melalui film, PERPUS GO TO LAPAS sebagai layanan literasi bagi warga binaan, DONGKRAK (Dongeng Kreasi Anak) untuk meningkatkan minat baca anak, TERMO KLAS PUS (Teater dan Modelling Kelas Perpustakaan), serta layanan digital e-Brebes dan e-Pusda yang memudahkan akses buku secara online.
Adapun pada sektor perikanan yang menjadi salah satu potensi unggulan Brebes, Dinas Perikanan Kabupaten Brebes mengembangkan inovasi JALA PUSAKA (Jaringan Layanan Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan) sebagai pusat layanan terpadu bagi nelayan dan pembudidaya, Strategi Pengelolaan Partisipatif Saluran Tambak Pantura (ROSI TAMPAN) Melalui Jaga Saluran Tambak (JALUR TOL), TEMAN BESTARI (Sistem Aplikasi Nelayan Brebes Sejahtera Mandiri) untuk pemberdayaan dan kesejahteraan nelayan, dan JALUR TOL (Jaga Saluran Tambak Online) yang memanfaatkan sistem digital untuk menjaga kelancaran saluran tambak di wilayah Pantura.
Melalui Bimbingan Teknis Inovasi Daerah Tahun 2026 ini, Bapperida Kabupaten Brebes berharap seluruh inovasi yang telah dipaparkan tidak hanya berhenti sebagai konsep dan program di atas kertas.
Pungkasnya, berbagai inovasi pada sektor ekonomi, investasi, ketenagakerjaan, literasi, dan perikanan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan, direplikasi oleh OPD lain, serta memberikan dampak nyata dalam meningkatkan daya saing daerah, memperluas kesempatan usaha dan lapangan kerja, memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat, dan pada akhirnya mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Brebes yang inklusif dan berkelanjutan.***
(4905)












