Keterangan: Drama 1-1 Berlanjut Adu Penalti 4-4 dan Tos Koin, Jungkir Balik Jonatan Bikin Lapangan Pesantunan Meledak | Putra Samodra Sawojajar Harus Puas Juara 3 Bersama
BREBES,PESANTUNAN,GarudaXpose.com//-
Teriakan itu pecah di detik paling menentukan. Ketika ribuan pasang mata tertuju padanya, Jonatan, pemain yang dijuluki Si Kulit Hitam andalan Cakra Buana Sigempol, tidak gemetar. Satu eksekusi penalti dinginnya menjadi penentu. Cakra Buana Sigempol resmi menginjakkan kaki di Grand Final Turnamen Sepakbola Pesantunan 2026!
Laga semifinal pertama yang super panas antara Putra Samodra Sawojajar kontra Cakra Buana Sigempol, Kamis (30/07/2026) sore kemarin, di Lapangan Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, harus berakhir dramatis. Imbang 1-1 di waktu normal, imbang 4-4 di adu penalti, hingga harus ditentukan lewat tos koin dan tendangan penentuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Laga hari ke-29 ini dipimpin dengan tegas oleh wasit utama Azmi, dibantu hakim garis Waslikun dan Triadi, wasit cadangan Bung Irfan, serta di bawah pengawasan langsung pengawas pertandingan Bapak H. Daudin.
BABAK PERTAMA: ADU SKIL TANPA GOL
Sejak peluit pertama dibunyikan, tensi langsung tinggi. Ini bukan sekadar semifinal, ini gengsi.
Putra Samodra Sawojajar di bawah komando pelatih Bang Yos tampil disiplin. Sementara Cakra Buana Sigempol yang diasuh pelatih Arif dan dimanajeri langsung oleh H. Afan – Kepala Desa Randusanga Kulon – bermain lebih ngotot dengan mengandalkan kecepatan sayap.
Jual beli serangan terjadi di lini tengah. Kedua tim saling mengunci. Beberapa peluang emas tercipta, namun penyelesaian akhir masih lemah dan penampilan gemilang kedua kiper membuat dewi fortuna belum berpihak. Skor kacamata 0-0 menutup 45 menit pertama.
BABAK KEDUA: GOL CEPAT, KARTU AS DARI BANGKU CADANGAN
Memasuki babak kedua, kedua pelatih putar otak.
Sawojajar yang langsung tancap gas mencuri momentum. Menit ke-34, mimpi buruk untuk Sigempol datang. Striker bernomor punggung 9, Odang, menerima umpan terobosan, melakukan cut inside dari sisi kanan dan melepaskan tendangan keras menghujam. Kiper Sigempol, Lilik, yang sudah mati langkah tak kuasa menahan bola. Jebol! 1-0 untuk Putra Samodra Sawojajar. Suporter Sawojajar berpesta.
Tertinggal membuat manajer H. Afan terlihat tegang di bench. Dak-dik-duk. Namun pelatih Arif bereaksi cepat. Menit ke-48 menjadi titik balik. Pemain pekerja keras si brewok Komet ditarik keluar. Masuklah sang jenderal lapangan tengah, Andri Mesi.
Keputusan itu jitu. Permainan Sigempol langsung berubah total. Dari yang tertekan, kini 70 persen penguasaan bola milik Sigempol. Andri Mesi menghidupkan aliran bola, membuat lini tengah Sawojajar kocar-kacir.
Dan di sinilah panggung milik Jonatan.
Aksi-aksi akrobatik, gocekan memukau, hingga sprint jungkir balik Jonatan membuat seluruh stadion bersorak. “Ayo Jonatan… Ayo Jonatan…!” teriakan itu membahana tanpa henti dari tribun yang dipenuhi ribuan suporter Sigempol.
Gol yang ditunggu akhirnya lahir. Menit ke-51, berawal dari kemelut hasil umpan terukur Andri Mesi, Ade Irvan dengan nomor punggung 9 Sigempol menyambar bola liar dan menjebol gawang Sawojajar yang dikawal Wendra. Skor 1-1! Laga kembali sama kuat, tensi meninggi hingga peluit panjang babak kedua dibunyikan.
DRAMA ADU PENALTI & TOS KOIN YANG MENCEKAM
Sesuai regulasi, laga langsung dilanjutkan adu penalti. Inilah klimaks sesungguhnya.
Lima penendang pertama dari kedua tim tampil sempurna. Skor penalti imbang 4-4. Drama belum selesai. Panitia memutuskan melanjutkan dengan tos koin untuk menentukan giliran penendang sudden death.
Putra Samodra Sawojajar memenangkan tos dan mendapat keuntungan menendang lebih dulu. Namun tekanan mental rupanya terlalu berat. Algojo terakhir Sawojajar yang mengambil ancang-ancang, tendangannya melenceng jauh ke sisi kiri gawang. Bola keluar. Suporter Sawojajar terdiam.
Bola keberuntungan kini ada di kaki Sigempol.
H. Afan yang sejak tadi tak henti berdoa di pinggir lapangan, akhirnya menunjuk Jonatan sebagai eksekutor penentu. Tanpa banyak gaya, dengan tatapan fokus, Jonatan mengambil ancang-ancang. Sepakan keras kaki kanannya tak mampu dibaca kiper. Masuk!
Spontan, seluruh bench dan suporter Cakra Buana Sigempol berhamburan ke tengah lapangan. Jonatan diarak, H. Afan tersenyum lega.
PUNGKASNYA:
Dengan kemenangan dramatis ini, Cakra Buana Sigempol asuhan H. Afan lolos ke Grand Final dan akan menunggu pemenang laga semifinal kedua sore ini.
“Alhamdulillah, anak-anak luar biasa. Kita sempat tertinggal, tapi saya percaya tim ini punya mental juara. Masuknya Andri Mesi mengubah permainan, dan Jonatan memang pemain pembeda. Final, kami siap siapa pun lawannya,” ujar H. Afan dengan nada penuh syukur usai laga.
Sementara itu, Putra Samodra Sawojajar harus mengubur mimpi ke final. Tim asuhan Bang Yos ini harus puas dengan gelar juara 3 bersama. Mereka sudah berjuang maksimal, namun keberuntungan di adu tos belum berpihak.
Turnamen Pesantunan kembali membuktikan, sepakbola tarkam Brebes selalu menyajikan drama di luar nalar.***
(4905)














