Garudaxpose.com | PROBOLINGGO – Wali Kota Probolinggo Aminuddin melakukan peninjauan langsung ke sejumlah kawasan pesisir utara Kota Probolinggo untuk mencari potensi pengembangan jalur olahraga dan wisata berbasis alam. Uniknya, kegiatan yang berlangsung pada Jumat (24/7/2026) itu dilakukan dengan mengendarai sepeda motor menyusuri jalan-jalan pertanian hingga akses yang selama ini jarang dilalui masyarakat.
Peninjauan tersebut dilakukan usai wali kota mengikuti agenda rutin senam pagi di Stadion Bayuangga. Alih-alih langsung melanjutkan kegiatan berikutnya, Aminuddin memilih turun ke lapangan bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Probolinggo untuk melihat kondisi kawasan pesisir secara langsung.
Didampingi Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Kepala Dinas PUPRKP Ghofur Effendi, Kepala Dispopar Muhammad Abas, serta camat setempat, rombongan memulai perjalanan dari kawasan Stadion Bayuangga menuju wilayah utara kota.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rute pertama yang disurvei berada di kawasan pertanian dekat Jalan Anggrek. Rombongan menyusuri jalan paving yang kemudian berlanjut menjadi jalan setapak di tengah area pertanian. Namun perjalanan harus dihentikan karena akses yang ada tertutup semak belukar dan tidak lagi memungkinkan dilalui kendaraan.
Menurut Aminuddin, jalur tersebut berpotensi menjadi lintasan olahraga seperti jogging track maupun jalur sepeda apabila dilakukan penataan dan pembukaan akses secara bertahap.
“Kami ingin melihat langsung kemungkinan pengembangan jalur di kawasan pantai utara yang nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga maupun kegiatan wisata,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Dari hasil pemantauan awal, jalur yang berada di sekitar kawasan pesisir tersebut dinilai memiliki panorama alam yang menarik. Selain hamparan area pertanian dan tambak, kawasan itu juga menawarkan pemandangan pegunungan di kejauhan yang dapat menjadi nilai tambah bagi pengembangan wisata berbasis olahraga.
Survei kemudian dilanjutkan ke kawasan hutan mangrove dan sekitar Pantai Permata Pilang. Di lokasi kedua ini, rombongan kembali menelusuri akses jalan yang sebelumnya disebut pernah menjadi penghubung antarkawasan, namun kini sebagian telah berubah karena berkembangnya permukiman warga.
Wali Kota juga berdialog dengan masyarakat setempat untuk menggali informasi mengenai kondisi akses jalan dan kemungkinan pengembangan kawasan ke depan. Beberapa lurah di wilayah sekitar turut bergabung dalam kegiatan tersebut.
Dari hasil peninjauan, Aminuddin menilai Kota Probolinggo memiliki cukup banyak jalur alternatif yang berpotensi dikembangkan menjadi destinasi sport tourism. Konsep tersebut menggabungkan aktivitas olahraga dengan wisata alam sehingga dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat maupun wisatawan.
Meski demikian, ia mengakui masih diperlukan pembenahan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, serta penataan kawasan sebelum jalur-jalur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kita melihat banyak peluang yang bisa dikembangkan. Tinggal bagaimana infrastruktur pendukungnya dipersiapkan agar aman dan nyaman digunakan masyarakat,” katanya.
Usai melakukan survei lapangan, wali kota melanjutkan agenda kerja bakti di Kelurahan Kebonsari Kulon. Di lokasi tersebut, ia juga meninjau fasilitas Koperasi Merah Putih serta sejumlah sarana pendukung yang telah disiapkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Hasil survei kawasan pesisir itu selanjutnya akan menjadi bahan kajian pemerintah daerah dalam merancang pengembangan jalur olahraga dan wisata baru yang diharapkan dapat mendukung sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik di Kota Probolinggo.
Penulis : Septyan Dwi Cahyo












